Yadul ‘Ulya Berpotensi Dijadikan Laboratorium Lingkungan Indonesia

0
114 views
Gun Gun Sukma Utama di Agro Park Yadul 'Ulya Garut.
Menelisik struktur tanah Agro Park.

“Pionir percontohan”

Garutnews ( Senin, 14/06 – 2021 ).

Agro Park Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut berpotensi dijadikan laboratorium alam lingkungan di Indonesia, bahkan bisa menjadi percontohan pengelolaan penata laksanaan lingkungan dunia.

Lantaran berkontur topografi lembah beraliran sungai yang bisa dijadikan penyangga “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cikamiri melintasi di antara Kelurahan Sukajaya dengan Desa Sukabakti, keduanya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Upaya Penguatan DAS Cikamiri.

“Sehingga pada ketinggian dan lerengnya (slope), sangat memerlukan ragam vegetasi tanaman keras termasuk buah-buahan agar sekaligus dapat berfungsi agro wisata Islami,” ungkap Gun Gun Sukma Utama, ST.

Gun Gun Sukma Utama, Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP) Kabupaten Garut, juga secara visual menelisik struktur tanah Agro Park tersebut, Senin (14/06-2021).

Wujudkan Agro Wisata Islami.

Kepada Garutnews dia katakan, segera bersama Kepala Seksi Hutan Kota DLHKP kabupaten setempat menyelenggarakan penanaman belasan pohon keras maupun kayu-kayuan sebagai langkah awal institusinya menjalin kerjasama.

Yang diharapkan bisa berlanjut pada penandatanganan nota kesepahaman saling menunjang program DLHKP, termasuk kebersihan lingkungan mencakup pula pada kondisi lintasan aliran sungai beserta sepanjang DAS-nya.

Saksikan Langsung Permentasi Pengelolaan Sedekah Sampah Organik.

Dia pun sangat mengapresiasi positif, selama ini Agro Park Ponpes Yadul ‘Ulya berupaya maksimal memproses pengelolaan sedekah sampah organik menjadi berkah mencapai dua ton setiap bulan.

Sehingga sejak dua bulan terakhir bisa memproduk pengelolaan mencapai empat ton, guna memenuhi produktivitas magot serta pupuk organik, sebagai penunjang subsidi bagi para santri.

Memproduksi Magot.

Maka diharapkan menjadi pionir percontohan bagi masyarakat sekitarnya, bahkan masyarakat di tanah air dalam pengelolaan kemandirian pesantren modern berbasis lingkungan. Serta digitalisasi.

Dengan melibatkan seluruh seratusan lebih santri, mereka tak hanya mahir membaca dan menghafal Alqur’an. Melainkan pula berkemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan keterampilannya.

Magot Bisa Dijadikan Komoditi Ekspor Sebagai Bahan Baku Kosmetik.

Kemandirian Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya pun, merupakan upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, dan berkesinambungan.

“Sedangkan penerapan pendidikan keagamaan yang selama ini terdapat di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya pun, diawali dengan mengutamakan adab guna mewujudkan generasi yang Qur’ani,” imbuh Gun Gun Sukma Utama.

Bersama Yadul ‘Ulya Televisi.

*****

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here