SMKN 2 Garut Mantapkan Penyelenggaraan Pendidikan Empat Tahun

0
258 views
Kampus SMKN 2 Garut.

Garut News ( Rabu, 06/12 – 2017 ).

Kampus SMKN 2 Garut.

SMKN 2 Garut, Jawa Barat, kini semakin “concern” memantapkan penyelenggaraan pendidikan empat tahun pada Jurusan Geologi Pertambangan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor. 9/2016 Tentang Revitalisasi Pendidikan Khususnya Kejuruan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada lembaga pendidikan formal kejuruan tersebut, Undang Suryana, Spd.Kim katakan penyelenggaraan program ini guna mengantisipasi usia lulusannya masih muda.

Undang Suryana.

Sehingga dengan penyelenggaraan pendidikan selama empat tahun, dinilai bisa mulai mantapnya diri maupun pribadi lulusan pada usia 18 tahun.

Selain itu, sebagai upaya peningkatan kualitas kompetensi kejuruan yang berlangsung lebih lama, melalui penambahan waktu satu tahun.

Serta guna mewujudkan kesetaraan kualitas setiap seluruh lulusan, menyusul selama ini pun jika dibandingkan dengan Asean, ternyata masih ketinggalan kemampuan lulusan kita.

Bahkan sekalipun dibandingkan pula dengan lulusan dari Thailand maupun Malaysia yang lama pendidikan kejuruan menengahnya selama empat tahun, imbuh Endang Suryana kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (06/12-2017).

Dikatakan, para peserta didiknya pada kelas tiga (12) diikutsertakan Ujian Nasional (UN), kemudian pada kelas 13 mereka menjalani ujian kompetensi sehingga lulusannya berizasah setara lulusan Diploma Satu (D1).

Kegiatan Belajar Mengajar Bersuasanakan Kondisif.

Sedangkan realisasi maupun pelaksanaan program pendidikan empat tahun tersebut, berlangsung sejak tahun pelajaran 2017/2018 ini, yang kini diikuti dua rombongan belajar dengan 68 murid kelas 10.

Lantaran terdapat tiga murid mengundurkan diri dengan alasan terlalu lamanya menjalani proses pendidikan, disusul 72 murid kelas 11 dan 68 murid kelas 12 pada jurusan Geologi Pertambangan itu, masih seperti biasa berprogram pendidikan tiga tahun.

Kemudian pada program pendidikan empat tahun, semester akhir kelas 12 dan semester awal kelas 13 peserta didiknya diikutsertakan magang industri pertambangan mineral termasuk pertambangan golongan C.

Sehingga kini pun, pengelola STMN 2 Garut gencar berupaya maksimal bisa menjalin kerjasama maupun MoU dengan perusahaan-perusahaan tambang swasta maupun milik BUMN, di antaranya PT. Timah, dan Aneka Tambang.

Diharapkan para lulusannya juga bisa berperan mengembangkan potensi pertambangan di kawasan Selatan Garut. Karena sejak 2005 dalam 13 angkatan telah menghasilkan sekitar 400 – an lulusan.

Undang Suryana juga mengharapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemkab Garut bisa menunjang sedikitnya 50 persen alokasi kebutuhan pendanaan para murid yang melaksanakan kegiatan magang.

Pengelola SMKN 2 Garut pun hingga kini masih menunggu ragam kebijakan atasan, dalam kelanjutan penerapan kurikulum 2013 revisi kejuruan, ujar Undang Suryana meanambahkan mengenai lembagai pendidikannnya yang semula berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).

Yang juga dijadikan sekolah rujukan, yang MoU nya terealisasi kemudian ada revitalisasi empat tahun.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here