Yadul ‘Ulya Raih Keutamaan Itikaf Ramadlan 1442 H

0
14 views
Penyelenggaraan Itikaf di Masjid Ponpes Yadul 'Ulya Garut.
Penyelenggaraan Itikaf di Masjid Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Garutnews ( Senin, 03/05 – 2021 ).

Di Masjid Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut kini intens diselenggarakan upaya maksimal bisa meraih tujuh keutamaan Itikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadlan 1442 H, guna menyambut  malam Lailatul Qadar.

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya, ‘Itikaf Penting dan Perlu’ katakan, menurut istilah syar’i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, itikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Wujudkan Generasi Qur’ani.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Ibnu Umar ra berkata:“Adalah Rasulullah SAW dahulu menjalankan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ashabus Sunan)

Berdasar ijma para ulama, kesunnahan melakukan itikaf pada hari-hari biasa disepanjang tahun merupakan bentuk taqarrub (ketaatan) kepada Allah SWT dan ibadah nawafil (tambahan) yang akan mendatangkan pahala bagi yang melakukan.

Beberapa riwayat mengatakan, dianjurkan memerbanyak dzikir, sholawat atas Nabi Muhammad SAW, tilawah Al Quran, membaca tafsir dan amaliah-amaliah ibadah lainnya. Tak lupa tetap menjaga kesucian diri selama beritikaf.

Keutamaan Itikaf

Meski hukumnya sunnah, namun menjadi wajib jika diiringi dengan nadzar sebelumnya. Berikut keutamaan menjalankan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,

  1. Siap menyambut datangnya Lailatul Qadar

Diriwayatkan dalam HR. Bukhari & Muslim,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya:” Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau di wafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.”

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Diselenggarakan semata-mata untuk beribadah dan mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam tata cara itikaf, ibadah sunnah ini dilakukan dengan memerbanyak dzikir dan sholat.

Berdiam diri sebagaimana dimaksudkan dalam perintah ini untuk mengagungkan nama dan kebesaran-Nya. Hal itulah yang menjadikan itikaf sebagai salah satu bentuk kedekatan diri kepada Allah SWT.

  1. Salah satu bentuk ketaatan kepada ajaran Rasulullah SAW

Diriwayatkan Bukhari dan Muslim, setiap Ramadhan selama sepuluh hari, Rasulullah menjalankan ibadah itikaf.

Abu Hurairah ra berkata:“Adalah kebiasaan Rasulullah SAW dalam menjalankan itikaf sepuluh hari lamanya setiap bulan Ramadhan. Dan pada tahun wafatnya, beliau menjalankan itikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari & Muslim)

  1. Didoakan ampunan oleh malaikat

Ustadz Enjang Burhanudin Yusuf M.A dalam bukunya Mujahada di Siang Hari Meraup Pahala di Saat Sibuk katakan, malaikat akan memohonkan ampun bagi orang yang berdiam menunggu waktu sholat dalam keadaan suci.

Seperti diriwayatkan dalam HR. Ahmad,

“Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para malaikat akan mendoakannya, “Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia,” (HR. Ahmad).

5. Dijauhkan dari neraka

Keutamaan ini seperti dijelaskan dalam riwayat Thabrani dan Baihaqi,
Dikisahkan dari Ibnu Abbas ra, “Barangsiapa beritikaf satu hari karena mengharap keridhaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat,” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

  1. Diampuni dosa yang lalu

Keutamaan ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Dailami,
“Barangsiapa yang beritikaf dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala) maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Dailami)

  1. Dibangunkan istana di surga

Dalam hadist Nabi SAW sebagaimana terdapat dalam riwayat Al-Khatib dan Ibnu Syahin, orang yang beritikaf akan dibangunkan istana di surga.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beritikaf antara waktu Maghrib dan Isya di masjid, dengan tidak berbicara kecuali shalat dan membaca Al Quran maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga.” (HR. Al-Khatib dan Ibnu Syahin).

*****

Berbagai Sumber/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here