Rahmat Allah yang Paling Bisa Diharapkan

0
33 views
Biogas Kotoran Santri Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut, Wujudkan Limbah Menjadi Berkah.

Khazanah

Sabtu 01 Jan 2022 05:20 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Biogas Kotoran Santri Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut, Wujudkan Limbah Menjadi Berkah.

Rahmat bisa mengangkat derajat manusia”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Ulama dan pemikir asal Turki Badiuzzaman Said Nursi mengatakan jika ingin memahami rahmat Allah sebagai perantara yang paling agung dan pembela yang paling bisa diharapkan, maka ketahuilah rahmat tersebut merupakan perantara yang paling kuat untuk bisa sampai kepada Penguasa Yang Maha Agung. 

Menurut dia, Penguasa Yang Agung dan Mulia tersebut adalah Pemelihara alam semesta yang tak pernah meminta bantuan seluruh makhluk-Nya. Dia adalah Mahakaya dan Mahamutlak yang sama sekali tidak pernah membutuhkan makhluk dan alam semesta dari aspek apa pun, di mana seluruh alam semesta di bawah perintah dan pengaturan-Nya, taat pada kebesaran dan keperkasaan-Nya, serta merendahkan diri pada keagungan-Nya.

“Wahai manusia, rahmat tersebut bisa mengangkat derajatmu untuk sampai kepada Dzat Yang Kaya dan bisa membuatmu menjadi ‘kekasih’ Sang Penguasa Abadi Yang Agung itu,” jelas Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul Tuntunan Generasi Muda terbitan Risalah Nur, Jumat (31/12).

Biogas Kotoran Santri Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut, Wujudkan Limbah Menjadi Berkah.

Bahkan, menurut Nursi, Penguasa Yang Agung tersebut bisa mengangkatmu menuju kedudukan hamba yang mendapat seruan-Nya yang agung serta menjadikanmu sebagai hamba yang dimuliakan dan dicintai oleh-Nya.

Akan tetapi, sebagaimana engkau tidak akan sampai ke matahari karena jauh darinya, bahkan engkau takkan bisa mendekat kepadanya. Cahayanya hanya bisa memberikan tampilan dan gambaran matahari tersebut kepadamu lewat perantaraan cermin.

“Demikian pula, kita sangat jauh dari Dzat yang Mahasuci, Matahari azali dan Abadi, tidak bisa mendekati-Nya, tetapi cahaya rahmat Allah membuat Dia dekat kepada kita,” ucap dia.

Biogas Kotoran Santri Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut, Wujudkan Limbah Menjadi Berkah.

Nursi menjelaskan manusia yang berhasil mendapatkan rahmat tersebut berarti telah berhasil mendapatkan kekayaan besar yang tak akan pernah habis.

Adapun cara untuk sampai kepada kekayaan tersebut, ketahuilah bahwa perwujudan rahmat Allah yang paling bersinar, sosok yang paling mencerminkan rahmat tersebut, lisan terfasih yang menuturkannya, orang termulia yang menyerukannya, dan sosok yang oleh Alquran disebut sebagai nabi rahmatan lil-alamin, yaitu Nabi Muhammad SAW.

“Cara untuk sampai kepada kekayaan tersebut adalah mengikuti sunnahnya yang suci,” kata Nursi.

Kompor Biogas Kotoran Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Lalu bagaimana cara untuk sampai kepada Rasul tercinta, dan apa sarananya? Nursi menjelaskan sarana untuk sampai kepada Rasulullah adalah dengan bershalawat.

Karena shalawat kepada beliau bermakna rahmat. Menurut Nursi, mempersembahkan shalawat kepada beliau berarti meminta rahmat untuk rahmat konkret dan hidup itu.

“Ia merupakan sarana untuk sampai kepada sosok yang menjadi rahmat bagi alam semesta ini,” ujar Nursi.

Instalasi Pengolahan Limbah Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Dia pun berpesan kepada seluruh umat manusia untuk menjadikan shalawat sebagai sarana sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu, kata dia, berpegang teguhlah padanya agar bisa mengantarkanmu menuju rahmat Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

“Sesungguhnya doa dan shalawat seluruh umat yang ditujukan kepada Rasul itu menegaskan betapa bernilainya rahmat tersebut, betapa pentingnya anugerah Ilahi tersebut, serta betapa luas dan agung kedudukannya,” kata Nursi.

******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here