Pengenalan Piranti K3 Kebakaran Berbasis Teknologi AR

Pengenalan Piranti K3 Kebakaran Berbasis Teknologi AR

410
0
SHARE
Bertukar Informasi.
Membangun Piranti Komunikasi Efektif & Efisien.

“Lebih Efektif serta Efisien”

Oleh: Ridwan Setiawan, S.T., M.Kom., Sri Rahayu, S.T., M.Kom. dan Iis Komalasari.

(Institut Teknologi Garut/ITG).

Garutnews ( Kamis, 09/11 – 2023 ).

Ada sekitar 30 persen tragedi kebakaran di Kabupaten Garut bersumber dari ledakan kebocoran gas, sehingga masih banyak terjadi kasus tersebut tak bisa dihindarkan.

Lantaran kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap piranti ‘Keselamatan, dan Kesehatan Kerja’ (K3) kebakaran termasuk cara penggunaannya.

Mengemas Apik Piranti Komunikasi.

‘Dinas Pemadam Kebakaran’ (Disdamkar) kabupaten setempat memiliki Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dikomandani Syam Sumaryana, SH, MH yang juga memprogramkan sosialisasi guna memberikan edukasi kepada masyarakat.

Termasuk terhadap setiap seluruh lembaga maupun institusi masyarakat, yang memerlukannya.

Dialog Interaktif.

Namun selama ini formulanya menggunakan powerpoint bervisualisasi perangkat proteksi kebakaran hanya bagian luar, masih belum visualisasi bagian dalam dari beragam piranti pemadam kebakaran.

Maka pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi pun memainkan peran besar mengubah cara hidup dan bekerja manusia.

Integrasi antara dunia fisik, digital, dan biologis tak hanya memengaruhi pendidikan, ekonomi, dan industri. Melainkan pula merambah ke ranah pemerintahan (Schwab et al., 2019).

Utamakan Pencegahan.

Di antaranya ‘Augmented Reality” (AR), gabungan antara dunia digital dan fisik, interaksi yang dilakukan dalam waktu nyata, beserta pengenalan objek virtual dan nyata juga akurat dari bentuk 3D.

Melalui pemanfaatan teknologi AR berkaitan edukasi K3 dapat diakses dengan smartphone. Masyarakat bisa mengakses materi sosialisasi dimanapun dan kapanpun.

Menjadi inovasi dalam proses edukasi sosialiasi dalam mengenalkan piranti K3 kebakaran yang lebih menarik, lebih jelas, dan memungkinkan lebih efektif (Mustaqim, 2016).

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana membuat aplikasi Implementasi AR Pengenalan Alat K3 Kebakaran dengan menggunakan metode prototyping?
  2. Bagaimana membuat aplikasi yang bisa membantu dalam program kerja sosialisasi pengenalan Alat K3 Kebakaran dengan menerapkan AR?

Tujuan

  1. Membangun aplikasi Implementasi AR Pengenalan Alat K3 Kebakaran bermetode prototyping agar menghasilkan aplikasi berkualitas baik, dan pengembangan lebih cepat sehingga aplikasi yang dibangun memenuhi harapan pengguna;
  2. Membangun aplikasi Implementasi AR Pengenalan Alat K3 Kebakaran yang membantu, dan memudahkan proses sosialisasi pemadam kebakaran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Pengenalan Alat K3 Kebakaran. Beserta tata cara penggunaanya agar meningkatkan pengetahuan masyarakat, memudahkan masyarakat mempelajari serta memahami alat K3 Kebakaran, dan tata cara penggunaanya.

Metode

Metode penelitian ini menggunakan Prototyping terdiri beberapa tahapan yakni Communication, Quick Plan, Modeling Quick Design, Construction of Prototype, dan Deployment Delivery & Feedback (Pressman & Maxim, 2020).

Hasil dan Pembahasan

Pada tahapan Communication, peneliti mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan sistem akan diimplementasikan dalam aplikasi.

