Taman Satwa Cikembulan Bertahan di Tengah PPKM

0
44 views
Bersama Kang Acil (Sebelum Covid-19).
drh Widya Chaerani.

“Tiga Telur Nuri Bayan, Dua Menetas”

Garutnews ( Senin, 30/08 – 2021 ).

Meski sekurangnya selama dua bulan terakhir tak menerima kunjungan wisatawan lantaran ‘pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat’ (PPKM), namun Taman Satwa Cikembulan bertahan bisa memenuhi kebutuhan pakan hewan, termasuk memenuhi hak penghasilan seluruh karyawan pengelola.

Bahkan juga berhasil mengembangbiakan Dua Nuri Bayan (Electus Roratus), burung berukuran sedang sepanjang 43 cm dari salahsatu genus burung paruh bengkok pada daerah sebarannya di wilayah Maluku, Kepulauan Sunda Kecil, Papua, Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon.

Usia Satu Bulan Hingga Kini. (Ist).

Sedangkan status Konservasi beresiko rendah. Nuri Bayan jantan berbulu warna hijau, bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru, serta kaki berwarna abu-abu kehitaman.

Semula ahli burung di Eropa mengira Nuri Bayan jantan, dan betina merupakan dua spesies beda. Ini disebabkan lantaran perbedaan warna bulu mencolok antara jantan dan betina.

“Sehingga diharapkan kepedulian Pemkab setempat mengapresiasinya dengan konvensasi yang memadai terhadap andil Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, yang selama ini tetap eksis mengembangkan wisata edukatif berbasis ekologi,” imbuh Manager Taman Satwa ini Rudy Arifin, SE didampingi drh Widya Chaerani, Senin (30/08-2021).

******

John.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here