Yadul ‘Ulya Diapresiasi Masyarakat Adat Kampung Dukuh

0
125 views
Lembah Kampung Adat Dukuh Cikelet yang Dikepung Pegunungan.
Lembah Kampung Adat Dukuh Cikelet yang Dikepung Pegunungan.

“Berempati Bangun Hamblumminannaas”

Garutnews ( Sabtu, 14/05 – 2022 ).

Selain senantiasa meningkatkan kualitas hubungan kepada Allah SWT (hablumminallah), juga peduli dan berempati terhadap sesama merajut silaturahim dengan masyarakat adat Kampung Dukuh membuahkan keharmonisan dalam membangun hamblumminannaas.

Ragam upaya Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya tersebut, diapresiasi positif warga adat ini di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet, 115 kilometer arah selatan dari Pusat Kota Garut.

Di antara Penerima Manfaat Bantuan Alqur’an dari Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya Garut.

Sebagaimana dengan tulus antara lain diungkapkan Pupuhu Masyarakat Adat, Mama Uluk Lukman saat menerima penyaluran bantuan puluhan Alquran dari Yayasan Yadul ‘Ulya untuk madrasah beserta masjid di kampung adat itu, Jum’at (13/05-2022).

Kembali dia mengingatkan, adat-istiadat seluruh masyarakatnya Islami (Ahlussunnah wal jamaah), sehingga antara lain selalu menjaga lima fungsi tanah sebagai tanah tutupan, garapan, larangan, titipan, dan tanah cadangan.

Mama Uluk Bersama Masyarakat Adat Kampung Dukuh Mengapresiasi Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya Garut.

Sebagai wujud syukur kepada Allah SWT serta menjaga dan memelihara amanah, agar kelestarian alam serta kemanfaatannya bisa berkelanjutan dirasakan hingga kapan pun.

“Juga guna menyelamatkan kita bersama,” tandasnya.

Bervisikan, ‘Mengembalikan Hutan Alami Dengan Cara Kearifan Lokal’ sedangkan Misinya, ‘Hutan Bukan Warisan Tetapi Titipan Untuk Sumber Daya Kehidupan Kita Bersama’.

Yayan Hermawan Memukul Beduk Masjid di Kampung Dukuh Dalam pada Shalat Jum’at (13/05-2022).

“Lembok Leuweungna, Curcor Caina, Tinantu Hurip Rahayatna, Ngarumawat Leuweung Sarua Nyaah Ka Diri Urang Pribadi Yu Atuh Urang Wujudkeun Leuweung Tutupan, Titipan, Garapan, Larangan Sareung Cadangan Pikeun Nyalametkeun Urang Balarea,” ungkap Mama Uluk pula.

Kampung Dukuh Dalam seluas sekitar 10 hektare dihuni sekitar 40 KK dengan 200 penduduk, serta Kampung Dukuh Luar seluas sekitar 12 hektare dengan sekitar 500 penduduk.

Pagar Kayu Sangat Sederhana Sebagai Pembatas Kampung Adat Dukuh Dalam, dan Dukuh Luar.

“Mendesak Segera Perlukan MCK”

Pemuka pemuda setempat, Yayan Hermawan (58) juga selaku Ketua dari 15 komunitas ‘Aliansi Adat Nusantara’ (Aman) Provinsi Jawa Barat katakan pada seluruh lingkungan perkampungan adatnya mendesak segera memerlukan MCK yang berkondisi memadai.

Yakni yang memenuhi syarat kesehatan, kebersihan juga estetika termasuk ketersediaan air bersih beserta sarana penunjangnya.

Mama Uluk, Khotib Shalat Jum’at (13/05-2022).

Selain itu mendesak dibangun sarana perparkiraan terkait kian berdatangannya tamu beserta wisatawan juga para peneliti ke kampung tersebut. Sedangkan areal tanahnya tersedia seluas 1.400 m2 (14 bata).

Kebutuhan mendesak lainnya berupa pembangunan galeri maupun miniatur museum termasuk wahana promosi ragam produk kearifan lokal setempat bernilai ekonomi di antaranya kerajinan serta kuliner.

Survey dan Pengukuran Pembangunan Jalan Menuju Kampung Adat Dukuh Cikelet.

“Keseluruhannya memerlukan pendanaan sekitar Rp100 juta,” ungkap Yayan Hermawan yang kini tengah memersiapkan ikut serta pada Kongres Adat Nusantara di Sorong Papua Barat Oktober 2022  mendatang.

Dalam pada itu lintasan jalan menuju kampung adat itu sekitar sembilan kilometer segera dibangun dengan dana Bantuan Provinsi bernilai sekitar Rp4 miliar, yang pengerjaanya diselenggarakan oleh dua kontraktor.

Segera Dibangun dengan Bantuan Provinsi Rp4 Miliar.

Kini gencar dilaksanakan survey lapangan serta pengukuran pada ruas badan jalan berlebar efektif empat meter.

******

Team Survey Rehat Sejenak di Tengah Hutan.

Yang penting jangan lupa “Lembok Leuweungna, Curcor Caina, Tinantu Hurip Rahayatna, Ngarumawat Leuweung Sarua Nyaah Ka Diri Urang Pribadi Yu Atuh Urang Wujudkeun Leuweung Tutupan, Titipan, Garapan, Larangan Sareung Cadangan Pikeun Nyalametkeun Urang Balarea,”

Kampung Adat Dukuh Dalam Islami dan Ketat Memertahankan Tradisi maupun Adat Istiadat.

Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here