Sabar Ibarat Obat Pahit, Inilah Empat Jenis Sabar

Sabar Ibarat Obat Pahit, Inilah Empat Jenis Sabar

170
0
SHARE
Mengepresikan Diri pun Diperlukan Kesabaran Melatih Diri.
Mengepresikan Diri pun Diperlukan Kesabaran Melatih Kemampuan Diri.

“Dengan sabar seorang hamba terhindar dari segala mudharat”

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam kitab Minhajul Abidin yang ditulis Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau yang dikenal Imam Al-Ghazali dijelaskan tentang manfaat bersabar.

Imam Al-Ghazali menyampaikan, sifat sabar merupakan obat yang pahit dan minuman yang tidak disukai, tetapi mengandung keberkahan. Dengan sabar seorang hamba akan memperoleh banyak keuntungan dan terhindar dari segala mudharat.

Maka, dengan khasiat seperti itu, orang yang berakal sehat pasti akan memaksakan diri untuk meminum obat pahit (bersabar), dan rela tahan dengan rasa pahitnya obar (sabar) itu.

Hingga Kapan pun Diperlukan Kesabaran Pengembangan Kualitas Kapasitas Diri.

Dia yakin bahwa rasa pahit yang sebentar itu akan menghasilkan ketenangan jiwa selamanya.

Imam Al-Ghazali juga menjelaskan dalam bukunya bahwa ada empat macam sabar. Pertama, sabar dalam ibadah dan ketaatan.

Kedua, sabar dari berbuat maksiat. Ketiga, sabar dari melakukan hal-hal yang tidak berguna dan berlebihan di dunia. Keempat, sabar dalam menghadapi ujian dan musibah.

Menjalani Proses Pembelajaran Dengan Bersabar.

Jika kamu bisa menahan pahitnya ujian hidup dan mampu bersabar dengan empat macam kesabaran tersebut, niscaya kamu akan memperoleh karunia berupa ketabahan, istiqamah serta karunia yang lebih besar di akhirat nanti.

Kamu juga akan selamat dari beragam tindakan maksiat serta bencana yang akan didapatkan jika kamu bermaksiat, baik di dunia maupun di akhirat.

Hasil positif lainnya dari bersabar adalah kamu tidak akan terjebak dalam urusan dunia yang tidak bermanfaat serta tenggelam dalam dosa yang merugikan.

Tentu tidak terbayangkan banyaknya pahala yang akan diperoleh dari sikap sabar atas ujian yang menimpa kita dan atas apa yang hilang dari sisi kita.

Sikap sabar akan membuat kita mampu meraih lezatnya ibadah, kemuliaan, ketakwaan, kezuhudan, kebajikan dan selamat dari dosa.

Perincian keutamaan sabar itu tidak diketahui selain oleh Allah sendiri. Dilansir dari Kitab Minhajul Abidin yang diterjemahkan Abu Hamas As-Sasaky dan diterbitkan Khatulistiwa Press 2013, Imam Al-Ghazali menjelaskan seorang yang sabar akan tetap selamat di dunia dari kebingungan, kegelisahan, kesal dan ratap tangis kesedihan, juga selamat dari hukuman dan siksaan di akhirat nanti.

Sedangkan mereka yang justru menunjukkan sikap lalai, gelisah dan tidak sabar maka akan lenyap seluruh manfaat sabar itu darinya. Mereka akan menghadapi berbagai kerusakan dan kerugian jika tidak istiqamah dalam beribadah dan ketaatan kepada Allah.

Mereka yang tidak bersabar tentu tidak akan dapat menyembah Allah secara benar. Jika mereka tidak bersabar dalam upaya melindungi pengabdiannya, maka ibadahnya bisa rusak.

Jika mereka tidak sabar dalam beribadah secara teratur, maka mereka tidak akan dapat mencapai derajat taat yang paling tinggi.

********

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY