Ponpes Yadul ‘Ulya Berkontribusi Mengatasi Masalah Global

Ponpes Yadul ‘Ulya Berkontribusi Mengatasi Masalah Global

183
0
SHARE
Detail Amati Ecobrick.

“Mendesak Dikerjasamakan Dengan DLH”

Garutnews ( Rabu, 10/07 – 2024 ).

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bappeda Kabupaten Garut, Gun Gun Sukma Utama, ST berpendapat, Komunitas di Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya berkontribusi mengatasi masalah global.

Menurutnya, permasalahan global saat ini di antaranya berupa perubahan iklim, panasnya suhu udara, dan sampah plastik.

Berperahu.

Namun selama ini dengan kearifan lokalnya, komunitas dari lembaga pendidikan keagamaan tersebut, bisa membuktikan pemanfaatan limbah sampah plastik menjadi perahu/rakit sebagai sarana para santri berlatih SAR di balong bahkan Sungai Cikamiri.

Kepada Garutnews di ruang kerjanya, Rabu (10/07-2024), Sukma Utama katakan apapun pemanfaatan sampah plastik itu, yang penting dapat memotivasi juga edukasi kepada masyarakat agar mereka tidak memubuang sampah sembarangan.

“Mendesak Dikerjasamakan Dengan DLH”

Apalagi sampah plastik termasuk bekas kemasan makanan serta minuman sangat sulit bisa terurai dengan tanah, tumpukan/timbunan sampah pun salasatu penyebab terjadinya banjir.

Sedangkan perahu/rakit yang dikemas apik Komunitas Pesantren di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul itu berbahan baku pelapis dari Ecobrick, inovasi visioner yang dikembangkan sebagai solusi pengolahan limbah plastik.

Bisa Dijadikan Bahan Baku Aksesories.

Bermaterial plastik atau sampah plastik, Ecobrick ini memiliki sifat dasar dari plastik yakni kuat, anti air, dan awet.

Manfaat utama dari aspek pengelolaan limbah plastik. Dibandingkan membuang membakar atau menimbun sisa-sisa plastik berpotensi menjadi faktor pencemaran alam.

Simulasi Bermanuver.

Inovasi limbah ini juga memiliki beragam manfaat lain, dari sisi fungsional dan sisi ekonomis.

Sisi fungsional, sering menjadi material dasar dalam memproduksi sebuah barang. Mulai dari pembuatan furnitur, perabotan indoor, hingga material pembentuk sebuah bangunan semisal dinding ruang.

Kendati sederhana bentuknya, Ecobrick dapat menjadi material substitusi bangunan seperti batu bata merah atau batako.

Pandangan Belakang.

Juga memiliki nilai ekonomi. Selain mengirit biaya pembuatan produk juga bisa menjualnya ke pasaran. Saat ini, Ecobrick banyak dijual ke platform-platform jual beli online.

Bahkan, sejumlah bank Sampah pada beberapa wilayah di Indonesia pun bersedia membeli ecobrick dengan sejumlah uang tunai.

Dikemudikan.

Gun Gun Sukma Utama mengingatkan pula, permasalahan sampah pun dapat mengganggu inprastuktur. Namun jika dimanfaatkan dengan inonasi dan kreativitas, maka sampah plastik dapat diwujudkan menjadi inprastruktur apapun.

Karenanya menurutnya pula, geliat inovasi dan kreativitas Komunitas Pesantren Yadul ‘Ulya kian mendesak dikerjasamakan dengan pihak ‘Dinas Lingkungan Hidup’ (DLH) kabupaten setempat, imbuh Sukma Utama.

***********

Esay/Fotografer : Abah John.  

SHARE
Previous articleKera Liar Hebohkan ASN BPS Garut

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY