Tronton Juga Bisa ‘Berkerumun’ di Tengah Pandemi

0
30 views
Berjajar Antrian Panjang Seperti 'Berkerumun' Nyaris Menyerupai Kereta Api.
Berjajar Antrian Panjang Seperti ‘Berkerumun’ Nyaris Menyerupai Kereta Api.

“45 Kasus Baru Tiga Meninggal”

Garutnews ( Ahad, 13/12 – 2020 )

Memotret kondisi lintasan sepadan atawa bahu ruas Jalan Aruji Kartawinata Garut. Selama ini kerap dijadikan antrian belasan unit jenis truk tronton mangkal, kerap berisi muatan berkapasitas belasan ton setiap unitnya.

Sehingga nyaris sepanjang bahu jalan tersebut, acap menjadi amblas atau rusak hingga berkedalaman puluhan centimeter, bahkan sering pula menyebabkan banjir luapan air memenuhi badan jalan lantaran drainase sekitarnya menjadi mampat.

Dinas Perhubungan kabupaten setempat selama ini diharapkan banyak pihak, agar segera bisa menertibkan antrian truk tronton maupun kontainer mangkal berjajar seperti berkerumun para awaknya di warung.

Aparat penegak hukum dapat menertibkannya, meski mungkin terhambat belum ada legal aspek penentuan status peruntukan beban gandar jalan, yang dituangkan pada Perda.

Sehingga mendesak diperlukannya Perda mengatur peruntukan pada setiap seluruh ruas jalan.

Sedangkan persoalan klasik lainnya, nyaris pada pinggiran hutan kota kerap pula dijadikan sarana mangkal kendaraan penumpang umum bis, lantaran tal dimilikinya full mobil itu.

Menanggulangi permasalahan ini, juga diharapkan jajaran Dishub tak hanya sebatas menyampaikan himbauan melainkan tindakan.

“45 Kasus Baru Tiga Meninggal”

Kabupaten Garut masih mengalami penambahan 45 kasus baru positif corona dengan penambahan tiga kasus meninggal dunia akibat terinfeksi pandemi tersebut, Ahad (13/12-2020).

Menjadikan angka positif di kabupaten ini cenderung meningkat menjadi 2.761 kasus dengan 69 di antaranya meninggal dunia.

Berdasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten setempat, dari 45 positif itu, ada 41 di antaranya ditemukan dari pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSU dr Slamet Garut pada 528 sampel swab, dan empat ditemukan dari pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Mereka berasal dari kecamatan Kersamanah (7 kasus), Karangpawitan (6 kasus), Leles (5 kasus), Kadungora (4 kasus), Cilawu (3 kasus), Cikajang (3 kasus), Samarang (2 kasus), Selaawi (2 kasus), Bayongbong (2 kasus), Cibatu (2 kasus).

Tarogong Kaler (2 kasus), Garut Kota (1 kasus), Limbangan (1 kasus), Malangbong (1 kasus), Pangatikan (1 kasus), Pasirwangi (1 kasus), Tarogong Kidul (1 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (1 kasus). Terdiri 28 perempuan dan 17 laki-laki berusia delapan hingga 68 tahun.

Sedangkan tiga pasien positif meninggal dunia yakni laki-laki (KC-1631) 64 tahun dari Kecamatan Samarang, laki-laki (KC-2131) 27 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler, dan perempuan (KC- 2726) 41 tahun dari Kecamatan Cilawu. Sehingga angka kematian akibat penularan bertambah menjadi 69 kasus.

Koordinator Humas GTPP Covid-19 Garut Muksin katakan, terdapat juga perkembangan cukup menggembirakan dengan penambahan 37 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Mereka 19 perempuan dan 18 laki-laki, berusia lima hingga 70 tahun.

Seluruhnya dari 17 kecamatan. Yakni Tarogong Kidul (6 kasus), Tarogong Kaler (4 kasus), Samarang (4 kasus), Garut Kota (4 kasus), Selaawi (3 kasus), Karangpawitan (3 kasus), Cibatu (3 kasus), Cigedug (1 kasus), Cilawu (1 kasus).

Kemudian Cisompet (1 kasus), Cisurupan (1 kasus), Leles (1 kasus), Pameungpeuk (1 kasus), Pangatikan (1 kasus), Pasirwangi (1 kasus), Sucinaraja (1 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (1 kasus). Maka mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi 1.475 orang.

Berdasar data Sub Divisi Pencegahan GTPP Covid-19 Garut, hingga Ahad (13/12-2020) pukul 13.00 WIB, terdapat 1.215 pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan, dan dua pasien positif menjalani isolasi mandiri, katanya.

 

***

Abisyamil, JDH/Foto :  Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here