Sebaran Terinfeksi HIV/AIDS Kian Mengepung Kabupaten Garut

0
101 views
Guntur Yana Hidayat.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 26/01 – 2017 ).

Guntur Yana Hidayat.
Guntur Yana Hidayat.

Setiap 1 Desember Hari AIDS Sedunia,  sehingga Panitia Penyelenggara Kegiatan Hari AIDS Sedunia 2016 Pemkab Garut  menyelenggarakan puncak peringatannya bertemakan  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”.

Bertujuan memberikan  Informasi HIV-AIDS seluas-luasnya  kepada masyarakat kabupaten setempat, agar mereka terhindar dari HIV-AIDS sekaligus menghilangkan Stigma dan Diskriminasi kepada Orang terinfeksi jenis penyakit tersebut. 

Sedangkan pelaksanaannya diagendakan berlangsung pada Selasa 31 Januari 2017 masing-masing pada pukul 01.00 WIB – 16.00 WIB (Sesi 1), kemudian pukul 19.30 WIB –  22.00 WIB ( Sesi 2) di Villa Jaya Sakti 4 Rancabuaya Kecamatan Caringin, Selatan Garut, ungkap Pengelola Program “Komisi Penanggulangan AIDS” (KPA) kabupaten, Guntur Yana Hidayat, SE

Guna menyukseskan kegiatan ini, dimohon setiap SKPD terkait mengirimkan perwakilan peserta maksimal satu orang berpakaian Olahraga Lengkap, imbuh Guntur Yana Hidayat kepada Garut News, Kamis (26/01 – 2017).

Sedangkan Ketua Pelaksana,  dr H Helmi Budiman, antara lain bisa dihadiri Bupati, Sekda Asisten Bidang Kesehatan, serta sejumlah pimpinan institusi teknis terkait.

Helmi Budiman katakan,  agenda kegiatan di antaranya penyajian materi Informasi Dasar HIV AIDS dan IMS, Warga Peduli AIDS (WPA) dan PIKM, Pengukuhan Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan Caringin, Puncak Hari AIDS Se Dunia 2016 (Petisi Gerakan Hidup Sehat – Cap Tangan di Kain Putih).

Kemudian, Pemeriksaan Gratis (Konseling & Tes HIV dan IMS) Kepada Masyarakat Pantai Rancabuaya, dan Hiburan.

Dikemukakan, Penanggulangan HIV/AIDS salah satunya  mencegah dan melindungi masyarakat ataupun komunitas beresiko tinggi tertular  HIV/AIDS.  Salah satu upaya pencegahan HIV/AIDS paling penting upaya preventif sejak dini terhadap penularan  HIV/AIDS agar tak menimbulakan gejolak di tataran masyarakat Garut.

Sehingga dengan adanya upaya preventif sejak dini, biaya dikeluarkan masyarakat terdampak bisa ditekan seefektif mungkin, dengan cara mengakses layanan kesehatan pada Puskesmas terdekat di wilayahnya.

Dengan diperingatinya Hari Aids Se Dunia ini,  juga diharapkan sebagai diteksi dini pencegahan penularan HIV AIDS dan IMS dengan memberikan informasi tepat dan benar kepada masyarakat, sehingga di masyarakat tak terjadi Gejolak sangat mereshakan yang akhirnya menghilangkan serta mengikis Stigma, dan Diskriminasi terhadap Orang terinfeksi HIV AIDS (ODHA).

Penularan HIV  dan IMS pada tahun-tahun ini mengalami pergeseran kenaikan signifikan kepada kaum perempuan,  sebagai Pekerja Sex ataupun Ibu-ibu rumah tangga  mengalami penularan dari suami.

