Sehari Jelang PSBB Pertokoan Garut Semakin Disesaki Pengunjung

0
25 views
Sermakin Berdesakan, Selasa (05/05-2020).
Berkondisi Mengkhawatirkan.

“Helmi Budiman Ingatkan PSBB Harus Optimal Cegah COVID-19”

Garut News ( Selasa, 05/05 – 2020 ).

Sehari menjelang penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar’ (PSBB), pertokoan maupun pusat perbelanjaan Kota Garut (Pengkolan) semakin disesaki pengunjung bertumpahruah berdesakan berbelanja ragam kebutuhan konsumtifnya, Selasa (05/05-2020) siang.

Kondisi tersebut juga kian diperparah padatnya volume arus beragam jenis kendaraan pun kerap padat tersendat, termasuk nyaris berlangsung sepanjang Jalan Pramuka.

Juga Memacertkan Arus Lalulintas.

Sehingga Pemkab setempat kian memantapkan kesiapan rancangan teknis pelaksanaan PSBB, bersama kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Barat pada 6-19 Mei 2020.

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman mengungatkan, siapa pun pelanggar aturan PSBB tersebut bakal mendapatkan sanksi tegas. Lantaran PSBB harus efektif maupun optimal mencegah penyebaran wabah pandemi Coronavireus desease COVID-19.

Padat Tersendat.

“Maka setiap hari terdapat kegiatan razia, jika ada yang melanggar ditindak sesuai aturan,” tandasnya.

Dikemukakan, dukungan Pemkab Garut terhadap Pemprov Jabar menerap PSBB guna memutuskan mata rantai penyebaran wabah itu di kota besar maupun daerah.

Memburu Kebutuhan Konsumtif.

Sedangkan ‘Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan’ (Forkopkes) berharap jaminan keamanan, dan keselamatan petugas medis melaksanakan tugas menangani wabah. Mereka mengaku selama ini mendapatkan tekanan malahan ancaman penculikan pihak tak bertanggung jawab.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menetapkan penerapan PSBB parsial pada 14 wilayah dari 42 kecamatan.

“Helmi Budiman Ingatkan PSBB Harus Optimal Cegah COVID-19”

“Terdiri wilayah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Cilawu, Banyuresmi, Karangpawitan, Wanaraja, Selaawi, Cibatu, Cisurupan, Cikajang, Cigedug, Kadungora, dan wilayah Kecamatan Balubur Limbangan”

Keempatbelas wilayah kecamatan tersebut, terdapat konfirmasi positif Covid-19, kawasan perkotaan juga padat penduduk, dan terbilang merupakan gerbang masuk dari zona merah.

“Bersama Pemprov Jabar menerapkan PSBB selama 14 hari sejak 6-19 Mei 2020,” imbuh Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut juga Wakiul Bupati Helmi Budiman.

H Muksin, S.Sos, M.Si (paling kanan).

Selama PSBB berlangsung, aktivitas setiap seluruh penduduk berdomisili di wilayah kecamatan-kecamatan ini dibatasi. Antara lain aktivitas pendidikan, aktivitas kerja baik PNS maupun swasta, kegiatan keagamaan, fasilitas umum, kegiatan sosial, budaya hingga pembatasan moda transportasi, serta pasar rakyat dan pasar modern.

“Setiap orang diwajibkan melaksanakan PSBB, di antaranya wajib lapor 24 jam, melaporkan tamu yang masuk atau keluar, wajib lapor. Keluar masuk daerah harus lapor. Ada check point, di dalamnya ada operasi razia penegakan disiplin,” tegas Helmi pula.

Meski banyak kegiatan dibatasi, namun beberapa hal mendapatkan pengecualian dari PSBB. Seperti pelayanan kesehatan, aparat, dan pelayanan kebutuhan sembako. Dengan detail teknis penerapan PSBB dituangkan dalam Peraturan Bupati.

“Perkembangan Terpapar Covid-19”

“Perkembangan Terpapar Covid-19”

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten setempat, H Muksin, S.Sos, M.Si memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di kabupatennya hingga, Senin (04/05-2020) pukul 18.00 WIB. “Hasil dari Rapid Test menemukan lima kasus Reaktif,” ungkapnya.

Kelima kasus itu, Laki-laki (57) dari Kecamatan Banyuresmi, Perempuan (58) dan Laki-Laki (38) dari Kecamatan Tarogong Kidul, Laki-laki (49) dari Kecamatan Pameungpeuk, dan Laki-laki (23) dari Kecamatan Leuwigoong.

Dilaksanakan tracing dan tracking pada beberapa tempat di Kecamatan Karangpawitan enam orang hasilnya non reaktif, dan di Kecamatan Garut Kota tujuh orang hasilnya juga non reaktif.

Totalitas Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) mencapai 3.247 kasus, terdiri OTG 744, 432 masih dalam tahap observasi dan 312 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

ODP 2.438 kasus, rinciannya 133 masih dalam pemantauan, 11 dalam perawatan, dan 2.294 selesai pemantauan, 13 di antaranya meninggal.

PDP 54 kasus. (empat kasus sedang dalam perawatan dan 50 kasus selesai pengawasan, 12 di antaranya meninggal.

Sedangkan Konfirmasi +, 11 kasus terdiri delapan dalam perawatan di rumah sakit, satu kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, satu kasus dinyatakan sembuh, dan 1 kasus meninggal.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here