Cikajang Ujung Lintasan KA Indonesia Berketinggian 1.246 mdpl

0
18 views
Lokomotif Bermesin Uap yang Lebih Kecil Dari CC 50.
Stasiun KA Garut Tempo Doeloe.

“Mendaki Setinggi 643 mdpl, Tertinggi di Asia Tenggara”

Garutnews ( Senin, 26/09 – 2022 ).

Berketinggian 1.246 mdpl pada wilayah Kecamatan Cikajang Garut, merupakan ujung terakhir pembangunan jalur KA jaman Kolonial Belanda di Indonesia. Berupa lokasi wahana pemutaran lokomotif bermesin uap jenis CC 50, terletak beberapa  ratus meter dari stasiun KA setempat.

Sebagai sarana penghubung pulang – pergi mobilitas transfortasi angkutan penumpang umum, dan barang sejauh 47 kilometer antara Stasiun Cibatu (612 mdpl) – Stasiun Garut (717 mdpl), hingga berakhir di Stasiun Cikajang (1.246 mdpl).

Stasiun KA Garut 2022.

Sehingga lokomotif bermesin uap jenis CC 50 tersebut, melintas dari Cibatu ke Cikajang sejauh 47 kilometer dengan melakukan pendakian bersama rangkaian gerbongnya setinggi 634 mdpl (dari 612 mdpl ke 1.246 mdpl).

Sedangkan dari Garut ke Cikajang sejauh 23 kilometer, CC 50 juga bersama rangkaian gerbongnya melakukan pendakian setinggi 529 mdpl (dari 717 mdpl ke 1.246 mdpl)

Seorang Warga Setempat Menunjukan Bekas Wahana Pemutaran Lokomotif Bermesin Uap, Lokasinya Beberapa Ratus Meter dari Stasiun Cikajang, Juga Merupakan Ujung Terakhir Pembangunan Jalur KA Jaman Kolonial Belanda.
Stasiun Cikajang Garut, Jawa Barat, Pada Ketinggian Lebih 1.246 mdpl.

Garut-Cikajang itu, jalur KA terakhir yang dibangun kemudian dioperasionalkan di Pulau Jawa pada masa pemerintahan Hindia Belanja oleh perusahaan KA Staatsspoorwegen (SS) tahun 1930.

Juga merupakan salahsatu bagian dari total sepanjang tujuh ribu kilometer jalur rel KA yang pernah secara masif dibangun, sejak Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele meresmikan pembangunan jalur pertama KA di Hindia Belanda pada 1864.

Menjadi Onggokan bangunan Bernilai Sejarah Tinggi.

‘Stasiun Cikajang ini pun berlokasi pada ketinggian lebih 1.246 mdpl, pernah menjadi Stasiun Kereta Api tertinggi di Asia Tenggara’

Namun kini hanya masih menyisakan seonggok bangunan yang kian terancam ambruk, lantaran sangat lama dibiarkan sejak ditutupnya operasional KA sepanjang jalur Cibatu- Garut- Cikajang pada 1982-1983.

Padahal sepanjang lintasan jalur tersebut, hanya bisa ditempuh dengan lokomotif berenergi besar seperti CC 50.

Menyusul dengan jenis lokomotif bertenaga Diesel pada waktu itu, ternyata tak sanggup melintasi jalur ini.

Lantaran medan lintasan dari Garut menuju Cikajang terbilang berat,  bergradian tinggi di Bayongbong menuju Cipelah hingga 36 per mil. Atau dalam satu kilometer ada tanjakan hingga 36 meter.

Stasiun Cikajang yang dibangun 1926 kemudian dinonaktifkan antara 1982 – 1983, memiliki tiga jalur, terdiri jalur pertama merupakan sepur badug, jalur dua merupakan sepur belok ujungnya terdapat banyak percabangan mengarah ke pabrik, serta jalur tiga merupakan sepur lurus .

Masih Dibiarkan Terlantar.

Pada September 1982 lintas Garut-Cikajang ditutup, kemudian lintas Cibatu-Garut pada 9 Desember 1983. Sebelum dinonaktifkan, jalur ini pernah dilayani dengan lokomotif Diesel namun karena tak mampu, akhirnya dinonaktifkan pula.

Meski jalur ini, andalan sarana angkutan bagi penduduk Garut saat itu, dengan ragam komoditi seperti sayuran, beras, buah-buahan, dan minyak tanah yang akan dijual ke Garut dan sekitarnya.

Stasiun KA Cibatu.

Sehingga jalur ini merupakan jalur KA populer pada jamannya, di bawah pengendalian PT KAI Daerah Operasi II Bandung.

Berikut stasiun dan halteu yang dilintasinya meliputi, Stasiun Cibatu (CBT), Halte Cikoang (PSJ), Halte Pasirjengkol (PSJ), Halte Citameng (CTG), Stasiun Wanaraja (WNR), Halte Cinunuk (CNN), Halte Tungilis (TNL), Halte Cibolerang (CBG), Halte Cimurah (CMR), Halte Pasiruncal (PAC), dan Halte Sukarame (SKR).

Mengatur Perjalanan KA.

Stasiun Garut (GRT), Halte Pamoyanan (PMO), Halte Cireungit (CIG), Halte Ciroyom (COY), Halte Kamojang (KMJ), Halte Cioyod (CY), Halte Dangdeur (DDR), Stasiun Bayongbong (BYO), Halte Cipelah (CIL), Stasiun Cisurupan (CSN), Halte Cisero (CIS), Halte Cidatar (CID), Halte Patrolgirang (POR), serta berakhir di Stasiun Cikajang (CKG).

*********

Pelbagai Sumber/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here