Perspektif Lingkungan Yadul ‘Ulya Aset Potensi Garut

0
13 views
Wahana Instalasi Biogas Bersumber Tinja Santri.
Wahana Instalasi Biogas Bersumber Tinja Santri.

“Bersyukur Diberikan Allah SWT, Terjadi atas izin-Nya”

Garutnews ( Jum’at, 19/11 – 2021 ).

Bisa membangun fasilitas Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an, Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul untuk keumatan. Sebagai aset Potensi Garut yang sangat layak mendapatkan perhatian serius Pemkab setempat.

“Bahkan, patut diberi dorongan kegiatan maupun program. Lantaran dapat mewujudkan kemandirian ekonomi yang menjadi motivasi juga memacu pihak lain merefleksikannya meski tak sejenis,” ungkap Gun Gun Sukma Utama, ST.

Membangun Berperspektif Lingkungan.

Menurut Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada  ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP) Kabupaten Garut itu, Jum’at (19/11-2021), pola pengembangan pada lembaga pendidikan Islami ini harus ditiru atau diteladani.

Sebab laboratorium alam dan lingkungan berbasis pesantren tersebut, dikemas dengan ragam langkah inovatif, kreatif, dan inspiratif. Sehingga perlu terus digaungkan agar bisa terekpos lebih luas, imbuhnya ketika ‘nalingakeun’ (mengamati) pembangunan biogas.

Gun Gun Sukma Utama, ST mengemukakan pula sangat luar biasa beragam geliat upaya mewujudkan kemaslahatan umat yang selama ini konsisten diselenggarakan setiap seluruh pengelola Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Penerima Manfaat Bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Dia pun detail mempresentasikan para pemikir cendikiawan muslim dalam mewujudkan kesejahteraan umat sekaligus memberantas kemiskinan.

Pimpinan Yayasan Yadul ‘Ulya Garut, Ust. M. Angga Tirta Widya Prihandani kepada Garutnews katakan, “Saya bersyukur yang diberikan Allah SWT. Karena terjadi atas izin-Nya. Maka senantiasa berupaya memberi terbaik kepada umat, dan bangsa.”

“Tinja Santri Dijadikan Sumber Energi Terbarukan”

Mitigasi Cegah Tanah Longsor.

Tinja ratusan santri Tahfidz Qur’an Ponpes Yadul ‘Ulya selama ini bermuara pada ‘septic tang’ yang merepotkan lantaran kerap dilakukan penyedotan wc, segera diubah menjadi sumber energi terbarukan dan berkelanjutan.

Biomassa itu bisa membantu mengurangi bahan bakar juga membantu meningkatkan kemandirian energi, serta mengurangi polusi dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi berguna, ujar Ust. Angga.

Penggalian selebar 3,3 meter, panjang 8,25 meter juga berkedalaman tiga meter.

“Sangat bersyukur juga mengapresiasi positif, atas bantuan ‘Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan’ (KLHK) yang membangun instalasi biogas tinja santri,” imbuhnya pula.

Sehingga dipastikan dibangunnya sumber energi terbarukan dan berkelanjutan pada 2021, guna memenuhi kebutuhan penerangan lampu beserta pemasok kalori untuk memasak di dapur umum.

Terjalin Kolaborasi.

Kini antara lain gencar disiapkan lubang bergaris tengan sekitar empat meter berkedalaman tiga meter, serta penggalian untuk media selebar 3,3 meter, sepanjang 8,25 meter juga berkedalaman tiga meter. Sebagai wahana Instalasi Biogas Tinja Santri.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada  ‘Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan’ (DLHKP), Gun Gun Sukma Utama, ST pun bersama Agro Park Ponpes Yadul ‘Ulya menjalin kolaborasi usaha tani ramah lingkungan.

Termasuk pengembangan benih ragam vegetasi bernilai konservasi alam beserta lingkungan.

Resto Agro Park.

Berikut pesan moralnya ;

Dari Abu Hurairah RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh perkara. Apakah kamu harus menantikan kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendurkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal, padahal dia adalah sejelek-jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya kiamat, padahal kiamat adalah sesuatu yang amat berat dan amat menakutkan.” (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut menyadarkan kita bahwa di tengah sempit dan terbatasnya waktu, manusia hendaknya membekali diri dengan berbagai kebaikan. Beramal sebanyak mungkin dan terus menebar manfaat. Kita tak mengerti kapan maut akan datang.

Rehat Sejenak.

Oleh karena itu, bersiap-siaplah. Jangan tertipu dengan masa muda dan kesehatan yang prima. Selalu ingat bahwa waktu yang tersedia di dunia amatlah sebentar. Esok atau lusa, ketika ajal menjelang, semua kesempatan yang ada akan hilang.

Diplomasi Secangkir Kopi.

Sungguh, dunia tempat kita hidup saat ini merupakan ladang bagi kehidupan akhirat. Siapa yang banyak menanam, tentu ia akan banyak memetik hasilnya. Dan ingat, apa yang kita tanam, itulah yang akan dipetik di kemudian hari.

******

Pelbagai Sumber, Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here