Persaudaraan dalam Islam

0
43 views
Wisata Sehat Alami D’Leuwi Panawuan.

Hikmah

21 Jun 2022, 03:30 WIB

Rehat di D’Leuwi Panawuan Usai Berolahraga Bisa Tingkatkan Kualitas Perekat Persaudaraan, serta Kesetiakawanan Sosial.

“Persaudaraan merupakan tuas naik, dan turunnya kemakmuran serta kesejahteraan suatu bangsa”

OLEH MOCH HISYAM

Kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa dapat ditentukan dari tingkatan persaudaraan masyarakatnya. Jika tingkatan persaudaraannya semakin naik, semakin tinggi pula kemakmuran dan kesejahteraannya. Jika semakin menurun, turun pula tingkat kesejahteraan dan kemakmurannya.

Persaudaraan merupakan tuas naik dan turunnya kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Kuatnya ikatan hati, empati, dan simpati merupakan pendongkrak naiknya tingkat persaudaraan.

Resto & Camping Ground D’Leuwi Panawuan, Wisata Edukasi dan Keluarga yang Inspiratif.

Sedangkan, acuh tak acuh, apatis, dan saling curiga menjadi sebab persaudaraan mengalami degradasi.

Dalam ajaran Islam, ukhuwah atau persaudaraan ditempatkan pada tempat yang tinggi lagi luhur. Ia juga merupakan bukti bahwa Islam sangat konsen dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Resto & Camping Ground D’Leuwi Panawuan, Wisata Edukasi dan Keluarga yang Inspiratif.

Ukhuwah dalam ajaran Islam didefinisikan sebagai kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah.

Ajaran Islam memerintahkan kita untuk merawat dan menjaga persaudaraan ini. Bila terjadi gesekan segera mengadakan islah dan perbaikan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu mendapat rahmat” (QS al-Hujurat [49]: 10).

Wisata Alami yang Islami.

Bila kita mampu menjaga dan merawat ukhuwah atau persaudaraan ini, rahmat Allah SWT akan tercurah kepada kita baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat dan bangsa.

Di antaranya berupa keamanan, kenyamanan, keharmonisan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir dan batin.

Tersedia Ragam Menu Pilihan, Termasuk Seblak Parasmanan.

Untuk meningkatkan dan menjaga agar persaudaraan ini tetap terikat dengan kuat ada kaidah-kaidah yang harus tertanam dalam diri kita yang kemudian kita terapkan atau kita aplikasikan saat menjalankan jalinan persaudaraan.

Ada tiga kaidah yang terkait dengan persaudaraan yang harus kita perhatikan. Pertama, kaidah bersaudara. “Al-Ukhuwwatun mabniyatun ‘ala almutathallibaati laa ‘ala al id’aa aat.” Artinya, “Persaudaraan itu dibangun di atas apa yang orang lain suka, bukan atas tuntutan hak.”

Produk Penunjang Kemandirian Ekonomi Pesantren Tahfidz Yadul ‘Ulya Garut.

Jelasnya, jangan berpikir tentang apa yang harus saya dapatkan, tetapi berpikirlah apa yang bisa kita berikan untuk menguatkan jalinan persaudaraan.

Kedua, kaidah fikih. Al aslu fii dammi almuslimi wa ‘irdhihi wamaalihi alhurmatun.” Artinya, “Hukum asal darah Muslim, hartanya, dan kehormatannya adalah terjaga (dilarang dirampas). Rasulullah SAW bersabda, “Setiap Muslim dengan Muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya” (HR Muslim).

Mengajak Berpatungan Beras.

Ketiga, kaidah hati. Itqaaul qalbi yatsmuru itsqaaal jawaarih.” Artinya, “Hati yang terjaga baik akan berbuah pada anggota badan yang terjaga.”

Semoga Allah SWT mempersatukan hati kita dan menguatkan persaudaraan kita sehingga kehidupan masyarakat berbangsa ada dalam keridhaan-Nya dan menjadikan masyarakat dan bangsa ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Amin.

Ceria Bersama.

Wallahu a’lam.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here