Selamat Datang Tahun 1443 Hijriyah Miliki Banyak Keistimewaan

0
5 views
Selamat Datang Tahun Baru Islam.
Selamat Datang Tahun 1443 Hijriyah.

“Miliki Banyak Keistimewaan”

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP) Kabupaten Garut, Gun Gun Sukma Utama, ST Beserta Seluruh Jajaran Keluarba Besar Bidang Pertamanan dan Pemakaman .

Direktur Utama, Yudi Raharja Kurniawan, SE dan Direktur Dani Wardani, ST Beserta Seluruh Jajaran Keluarga Besar PT LKM Garut.

Camat Tarogong Kidul, Drs Doni Rukmana Beserta “Forum Koordinasi Pimpinan” (Forkopim) Kecamatan setempat, dan Seluruh Jajaran Keluarga Besar Kecamatan, Para Lurah, Para Kepala Desa, serta Lembaga Kelurahan, Tokoh Agama, juga Tokoh/Pemuka Masyarakat.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Guntur Melati Garut, Sofyan Hidayat Bersama Seluruh Jajaran Keluarga Besar Satuan Pelayanan Terminal tersebut.

Keluarga Besar Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Mengucapkan :

Selamat Datang Tahun 1443 Hijriyah. Muharram bulan pertama bersistem penanggalan Hijriyah. Lantaran memiliki banyak keistimewaan.

Pertama, Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang pada bulan tersebut diharamkan berperang dan berbuat kezaliman. Empat bulan haram itu Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Kedua, Rasulullah menisbatkan Muharram dengan syahrullah (bulan Allah). Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram.” (HR Muslim).

Ketiga, puasa Asyura 10 Muharram. Berkaitan dengan hal ini, Nabi SAW bersabda, “Berpuasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dosa) tahun sebelumnya.” (HR Muslim).

Keempat, tidak berbuat zalim di dalam bulan-bulan haram, salah satunya bulan Muharram. Segala bentuk perbuatan zalim diharamkan dilakukan di seluruh bulan, tapi di bulan-bulan haram lebih diharamkan dan lebih besar dosanya.

“Allah SWT menjadikan dosa yang dilakukan di bulan-bulan haram itu lebih besar dosanya, demikian pula amal saleh dan pahala lebih agung.” (Tafsir Ibnu Katsir).

****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here