Sabar-Dholim-Taubat, Ponpes Yadul ‘Ulya Tumbuhkan Ta’awun

0
34 views
KH Thonthowi Musaddad, MA.

“Manusia Dengan Posisi dan Konsekeunsinya”

Garut News ( Jum’at, 31/07 – 2020 ).

“Ragam konsekuensi terhadap posisi diri berupa sabar, dholim, dan taubat,” ungkap KH Thonthowi Musaddad, MA pada khutbah Iedul Adha 10 Julhijah 1441 H di Lapangan Otista Alun Alun Garut, Jum’at (31/07-2020).

Dihadapan Bupati H. Rudy Gunawan beserta Pj Sekda Garut H. Zat Zat Munazat serta ribuan jemaah shalat Iedul Adha, dikemukakan sabar itu orang yang konsekuen dengan posisi diri.

Bupati Antara Lain Bersama PJ Sekda Garut Juga Masyarakat Melaksanakan Shalat Iedul Adha 10 Julhijah 1441 H.

Kemudian dholim, orang yang tidak konsekuen dengan posisi diri. Sedangkan taubat merupakan orang yang kembali konsekuen dengan posisi diri.

Dikemukakannya, ibadah mencakup segala aspek kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, kehidupan masyarakat, hingga kehidupan berbangsa da bernegara.

Jum’at (31/07-2020).

Lantaran, manusia dimana pun berada. Ia memiliki posisi berikut konsekuensinya. Di rumah sebagai ayah, ibu, anak, kakak, adik. Di kampus sebagai dosen, mahasiswa, akademik, staf, juga satpam.

Demikian pula di rumah sakit, di bank, di kantor, di pasar, di jalan, serta di pesawat terbang. Setiap posisinya memiliki konsekuensinya masing-masing.

Ribuan Warga Seputar Kota Garut.

Yang menjadi pertanyaan menurut Thonthowi Musaddad, apa posisi manusia di alam dunia ini di hadapan Allah SWT? dan apa konsekuensi posisi tersebut?.

Allah SWT pencipta, manusia diciptakan, Allah SWT 100 persen pemilik atas segala ciptaan-Nya, manusia nol persen yang dimiliki oleh Allah SWT, Allah SWT pengatur atas milik-Nya, manusia diatur oleh Allah SWT.

Bupati Sampaikan Hewan Qurban.

Sehingga pengertian ibadah (abdun orangnya, ibadah aktivitasnya), aktivitas seseorang di dalam memposisikan dirinya sebagai abdun di hadapan Allah SWT dengan segalan konsekuensinya.

Melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta bersikap sabar atas ketentuan-Nya suka atau duka.

PJ Sekda Garut Serahkan Hewan Qurban.

“Tumbuhkan Sikap Ta’awun”

Menumbuhkan sikap ta’awun (saling membantu antar sesama umat manusia), khususnya di kalangan umat Islam. Selama ini masif diselenggarakan Keluarga Besar Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut.

Merupakan salah-satu pesan ibadah qurban, berupa penyembelihan hewan qurban merupakan simbol kedermawanan dan solidaritas sosial di antara kita. Pembinaan ukhuwah dan persaudaraan termasuk salah satu ditanamkan Rasulullah sejak dini dalam masyarakat Islam:

(مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَآدِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَى (متفق عليه

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hubungan cinta kasih dan kasih sayang satu sama lain seperti satu jasad yang apabila ada salah satu bagiannya sakit maka seluruh tubuh itu akan merasakan sakit.” (Muttafaqun alaih).

Wakili Wabup Serahkan Hewan Qurban.

Ponpes modern digital di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul ini, seusai menyelenggarakan shalat Iedul Adha. Berlanjut penyembelihan satu sapi serta tujuh domba, bahkan diagendakan tahun depan menyembelih unta.

Seekor domba di antaranya disampaikan kepada Ponpes Miftahul ‘Ulum di Kampung Cipeucang RT/RW.05/03 Desa/Kecamatan Sukawening Garut, sebagai wujud empati juga kepedulian.

Pemotongan Satu Sapi, dan Tujuh Domba di Ponpes Yadul ‘Ulya.

Sumbangsih daging hewan qurban dari Ponpes Tahfidz Qur’an tersebut, juga disampaikan kepada Ponpes Hidayatul Mubtadi’in dengan 100 santri di Kampung Genteng Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong.

Pelaksanaan shalat Iedul Adha 1441 Hijriah derngan penerapan protokol kesehatan, bertemakan “Semangat Berkurban untuk Solidaritas Sosial dalam Tatanan Baru, Produktif dan Aman dari Covid-19“.

Ponpes Yadul ‘Ulya.

Selaku Imam, Ketua DKM Masjid Agung KH. Aceng Mimar Hidayatullah, dan Khotib, KH. Tontowi Jauhari Musaddad, MA.

Bupati Rudy Gunawan, bersyukur bisa berkumpul bersama meski wabah Covid-19 masih melanda Indonesia termasuk di kabupatennya.

Seluruh Kepanitiaan Dilaksanakan Para Santri.

“Kita bisa berkumpul melaksanakan shalat, karena tahun ini tidak melaksanakan shalat Idul Fitri bersama lantaran ada wabah Covid-19, Kabupaten Garut terus berupaya melakukan pencegahan wabah corona ini,” imbuhnya.

Berjarak aman dan tentu juga mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, berpola hidup bersih dan sehat. Tetapi yang penting lagi berdoa kepada Allah SWT guna mendapatkan perlindungan-Nya dan tetap diberi kesehatan, imbuhnya pula.

Seekor domba di antaranya disampaikan kepada Ponpes Miftahul ‘Ulum di Kampung Cipeucang RT/RW.05/03 Desa/Kecamatan Sukawening Garut, sebagai wujud empati juga kepedulian. (Foto : Sofi).

Terdapatya 37 terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten Garut, tujuh dirawat di rumah sakit, tiga meninggal dunia, serta 27 sembuh.

Dikatakannya, 2.000 jemaah haji asal kabupaten Garut seharusnya berangkat tahun ini ditangguhkan karena wabah Covid-19 ini, tentu kita doakan kepada saudara-saudara kita telah melunasi ongkosnya mempunyai niat tulus untuk memenuhi panggilan Allah SWT, melaksanakan ibadah haji diberi kesehatan serta pahala karena niatnya tulus.

Empati dan Kepedulian. (Foto : Sofi).

Semoga qurban ini menjadi bagian dari empati kita kepada saudara-saudara yang posisi sekarang ini kegiatan ekonomi tidak berlangsung lancar, banyak saudara-saudara kita kesulitan karena ekonominya tertutup, tetapi sedikit demi sedikit pemerintahan daerah dan pusat berupaya melakukan pemulihan ekonomi agar kembali normal seperti biasanya lagi.

Suasana Ponpes Miftahul ‘Ulum.

”Mengajak kepada warga masyarakat Garut bersama-sama meningkatkan kesadaran sosial dengan memberikan sesuatu yang kita mampu kepada orang tidak mampu, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan perlindungan kita semua,” ujarnya.

Kepada Garut News, Pj Sekda Garut H. Zat Zat Munazat katakan, ragam upaya pemulihan ekonomi masyarakat masif diselenggarakan, namun proses kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka dinilainya masih rawan penularan.

Bupati Sampaikan Santunan Bagi Kaum Dhuafa.

Sedangkan bagi kalangan pelajar juga mahasiswa yang masih belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan, antara lain akibat dampak pola asuh di lingkungan rumahnya masing-masing.

*******

PJ Sekda Garut Sampaikan Santunan Bagi Kaum Dhuafa.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here