Pemkab Garut Gagal Lakukan Pencegahan Dini Banjir

0
91 views
Sungai Cimanuk.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 23/10 – 2016 ).

Seorang Penduduk Korban Banjir, Melacak Lokasi Terdampak Dengan Hewan Peliharaannya.
Seorang Penduduk Korban Banjir, Melacak Lokasi Terdampak Dengan Hewan Peliharaannya.

– Pemkab Garut dinilai gagal berupaya menyelenggarakan pencegahan dini bencana alam, khususnya banjir bandang amuk sungai Cimanuk, yang puncaknya berlangsung Selasa malam (20/09-2016) lalu.

Sehingga berdampak banyak kerusakan, bahkan sedikitnya 53 korban jiwa pada 20 September 2016 lalu tersebut. Padahal Pemkab setempat memasukkan program pencegahan dini penanggulangan bencana alam banjir itu, sebagai salah satu bagian prioritas pembangunan dari “Rencana Kerja Perangkat Daerah” (RKPD) Tahun Anggaran (TA) 2016.

Bisa Tumbangkan Sejumlah Pohon Kelapa.
Bisa Tumbangkan Sejumlah Pohon Kelapa.

Anggaran direncanakan memenuhi kebutuhan ini juga cukup besar, mencapai sekitar Rp50 miliar. Ragam jenis kegitan, dan anggaran dalam upaya pencegahan dini bencana banjir tersebut tersebar pada sedikitnya delapan “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) Pemkab.

Sejak penyusunan profil daerah rawan bencana, pemanfaatan ruang, pengelolaan kawasan lindung, pengendalian banjir, kajian mitigasi, pemantauan dan penyebarluasan informasi rawan bencana, peringatan dini, hingga pelatihan penanggulangan bencana.

Tetapi ironis, belum jelas realisasi pelaksanaan program pencegahan dini bencana banjir itu, justeru banjir bandang sungai Cimanuk terlanjur terjadi. Bahkan terjadi pula kerusakan sangat dahsyat pelbagai bangunan dan infrastruktur,  serta meyebabkan sedikitnya 36 meninggal dunia, dan 17 penduduk raib.

Terdamparkan Kasur di Tengah Sawah.
Terdamparkan Kasur di Tengah Sawah.

“Terjadinya banjir Cimanuk itu, kami menilai Pemkab Garut gagal menangani pencegahan dini bencana alam banjir. Ini juga menjadi indikasi Bupati Garut gagal memimpin jajarannya melaksanakan program ditargetkan dalam rencana awal RKPD 2016,” ungkap Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriadi, Ahad (23/10-2016).

Sehingga, patut dipertanyakan keberpihakan dan konsistensi anggaran RKPD 2016 dengan APBD 2016 terkait pencegahan dini bencana banjir sebagaimana ditargetkan. Terdapat dugaan, selain program pencegahan dini bencana banjir tak sesuai sasaran, dan target, juga koordinasi antar-SKPD kurang berjalan baik. Maka program pencegahan dini banjir ini, tak terintegrasi menjadi satu visi.

Pembangunan 20 unit rumah tapak bagi korban terdampak amuk Sungai Cimanuk diawali oleh “Qatar Charity Indonesia” (QSI). Sehingga sebagai “lokomotif”.
Pembangunan 20 unit rumah tapak bagi korban terdampak amuk Sungai Cimanuk diawali oleh “Qatar Charity Indonesia” (QSI). Sehingga sebagai “lokomotif”.

“Cukup mengagetkan, BPBD ternyata tak mampu mendeteksi dini daerah rawan banjir yang justeru kini menjadi daerah paling dahsyat terkena bencana banjir bandang Cimanuk. Dalam dokumen di BPBD, lokasi-lokasi terkena banjir bandang kemarin itu ternyata tak termasuk dalam peta wilayah merah sangat rawan banjir,” tandasnya.

Masih menurut Dudi, selain program tak sesuai target dan sasaran, bencana alam banjir juga terjadi akibat lemahnya penegakkan hukum atau penindakan atas adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Di antaranya Undang Undang (UU) Nomor 41/1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 7/2004 tentang Sumber Daya Air, UU Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang, dan Peraturan Daerah (Perda) Garut Nomor 29/20011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut.

Sekretaris Distarkim, Ir. Luna Aviantrini, MT Beserta Jajaran Dukung Managemen Penanggulangan Pasca Bencana.
Sekretaris Distarkim, Ir. Luna Aviantrini, MT Beserta Jajaran Dukung Managemen Penanggulangan Pasca Bencana.

Dikemukakan terlepas dari berbagai masalah tersebut, terpenting dari peristiwa banjir bandang itu yakni hikmah harus diambil semua pihak agar selalu waspada dengan membina kemampuan deteksi dini bahaya banjir.

Hal ini, juga mesti terigrasi secara baik dalam program kegiatan Pemkab dan semua pihak. Baik menyangkut pembangunan infrastruktur, kebijakan tegas, dukungan anggaran, maupun kesadaran orang per orang masyarakat Garut yang mesti dibangun, untuk turut serta dalam program deteksi dini dan penanggulangan bahaya banjir di masa mendatang, imbuhnya.

 

********

 

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here