Yadul ‘Ulya Wujudkan Wahana Edukasi Penangkaran Kupu-Kupu

0
63 views
Kupu Kupu Sayap Burung Asal Pegunungan Tengah Arfak Papua.
Kini Gencar Penyiapan Taman, dan Penangkaran Kupu-Kupu di Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Spisies kupu-kupu Garut, dipastikan bisa dibanggakan”

Garutnews ( Selasa, 14/12 – 2021 ).

Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut segera wujudkan wahana edukasi berupa taman bahkan penangkaran kupu-kupu.

Sehingga kontes kepak sayap memesona ragam keunikan sparasi warna kupu-kupu bisa disaksikan sesuai habitatnya, termasuk Kupu2 “Paling Indah dan Terlangka Dunia” dari Garut hingga pegunungan Tengah Papua.

Sangat Indahnya Lukisan Kepak Sayap Kupu-Kupu Garut, “Ciptaan Allah SWT”.

Ditunjang Kabupaten Garut, terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Selatan berkoordinat 6º56’49” – 7 º45’00” Lintang Selatan, dan 107º25’8” – 108º7’30” Bujur Timur.

Selain terbaring bisu pada hamparan wilayah administratif seluas 306.519 hektare, atau 3.065,19 km². Juga memiliki dataran berketinggian rata-rata diatas 1.000 mdpl.

Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, selatan dengan lintasan perairan internasional Samudera Hindia. Serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Kupu-Kupu Garut.

Beragam potensi sumber daya alamnya luar biasa, sangat berlimpah ruah. Sehingga bisa menjadikannya sebagai daerah penyangga, maupun hitterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya.

Karena itu berkedudukan strategis, yang bisa memasok pemenuhan kebutuhan penduduk Kota, dan Kabupaten Bandung. Sekaligus berperan mengendalikan keseimbangan lingkungan.

Kupu Kupu Batimurung Sulawesi Selatan.

“Mata Rantai Pertama Ekosistem Garut Belum Teridentivikasi”

Terdapat kekhasan kupu-kupu Garut, yang juga merupakan mata rantai pertama dalam ekosistem diperkirakan kuat, hingga kini belum teridentivikasi.

Padahal keberadaan kupu-kupu dipastikan bisa memancing satwa lain berdatangan. Berkemampuan dapat lebih meningkatkan keragaman hayati.

Attacus atlas.

Sedangkan siklusnya antara lain telur menjadi ulat, kemudian menjadi kepompong. Selanjutnya menjadi kupu-kupu, kawin-mawin, bertelur, dan mati.

Uniknya seperempat jam setelah lahir, kupu-kupu bisa langsung kawin, lantaran meski baru lahir nalurinya bisa segera bereproduksi. Maka mereka pun segera mencari pasangan hidup.

Kupu-kupu di Pegunungan Tengah Papua pun,  tak kalah menarik. Bahkan sangat “spektakuler”. Sebab spisiesnya hanya terdapat satu-satunya di seluruh penjuru dunia, yang dikenal akrab dengan sebutan kupu-kupu “Sayap Burung”.

Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Sejak sebelum 1994 ditangkarkan “Yayasan Bina Lestari Bumi Cenderawasih”  (YBLBC) di Manokwari, Papua Barat.

Sedangkan proses penangkarannya berlangsung pada kawasan penyanggah Cagar Alam gugusan Pegunungan Tengah Arfak Manokwari.

Kupu-kupu “Sayap Burung”, produk penangkaran semi alamiah tersebut, di antaranya spisies Ornithoptera Goliath Samson Jantan, dan Betina dari Family Papilionidae dengan sebutan lokal “Atimai Mimun Nengai”

Membangun Berperspektif Lingkungan di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Mereka menyebar indah pada habitatnya di Hutan Primer berketinggian 700 – 1.000 mdpl (Koleksi Pegunungan Arfak, 1994).

Disusul spesies Paradisae Arfakensis betina dan jantan, kemudian spisies Priamus Pogidon betina, serta jantan.

Spisies kupu-kupu di Kabupaten Garut, dipastikan pula bisa dibanggakan lantaran hampir setiap saat menampakkan diri mengepakan sayapnya pada pelataran halaman rumah penduduk.

Habitat Kupu-Kupu Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Mereka berkontes secara alami, tanpa hingar bingar, juga tanpa perlu kepanitiaan permanen.

Serta tanpa protokoler dan serimonial, tanpa pula “dieksploitasi”, tetapi indah menawan dipandang juga diterawang jauh ke depan.

Berlindung dari Guyuran Hujan.

Apalagi jika telah lengkap teridentivikasi secara ilmiah.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here