Data Kasus Orang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS

Mulai 2007 s/d 2016 di Kabupaten Garut

NoTahunKasus BaruJumlahKumulatif
120072121
220082546
320093682
4201048130
5201122152
6201249201
72013149350
8201454404
9201534437
10201687524

 

Data Kasus HIV/AIDS

Januari 2015 s/d Desember 2016

NoJenis KelaminAIDSHIV TOTAL
1Laki-laki211128339
2Perempuan11768185
Jumlah Total328196524

 

HIV AIDS Menurut Faktor Usia

 

NoKelompok UmurAIDSHIVTOTAL
1< 1123
21-511516
36-9314
410-24171027
625-39248152400
740-49442468
850-59426
Jumlah Total328196524

 

HIV AIDS menurut Faktor Resiko

 

NoFaktor ResikoAIDSHIV TOTAL
1LSL (LAKI SEX LAKI)183149
2WARIA13720
3WPS (WANITA PEKERJA SEX)202
4IDU’s / PENASUN13951190
5HRM (PRIA RESTI)522476
6PASANGAN RESTI :
PEREMPUAN9546141
LAKI-LAKI141226
7PERINATAL/ANAK10515
8TATOO000
9TAK TERIDENTIFIKASI505
Jumlah Total348176524

 

Sebaran HIV AIDS di Wilayah Kabupaten Garut

 

NoWilayah KecamatanAIDSHIV TOTAL
1GARUT KOTA11135146
2TAROGONG KIDUL632790
3TAROGONG KALER271441
4KARANGPAWITAN10919
5CILAWU13518
6KADUNGORA14216
7WANARAJA7815
8BAYONGBONG11213
9CIBATU8513
10LELES9211
11BANYURESMI459
12CIKAJANG729
13SAMARANG527
14MALANGBONG404
15LEUWIGOONG224
16LIMBANGAN303
17PAMEUNGPEUK213
18CISOMPET202
19PAKENJENG202
20CIBALONG112
21CISURUPAN112
22PANGATIKAN101
23BUNGBULANG101
24SUCINARAJA011
25MEKARMUKTI011
26CIBIUK011
27KERSAMANAH011
28PASIRWANGI011
29CIGEDUG011
30CIKELET112
Jumlah Total328196524

*******

Sangat  diharapkan pula adanya masukan-masukan  inovatif dan cepat agar penyebaran dan penularan HIV bisa terkendali serta menghasilkan suatu kebijakan yang dasar hukumnya kuat, seperti adanya kesepakatan lokal yang bermuatan pada keagungan budaya lokal setempat sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan Penanggulangan dan Penularan HIV/AIDS.

Dalam kegiatan Penanggulangan HIV/AIDS  dengan program Pencegahan Melalui Tranmisi Seksual atau disebut juga PMTS dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan empat komponen utama, yaitu :

  1. Peningkatan peran positif pemangku kepentingan (PEMDA, Mucikari/Germo, RT/RW setempat)
  2. Komunikasi dan Perubahan perilaku (Masyarakat beresiko tinggi tertular HIV)
  3. Manajemen pasokan distribusi Logistik (Media KIE, Alat Pengaman/Kondom)
  4. Penatalaksanaan Layanan Kesehatan (IMS dan HIV)

Dalam skema Program PMTS   ada tiga SSR berperan aktif sesuai tugas pokoknya (tupoksi) yaitu SSR KPA, Dinas Kesehatan dan LSM.  Dengan tiga SSR ini diharapkan bisa saling berkoordinasi dalam hal Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Garut.

Tujuan Umum dari kegiatan memperingati Hari AIDS Se Dunia,  untuk peningkatan kordinasi di antara stake holder, penggiat Peduli AIDS, Masyarakat, dan Populasi Kunci bersama KPA Kabupaten Garut sebagai peningkatan kegiatan  Penanggulangan dan Pencegahan Penularan HIV AIDS dan IMS dengan memberikan penyebaran Informasi yang tepat dan benar.

Tujuan Khususnya,  menyelaraskan Program Pemerintah Daerah Garut “Amazing Garut” dengan memersiapkan SDM dan menyediakan  Layanan Kesehatan yang prima di Puskesmas-Puskesmas khususnya Penanggulangan Penyakit Menular (HIV AIDS dan IMS) kepada masyarakat di wilayah Garut.

Sehingga  kegiatan ini pun diharapkan adanya kegiatan yang inovatif dan cepat agar penyebaran dan penularan HIV bisa terkendali serta menghasilkan suatu kebijakan yang dasar hukumnya kuat, seperti adanya kesepakatan lokal yang bermuatan pada keagungan budaya lokal setempat sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan Penanggulangan dan Penularan HIV/AIDS, imbuh Helmi Budiman.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here