Tujuh Keutamaan Membaca Basmalah

Tujuh Keutamaan Membaca Basmalah

705
0
SHARE
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang” 

Ahad 22 Jan 2023 00:05 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

“Siapkan ilmu sebelum melakukan amal ibadah”

Dengan membaca basmalah, seorang Muslim mengikutsertakan Allah dalam tindakannya”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setiap Muslim dianjurkan untuk selalu membaca Basmalah sebelum memulai pekerjaannya. Dengan membaca basmalah, seorang Muslim telah mengikutsertakan Allah dalam setiap tindakannya, dan bahwa apa yang ia lakukan semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang” 

Rasulullah SAW bersabda, 

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ ببسم الله فهو أبتر

“Segala urusan penting yang tidak diawali bismillah, maka akan berkurang (atau bahkan hilang) keberkahannya”. (HR. Ibnu Hibban)

كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ فَهُوَ أَبْتَرُ – أَوْ قَالَ : أَقْطَعُ –

“Setiap perkataan atau perkara penting yang tidak dibuka dengan dzikir pada Allah, maka terputus berkahnya.” (HR. Ahmad)

“Orang yang bahagia diilhami oleh ilmu dan orang-orang sengsara diharamkan darinya.”

Dikutip dari buku Lima Amalan Penyejuk Hati ditulis oleh Ali Akbar bin Aqil dan M Abdullah Charis menyebutkan, setiap surat bahkan huruf dalam Alquran memiliki keutamaan, termasuk lafaz basmalah. Karena itu keduanya, menyebutkan ada lima keutamaan yang diperoleh Muslim apabila melakukannya.

Pertama, setiap perbuatan baik namun tidak diawali dengan membaca basmalah akan menjadikan perbuatan itu tidak sempurna, cacat, dan sedikit kandungan keberkahannya. Karenanya, awali setiap aktivitas baik yang akan kita laksanakan dengan membaca basmalah.

“Hanya saja yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah ulama.”

Kedua, membaca basmalah akan menghindarkan kita dari bala bencana dan kesukaran hidup, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib.

Rasul bersabda, “Wahai Ali, maukah kuajarkan kepadamu beberapa kata yang bisa kau baca ketika kau berada dalam kesulitan?” “Iya, ya Rasul,” jawab Ali. Kata Rasul berikutnya, “Jika kau berada dalam kesulitan, bacalah, ‘Bismillaahir rohmaanir rohiim laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyil ‘adzim’ maka Allah akan menghindarkan apa yang Dia kehendaki dari beragam bala.”

“Bacalah basmalah dalam berbagai momen dan situasi,” ujar Ali Akbar.

“Hanya saja yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah ulama.”

Tiga, membaca basmalah sebelum tidur sebanyak 21 kali menfaatnya adalah menjaga dan melindungi dari kematian secara mendadak, mencegah dari penyakit dan bencana, dan dilindungi dari kejahatan setan, manusia, dan marabahaya, seperti kebakaran.

Empat, membaca basmalah sebanyak 313 kali dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali untuk menambah rezeki.

Lima, agar tersampaikan hajat-hajat kita dianjurkan membaca basmalah sebanyak 787 kali.

Enam, untuk mendapatkan pemahaman dan mudah dalam menyerap ilmu bacalah basmalah sebanyak 2.500 kali.

Dengan membaca basmalah, seorang Muslim telah mengikutsertakan Allah dalam setiap tindakannya, dan bahwa apa yang ia lakukan semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT.

Tujuh, membaca basmalah juga bisa mencegah kita dari setan dan sekutunya. Contohnya, ketika kita akan masuk rumah, makan atau minum, tidur, melakukan hubungan suami-istri, setan akan ikut ambil bagian jika kita tidak membaca basmalah.

“Oleh karenanya, saudaraku, setan akan lari tunggang-langgang, menjauh dari rumah, makanan atau minuman, serta tempat tidur kita saat kita tidak lupa membaca basmalah,” kata Ali.

Ibadah Tanpa Ilmu Kerugian Nyata

Sabtu 21 Jan 2023 19:30 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

“Tidur dengan berilmu lebih baik daripada shalat yang didasarkan kepada kebodohan.”

Siapkan ilmu sebelum melakukan amal ibadah”

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Sebagai umat Islam perlu mempersiapkan ilmu sebelum melakukan sebuah amalan. Imam Al-Ghazali menyampaikan, bahwa amalan tanpa ilmu sebuah kerugian yang nyata. 

Pendapat sang imam ini bersandar dari hadis Rasulullah yang dia tulis dalam karyanya Minhajul Abidin. Rasulullah SAW menyebutkan salah satu sifat ilmu.

“Tidur dengan berilmu lebih baik daripada shalat yang didasarkan kepada kebodohan.” 

“Siapkan ilmu sebelum melakukan amal ibadah”

Sebab beramal tanpa ilmu lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hal ilmu.

“Orang yang bahagia diilhami oleh ilmu dan orang-orang sengsara diharamkan darinya.” 

Maknanya, ilmu di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala salah satu sisinya bahwa tidaklah seseorang belajar ilmu kemudian sengsara dan lelah dalam ibadah karena amalnya terhapus sia-sia. Sehingga dia tidak mendapatkan apapun melainkan kelelahan.

“Naudzubillah dari amal yang tidak bermanfaat dan sia-sia,” katanya.

“Tidak ada tujuan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali dengan ilmu.”

Karena itu perhatian ulama Zahid terhadap ilmu sangat besar secara khusus daripada seluruh manusia lainnya. Sebab poros perintah penghambaan diri, mengendali ibadah, dan pengabdian kepada Allah Tuhan sekalian alam adalah ilmu.

“Inilah pengamatan ulil abshar (ahli bashirah) orang yang mendapat dukungan dan Taufik dari Allah,” katanya.

Dengan demikian secara garis besar bahwa ketaatan tidak akan dicapai seorang hamba dan tidak bersih kecuali dengan ilmu. Sehingga ilmu harus didahulukan daripada ibadah. 

Faktor kedua yang mengharuskan untuk mendahulukan ilmu karena ilmu yang bermanfaat akan membuahkan ketakutan kepada Allah dengan dan segan kepada-Nya. Allah berfirman dalam surat Fatir ayat 28 yang artinya.

“Hanya saja yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah ulama.”

Sebab siapapun yang tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, ia tidak akan takut kepadanya dengan sebenar-benarnya. Siapapun yang tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya.

Karena, ilmu akan menuntunnya untuk mengenal mengagungkan dan takut kepada Allah. Sehingga, ilmu akan menghasilkan ketaatan-ketaatan seluruhnya menghalangi dari maksiat seluruhnya dengan Taufik Allah.

“Tidak ada tujuan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali dengan ilmu.”

*******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY