Puasa Menjadi Perisai dari Pebuatan Tercela

0
18 views
Diperlukan Upaya Serius Mengendalikan Diri.

Rabu 28 Apr 2021 16:50 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Perbuatan tercela bisa dicegah dengan puasa”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Puasa bisa menjadi perisai seorang muslim dari segala perbuatan yang tercela. Dengan puasa maka kita terhalang dari dusta, berkata kotor, berlaku bodoh, penuh caci maki, dan sebagainya.

“Perisai ini diharapkan bukan hanya berlaku saat puasa saja, tetapi menyebar dan meluas sampai bulan-bulan selanjutnya di luar Ramadhan,” kata Candra Nila Murti Dewo Jati dalam Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar.

Puasa dapat merubah menjadi pribadi lebih baik yang diharapkan oleh seorang hamba selepas Ramadhan. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya.

Majalah Dinding Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Puasa itu bagaikan perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah dia berkata kotor dan tidak juga berlaku kasar. Jika ada orang yang dicaci maki, maka hendaklah ia mengatakan Sesungguhnya aku sedang berpuasa..”

Dikatakan oleh Abdurrahman ad-Dausauri bahwa ada beberapa rahasia puasa yang bisa diungkap oleh seorang hamba. Dan barangsiapa yang berhasil mengungkap dan mengambil hikmah terbesar dan puasa, maka ia termasuk orang yang beruntung.

“Karena memaksimalkan puasa bukan hanya sebagai ibadah rutinitas tahunan tetapi karena ingin meraih ribuan bahkan jutaan pahala dapat mengalir setiap harinya,” katanya.

Beberapa manfaat puasa dan rahasia itu adalah. Puasa bisa menjadi metode yang tepat untuk melakukan perubahan.

Salah satu manfaat terdahsyat nya adalah menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu yang tepat bagi seorang muslim untuk melakukan perubahan. Perubahan kearah yang lebih baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

“Suasana yang tepat dan atmosfer mendukung untuk menahan diri dari segala godaan yang disukainya dan alam bawah sadarnya membimbingnya untuk mengatakan ‘tidak’ terhadapa godaan nafsu syahwatnya,” katanya.

Maka, kata Candra, tidak salah dan berlebihan jika perubahan akhlak dan perilaku seseorang dimulai dari momen yang tepat, yaitu berpuasa di bulan Ramadan. Karena Ramadhan ini merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here