Quick Design, peneliti membuat time schedule menggambarkan keseluruhan pembuatan aplikasi dibangun dari setiap tahapan dengan menggunakan analogi gambaran estimasi waktu rencana dalam jam untuk setiap tahapan pembuatan aplikasi yang dilakukan.

Modeling Quick Design, peneliti mengidentifikasi aktor terlibat sistem, dan merancang pemodelan sistem dengan Unified Modeling Language yakni merancang use case diagram, merancang class diagram serta merancang struktur menu.

Construction Of Prototype, peneliti membuat perancangan prototype aplikasi menggunakan software figma, dan pemodelan 3D untuk objek alat K3 kebakaran dengan software Blender 3D kemudian di implementasikan pada bahasa pemrograman C# menggunakan software Unity 3D.

Pada tahapan ini dihasilkan rancangan prototype, dan tampilan aplikasi sesuai rancangan prototype. Deployment Delivery & Feedback, peneliti melakukan pengujian terhadap aplikasi dibangun dengan Black box Testing.

Yakni pengujian terhadap fungsionalitas sistem dilakukan pengembang, Usability Testing yakni pengujian melibatkan penilaian pengguna untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna mengenai aplikasi dibangun dengan menyebar kuesioner 20 responden terdiri 10 pertanyaan dengan lima kriteria pengujian usability melalui pengolahan data skala likert, dan tabel evaluasi dilakukan setiap tahapan metode prototyping.

Aplikasi implementasi AR pengenalan alat K3 kebakaran dibangun agar memermudah proses edukasi program kerja sosialisasi pemadam kebakaran kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan dan bagian-bagian alat K3 kebakaran.

Sehingga masyarakat mendapatkan materi sosialisasi bisa diakses kapan saja dan dimana pun melalui smartphone yang dimiliki.

Penerapan AR diharapkan menjadi salah satu hasil teknologi membantu kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai penyedia informasi alat K3 kebakaran yang lebih inovatif serta memberikan pengalaman visual terkait alat K3 kebakaran.

Pada aplikasi yang dibangun dapat digunakan sebagai sarana penyedia informasi alat K3 kebakaran guna meningkatkan wawasan, dan membantu masyarakat memelajari alat K3 kebakaran lebih inovatif dan interaktif melalui interaksi visual dengan teknologi AR.

Simpulan

  • K3 kebakaran bisa digunakan sebagai piranti penunjang sosialisasi pemadam kebakaran terkait pengenalan alat K3 kebakaran menerapkan teknologi AR. Bermetode Prototyping bersifat iterasi ini sehingga aplikasi dibangun sesuai kebutuhan pengguna, baik rancangan antarmuka maupun fitur-fitur pada aplikasi.
  • Pada aplikasi dibangun menerapan teknologi AR menampilkan objek 3D alat K3 kebakaran sebagai sarana pembantu kegiatan informasi sosialisasi alat K3 kebakaran, memungkinkan memberi pengalaman visual dan memungkinkan pengguna menjelajahi alat K3 kebakaran dari pelbagai sudut serta memudahkan masyarakat mendapatkan informasi alat K3 kebakaran dan tata cara penggunaanya.
  • Berdasar hasil pengujian Blackbox aplikasi dibangun tak ada kesalahan secara fungsional, berjalan baik sehingga menghasilkan output sesuai yang diharapkan.
  • Berdasar hasil Usability Testing menggunakan kuesioner, aplikasi teruji baik bernilai pengujian 80,1% sehingga aplikasi mudah digunakan, waktu dibutuhkan memelajarinya cepat, mudah diingat pengerjaan fitur-fitur tersedia, tak mengalami error secara fungsionalitas  serta memenuhi harapan dapat antarmuka, fungsionalitas dan penggunaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Syam Sumaryana, SH, MH antara lain menyatakan sangat positif mengapresiasinya, sehingga kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran bisa lebih efektif serta efisien.

******* 

Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY