Yadul ‘Ulya Pelajari Ilmu Tajwid Bermetode Asy-Syafi’I

0
31 views
Urgensi Pelajari Ilmu Tajwid Bagi Para Penghafal Al-Qur’an.

“Urgensi Pelajari Ilmu Tajwid Bagi Para Penghafal Al-Qur’an”

Garutnews ( Sabtu, 02/10 – 2021 ).

Para Guru Tahfidz Qur’an Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut mendalami urgensi memelajari ilmu tajwid bagi para penghafal Al-qur’an melalui penyelenggaraan ‘Dauroh Al-Qur’an Metode Asy-Syafi’I.

Berlangsung dua hari, 25-26 Shafar 1443 H (2-3 Oktober 2021) pada Masjid Ponpes/Kuttab yang beralamat di Kampung Panawuan RT.03/11 Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, 44151.

Metode asysyafi’I merupakan rintisaan dari buku Ilmu Tajwid Praktis dikembangkan Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Dkk, berupa panduan praktis belajar membaca Al-Qur-an dan ilmu tajwid diterapkan di mahad Imam asy-Syafii.

Aplikasikan Urgensi Pelajari Ilmu Tajwid Bagi Para Penghafal Al-Qur’an.

Sedangkan tajwid menurut bahasa (ethimologi) yakni memerindah sesuatu. Sedangkan menurut istilah yaitu mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya (makhrojnya) dengan memberi hak, dan mustahaknya.

Hak huruf, sifat asli selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti al-jahr, istila, istifal dan lainnya. Kemudian mustahak huruf berupa sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa dan lainnya.

Sehingga Ilmu Tajwid, pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan mengeluarkan huruf dari makhrojnya juga memberi hak dan mustahaknya.

Proses Pembelajaran.

Kesalahan membaca Al-Quran dikategorikan dua macam, terdiri:

  1. Al-Lakhnu al-Jaliy (Kesalahan besar / fatal), kesalahan membaca Al-Quran yang dapat mengubah arti dan menyalahi urf qurro. Melakukan kesalahan ini hukumnya Haram. Termasuk di antaranya:

– Kesalahan makhroj huruf. biasanya terjadi pada pengucapan huruf-huruf serupa seperti ain dan hamzah, cha, ha, kho dan ghain, ta dan sebagainya.

– Salah membaca mad, seperti bacaan pendek dibaca panjang atau sebaliknya.

– Salah membaca charokat. Seperti charokat di akhir kata yang menunjukkan jabatan kata

  1. Al-Lakhnu al-Khofiy (Kesalahan kecil) yakni kesalahan dalam membaca
Praktek dan Proses Pembelajaran.

Hukum Memelajari Ilmu Tajwid

Belajar ilmu tajwid itu hukumnya Fardhu Kifayah, sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid) hukumnya Fardhu Ain.

Bahkan bacaan Al-Quran kita menentukan sah atau tidaknya shalat kita, lantaran ada beberapa rukun shalat yang berkenaan dengan bacaan yang harus fasih dan benar sehingga tak merubah maknanya. Antara lain seperti membaca surat Al-Fatihah, bacaan tahyat akhir serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam shalat.

Jadi mungkin saja ada seorang Qori bacaannya bagus dan benar namun sama sekali tak mengetahui istilah-istilah seputar Ilmu Tajwid, semisal izh-har, mad, dan lain sebagainya. Baginya itu cukup jika kaum muslimin lain banyak memelajari teori Ilmu Tajwid, sebab memelajari teorinya hanya fardhu kifayah.

Namun wajib hukumnya bagi orang yang belum mampu membaca Al-Quran sesuai kaidah-kaidah ilmu Tajwid untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar ditetapkan Rosulullah SAW.

Tentang bacaan tajwid pada lafadz azan, selama bacaan tersebut adalah Syiar atau Syair, dan tidak ada kaitannya dengan bacaan Al-Quran maka penerapan Ilmu tajwid di sesuaikan dengan kaidah yang ada.

Pada perinsipnya ilmu tajwid tak hanya dipahami secara materi, melainkan bisa dipahami secara mendalam apabila diperaktekkan, sehingga penyebutan Makhrajil huruf dapat dilafadkan secara benar.

*****

Pelbagai Sumber/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here