Santri Yadul ‘Ulya Penimba Ilmu di Tengah Pandemi

0
22 views
Mufid, Rehat Bersama Secangkir Kopi.

“Lintas Manhaj, Komunitas, dan Pemikiran, Ketat Terapkan Protokol Kesehatan”

Garutnews ( Sabtu, 31/10 – 2020 ).

Pandemi predator Covid-19 masih mengepung dunia termasuk di seluruh daerah Indonesia, belum menandakan segera berakhir. Menjadikan layanan pendidikan, kesehatan, dan geliat perekonomian nyaris kian tak berkepastian.

Meski demikian sebagian kalangan masyarakat senantiasa bersabar, bahkan berupaya bertahan berkegiatan memenuhi tugas kewajibannya demi kemaslahatan kehidupan diri, keluarga, umat, agama, serta bangsa.

Secangkir Kopi Rehat di Agro Park.

Seperti diperlihatkan Ponpes/Kuttab Digital Modern Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.

Di tengah deraan coronavirus disease 2019, Yadul ‘Ulya justru semakin bersemangat pada komitmen mewujudkan kemandirian pesantren dengan mengembangkan ragam kewirausahaan. Sekaligus berupaya maksimal menguatkan upaya peningkatan imunitas seluruh komunitas pesantren.

Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Garut Manfaatkan Rehat Siang Dengan Membaca juga Menghafal Alqur’an.

Prioritas pengembangan kemandirian wirausahanya antara lain meliputi sektor tanaman pangan, sayuran/hortikultura, peternakan, dan perikanan dipadukan konsep agro wisata dengan dikembangkannya wahana agropark dan kampung domba.

Juga dikembangkan usaha konveksi baju muslim, air isi ulang terafi kesehatan, resto, penjualan sembako murah, dan anjungan jajanan lainnya di Resto Pesta Baso Aci di Jalan Cimanuk/Jayaraga.

Pesta Baso Aci Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Ponpes tersebut pun konsisten menggelar ragam kegiatan sosial sebagai wujud empati serta kepedulian sosial ekonomi terhadap masyarakat terdampak wabah Corona.

“Setiap Jum’at saban pekannya, bergiliran kita distribusikan bantuan sembako bersumber dari kalangan dermawan,” ungkap Pimpinan Yayasan Tahfidz Garut M. Angga Tirta, Sabtu (31/10-2020).

Sampaikan Bantuan Bagi Korban Bencana Banjir Bandang/Longsor di Pameungpeuk.

Yadul ‘Ulya tak segan pula ‘turun gunung’ langsung mengajak masyarakat melakukan perbaikan sarana umum maupun menyelenggarakan penataan lingkungan.

Sedangkan kesulitan belajar secara daring, tak lama sejak pandemi maut merebak, Yadul ‘Ulya juga menyediakan fasilitas wifi gratis bagi pelajar dan mahasiswa untuk keperluan belajar daring.

Setiap pengguna jasa itu disediakan fasilitas area khusus, koneksi internet, serta air minum gratis. Namun dilarang keras merokok, dan harus konsisten menerapkan protokol medis.

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

“Kewirausahaan Yadul ‘Ulya dikembangkan berbasis ketahanan pangan agar bisa pula memenuhi kebutuhan konsumsi gizi, dan nutrisi bagi internal masyarakat pesantren,” imbuh M. Angga Tirta.

“Pada saatnya, secara terencana, setiap santri bakal dilibatkan agar berketerampilan mumpuni berwirausaha sesuai minatnya masing-masing. Sehingga mereka tak hanya menguasai ilmu agama, melainkan juga bisa memiliki kemandirian usaha dengan bekal mapan keterampilannya,” ujarnya.

Pustaka Masjid Ponpes Yadul ‘Ulya.

Yadul ‘Ulya sendiri merupakan lembaga pendidikan pesantren didirikan empat orang berlatar belakang beda namun disatukan visi yang sama, yakni berkeingingan menjadi wahana perbaikan umat melalui pendidikan berbasis al Qur’an. Sebuah pesantren lintas manhaj, komunitas, dan pemikiran.

Dibukanya beragam bisnis dan usaha pesantren, diharapkan dapat menyediakan banyak lapangan pekerjaan serta peluang usaha, baik bagi keluarga pesantren dan sekitarnya maupun umat secara umum.

Para Pensiunan Berolahraga Lintasi dan Rehat di Ponpes Yadul ‘Ulya.

Semangat tak putus asa menimba ilmu sekaligus mengembangkan kewirausahaan pada lingkungan Yadul ‘Ulya di tengah pandemi Covid-19 tampak misalnya pada keseharian dilakukan salah seorang santrinya, Mufid.

Pria berusia 20 tahun asal Jintap Kecamatna Cetis Kabupaten Ponorogo Jawa Timur itu setiap hari sejak tiga bulan terakhir, serius memelajari dan langsung mempraktekkan keterampilannya mengelola pertanian ragam komoditi bernilai ekonomi.

Lembah Agro Park Ponpes Yadul “Ulya.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan suami isteri Sutomo (52) dengan Hindun (50) itu, sejak awal kedatangannya ke Yadul ‘Ulya memang bertekad menjadi ahli agama sekaligus dapat meraih keberhasilan mandiri berwirausaha.

Dia menyebutkan, di pesantren Tahfidh al Qur’an Yadul ‘Ulya ini, para santri pun dikenalkan dengan olahraga memanah, berkuda serta berenang sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh.

Sterilisasi Setiap Kamar Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Oleh Team DT. Peduli.

Selain, tentu saja, tetap senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aala.  Demikian foto berita garutnews.com akhir pekan ini, Sabtu (31/10-2020).

Dari Garut juga dilaporkan, berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat menunjukkan hingga, Sabtu (31/10-2020) Pukul 19:15:07 WIB, total kasus mencapai 11.673 Orang.

Masjid Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Mereka terdiri terkonfirmasi positif 720 orang, Probable 0 kasus, Suspect 3.196 kasus, serta Kontak Erat menembus angka 7.757 orang.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here