Radio Intan Diberhentikan

0
28 views
Kini Menyerupai Kerakap di atas Batu, Hidup Segan-Mati pun Tak Mau.
Ruang Penyiaran.

“Lantaran Tabrak Undang-Undang Penyiaran”

Garutnews ( Senin, 14/03 – 2022 ).

Radio Intan FM Garut sejak dua tahun terakhir diberhentikan penyiarannya lantaran menabrak Undang-Undang No. 32/2002 Tentang Penyiaran, yang turunannya diatur PP. No. 11/2005 Tentang Lembaga Penyiaran Publik.

Padahal radio milik Pemkab setempat tersebut, sejak lebih 50 tahun silam mengudara memenuhi harapan banyak penggemarnya hingga ke pelosok desa bahkan perkampungan penduduk di lembah-lembah pegunungan.

Selain menampilkan siaran perdesaan bernara sumber akhli pertanian, juga kerap melantunkan lagu-lagu Seni Sunda, serta antara lain mengagendakan siaran bernuansakan Agama Islam, dan kearifan lokal.

Ruang Tamu.

Nama dan lokasi radio penyiaran ini pun berganti-ganti, di antaranya “Sturada” (Stasiun Radio Daerah) berlokasi di Jalan A. Yani (sekarang gedung KNPI), kemudian berpindah ke Jalan Pramuka (kini komplek Islamik Center).

Dengan nama “RSPD” (Radio Siaran Pemerintah Daerah), serta berpindah lokasi menempati komplek kantor BPPK-Intel di Jalan Patriot, radio itu berstatus “UPTD” (Unit Pengelola Teknis Daerah) Radio Intan FM hingga saat ini.

Terbitnya UU. No. 32/2002 Tentang Penyiaran, mengharuskan beralih status menjadi Lembaga Penyiaran Publik yang dibentuk oleh negara/pemerintah daerah.

Namun kenyataannya tak semudah membalik ‘daun’, sebab harus melalui proses panjang dan melelahkan termasuk pembentukan dasar hukum berupa ‘Peraturan Daerah’ (Perda) yang melibatkan DPRD dengan ragam proses regulasinya termasuk studi banding.

Termasuk pula kajian teknis dan sebagainya, dipastikan pula memerlukan fulus yang nilai nominalnya cukup lumayan besar.

Semoga, bupati pro aktif menyelamatkan aset daerah ini sekaligus bisa mengantisipasi jaringan frekuensi radio penyiaran publik ini, tak dimanfaatkan oleh yang bukan haknya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Muchsin antara lain katakan “diharapkan bisa kembali segera dioperasionalkan,” katanya.

******

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here