Tiga Faktor Dominan 760 Warga Garut Terinsfeksi HIV/AIDS di Tengah Wabah Covid-19

0
46 views
Perkembangan Terinfeksi HIVAIDS di Tengah Pandemi Wabah Covid-19.
Menyebar pada 40 Wilayah Kecamatan.

“Dikepung Orientasi Laki Seks Laki”

Garut News ( Jum’at, 10/07 – 2020 ).

Tiga faktor resiko dominan di tengah wabah Covid-19 penyebab 760 warga Kabupaten Garut terinsfeksi HIV/AIDS hingga akhir Juni maupun pertengahan 2020, terdiri 325 HIV dan 435 AIDS. Sedangkan yang paling dominan lantaran ‘Laki Seks Laki’ (LSL) mencapai 213 kasus (80 AIDS, dan 133 HIV).

“Dua faktor dominan lainnya berupa 188 IDU’s/Penasun maupun jarum suntik narkoba meliputi 135 terinfeksi AIDS dan 53 HIV, serta 165 pasangan Resti perempuan (97 AIDS, dan 68 HIV),” ungkap Ir Denden Supresiana.

Wahai Para Pemimpin, Kabupaten Garut Mau Dibawa Kemana….?

Direktur Eksekutif ‘Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia’ (PKBI) kabupaten setempat tersebut kepada Garut News, Jum’at (10/07-2020), katakan estimasi Kemenkes 2015 (978), total Outreach (760), meninggal (181).

Kemudian ODHA yang masih hidup, intens didampingi (579), Outreach dengan ARV (503), serta Gap/Outreach belum ARV (76).

Disusul faktor resiko HRM (Pria Resti) terinsfeksi 113 (72 AIDS dan 41 HIV), pasangan Resti laki-laki 34 (18 AIDS dan 16 HIV), waria terinsfeksi 24 (15 AIDS dan sembilan HIV), 16 Prinatal/Anak (11 AIDS dan lima HIV), tak terindentifikasi lima terinsfeksi AIDS. Serta dua Wanita Pekerja Seks (WPS) terinsfeksi AIDS.

Menurut golongan umur mulai kurang satu tahun hingga lebih 60 tahun, terdapat pula lima terinsfeksi AIDS yang tak diketahui usianya. Mereka meliputi 513 laki-laki (288 AIDS dan 225 HIV), serta 247 perempuan (147 AIDS dan 100 HIV).

Sedangkan sebarannya pada 40 wilayah kecamatan, terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota mencapai 223 kasus yang terinsfeksi (147 AIDS dan 76 HIV), disusul di Kecamatan Tarogong Kidul 103 kasus (66 AIDS dan 37 HIV), serta Tarogong Kaler 52 kasus (31 AIDS dan 21 HIV).

Beragam kalangan menyatakan, sangat prihatin kabupatennya dikepung perilaku orientasi laki seks laki, sehingga bisa menjadi tamparan sangat telak bagi banyak pihak. Lantaran daerah ini pun, selama ini pula dikenal agamis.

Namun orientasi laki seks laki cenderung menjadi gaya hidup, antara lain akibat jauh dari nilai luhur agama, pola asuh keluarga, dan juga pengaruh lingkungan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here