Tanggap Darurat Dipercepat Di tengah Peningkatan Kemiskinan

0
12 views
Sangat Parahnya Kondisi Kerusakan Alam, dan Lingkungan Karangtengah.
Fakta Apalagi yang Bisa Didustakan…????.

“Di tengah Peningkatan Kemiskinan”

Garutnews ( Senin, 06/12 – 2021 ).

Pemkab Garut percepat penerapan masa tanggap darurat bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Karangtengah, dan Sukawening.

Bahkan kini penanganannya memasuki tahapan pascabencana, yang sebelumnya menetapkan masa tanggap darurat bencana pada kedua wilayah kecamatan tersebut, berlangsung hingga 11 Desember 2021.

“Insya Allah, tak memerpanjang tanggap darurat karena beberapa tempat sekarang dalam rangka rekonstruksi. Tinggal satu desa perlu mendapatkan perhatian, Desa Cintamanik Karangtengah. Itu agak mendapatkan perhatian sebab harus ada infrastruktur dibuat,” katanya saat meninjau lokasi bencana Karangtengah dan Sukawening, Ahad (05/12-2021).

Buruh Perkebunan.

Dipastikan lokasi bencana itu memasuki fase pascabencana. Sehingga pihaknya segera melakukan beberapa perbaikan, dan  pengerukan. Juga, ada beberapa sodetan perlukan perbaikan-perbaikan.

Dikatakan, kini, ketersediaan air di lokasi bencana tercukupi lantaran sebelumnya dirinya menugaskan Dirut PDAM Tirta Intan menyelesaikan permasalahan air di Sukawening.

”Bahkan memberikan bantuan uang Rp1 juta bagi warga untuk membersihkan masing-masing rumahnya melalui program cash for work,” katanya pula.

Dikemukakan, pihaknya pun akan memberikan dana maksimal Rp50 juta bagi penyintas bencana rumahnya hanyut. Juga akan memberikan kompensasi kepada pemilik sawah di lokasi bencana Rp5 juta per hektare.

Pihaknya akan melakukan pula asesmen mengenai penyebab terjadinya bencana di kedua kecamatan ini, dan bagaimana langkah perbaikannya ke depan, kata Bupati.

“Di tengah Peningkatan Kemiskinan”

Bupati Rudy Gunawan mengakui ‘angka kematian ibu’ (AKI), ‘angka kematian bayi’ (AKB), serta angka stunting di kabupatennya mulai menurun. Justru di tengah angka kemiskinannya mengalami kenaikan.

Meski demikian, namun dia tak menyebutkan berapa persisnya angka penurunan AKI/AKB maupun stunting tersebut.

Sedangkan, naiknya angka kemiskinan Garut, kemungkinan dampak pandemi terhadap perekonomian masyarakat.  Hal itu terindikasi dari fakta Kabupaten Garut mendapatkan jatah bantuan sosial akibat Covid-19, terbanyak di Jawa Barat.

“BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) paling banyak, beserta tambahan–tambahan program kemarin menyangkut PKH (Program Keluarga Harapan) juga cukup tinggi,” ungkapnya pada Peringatan ke-57 Hari Kesehatan Nasional Tingkat Kabupaten Garut di Lapangan Setda, Senin (06/12-2021).

Terkait persoalan ini, dia katakan pihaknya segera memerbaiki infrastuktur, khususnya di bidang kesehatan, serta menambah beberapa fasilitas kesehatan.

Kini Pemkab menambah lagi tiga rumah sakit, dan meningkatkan status Puskesmas dari Non DTP (Dengan Tempat Perawatan) menjadi DTP, serta pembangunan 30 unit Pustu (Puskesmas Pembantu) pada 2023.

Kadinkes Maskut Farid juga katakan, sekarang jumlah Puskesmas di Kabupaten Garut mencapai 67 unit. Sedangkan jumlah Pustu, mencapai 130 unit.

Selain itu, pihaknya pun berusaha memerbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Salah satunya perbaiki pelayanan Puskesmas, rujukan rumah sakit, alur ambulans, dan promosi kesehatannya, kata dia.

“Jadi maksudnya, UKM (Usaha Kecil Menengah)-nya, public health juga kita perbaiki. Jadi supaya yang sehat ini tetap sehat, tapi juga yang sakit, kita obati sebaik-baiknya,” katanya pula.

Berapa AKI/AKB, dan kasus stunting saat ini. Hingga berita ditulis, Sekretaris Dinas Kesehatan Leli Yuliani malahan bungkan, tak menjawab ditanya soal tersebut.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Yayan Waryana pada Januari 2021, AKI/AKB Kabupaten Garut pada 2017 menempati urutan pertama tertinggi dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Dengan AKI 74 kasus, dan AKB 333 kasus. Namun pada 2020, AKI/AKB menurun menjadi menempati peringkat ketiga. Tetapi tak menyebutkan angka kasusnya secara persis.

Ironinya, menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Garut, Rizki Safaat Nurahim pada November 2021, AKI per Januari hingga pertengahan November 2021 mencapai 99 kasus. Lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus 2017. Namun tak disebutkan jumlah AKB nya.

Sedangkan kemiskinan di Kabupaten Garut berdasar data BPS 2020 tercatat mencapai 262.78 jiwa. Atau naik sekitar 9,98 persen setara 26.300 jiwa dari kemiskinan 2019 mencapai 235,19 jiwa (8,98 persen).

Persentase penduduk miskin tersebut masih berada di atas rata-rata Jabar mencapai 8,43 persen, dan di bawah rata-rata nasional mencapai 10,16 persen.

*****

Abisyamil/Ilustrasi Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here