Pembelajaran Harus Berlanjut Meski Telah Menamatkan Madrasah

Pembelajaran Harus Berlanjut Meski Telah Menamatkan Madrasah

190
0
SHARE
Pimpinan Yayasan Tahfidz Ponpes Yadul ‘Ulya, M. Angga Tirta Widya.

“Yadul ‘Ulya Wisuda 48 Lulusan”

Garutnews ( Ahad, 23/06 – 2024 ).

Pimpinan Yayasan Tahfidz Ponpes Yadul ‘Ulya, M. Angga Tirta Widya mengingatkan agar setiap seluruh lulusan pesantrennya bisa melanjutkan pembelajaran meski telah menamatkan pendidikan keagamaan di madrasah.

“Tentunya ke jenjang pendidikan keagamaan lebih tinggi supaya semakin bertambah, dan berkembangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki,” imbuhnya di Masjid Yadul ‘Ulya, Ahad (23/06-2024).

Ahad (23/06-2024).

Pada rangkaian helatan “Mewisuda 18 Tahfidz Madrasah Angkatan Ketiga” masing-masing sembilan santri/santriwati tersebut, M. Angga Tirta Widya juga menyampaikan terimakasih kepada para orangtua maupun wali santri.

Karena selama ini telah memberikan kepercayaan untuk dididik juga dibina putra/putrinya kepada lembaga pendidikan keagamaannya.

Dengan Wisudawan Santri.

Diakui, kendati lembaganya masih memiliki ragam kekurangan, namun selama ini pihak pesantren pun senantiasa maksimal berupaya memenuhi pemenuhan penguatan kualitas pendidikan keagamaan ini.

“Karena itu, kami mohon maaf jika masih dirasakan terdapat kekurangan,” imbuh Pimpinan Yayasan Tahfidz itu.

Mewisuda Santriwati.

Dikemukakan pula, apresiasi positif terhadap jalinan kebersamaan para orangtua maupun wali santri terhadap kemajuan, dan perkembangan pendidikan keagamaan di Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya.

Ungkapan senada juga disampaikan Kepala Madrasah, Ust. Abu Syam yang antara lain menyatakan beragam upaya maksimal memenuhi kualitas pendidikan keagamaan senantiasa diselenggarakannya.

Dengan Lulusan Santriwati.

Sedangkan perwakilan orangtua/wali santri detail mengatakan, pesantren ini banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan para santrinya.

Selama ini berhasil mewisuda 48 lulusan terdiri “Wisuda 16 Tahfidz Madrasah Angkatan Pertama, dan Pembagian Raport” di Kampus Peradaban itu, Sabtu – 18 Dzulqodah 1443 H (18/06-2022) silam.

Ust. Salman Al-Syifa, M.Ag.

Kemudian “Wisuda 14 Tahfidz Madrasah Angkatan Kedua, dan Pembagian Raport” pada, Sabtu (01/01-2023) lalu.

Sedangkan pada, Ahad (23/06-2024), “Mewisuda 18 Tahfidz Madrasah Angkatan Ketiga” masing-masing sembilan santri dan santriwati.

Kepala Madrasah.

Orangtua/wali murid menyatakan pula, para santri bisa semakin fasih hafalan Qur’an serta Hadits dan memiliki banyak pengetahuan lainnya.

Ponpes Yadul ‘Ulya pun mengajarkan pelajaran Bahasa Arab setiap pekan.

Perwakilan Para Guru Madrasah.

Pada rangkaian wisuda Angkatan Ketiga juga berlangsung Tabligh maupun Tausyiah dari Ust. Salman Al-Syifa, M.Ag yang detail menyampaikan mengenai sangat pentingnya pendidikan keagamaan dengan senantiasa mengutamakan adab.

Tampilan kreasi termasuk pembacaan puisi dan kesan pesan, berpidato Bahasa Arab disampaikan pula oleh para lulusan, yang diawali pembacaan Ayat Suci Al Qur’an juga oleh wisudawan. Kesan dan pesan pun mengemuka dari Perwakilan Para Guru.

Perwakilan Orangtua/Wali Para Wisudawan.

“Diperlukan Keikhlasan”

Menurut Ust. Salman, sangat banyaknya ujian atau godaan belajar menghafal Al Qur’an.

Sehingga juga sangat diperlukan kesabaran bahkan keiklasan agar bisa hidup berdampingan dengan Al Qur’an.

Diawali Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an.

“Ibarat apabila kita hobi atau menyenangi sesuatu dipastikan rela mengorbankan waktu, pikiran, tenaga serta ikhlas mengeluarkan materi sekalipun untuk hobi tersebut,” katanya.

Demikian pula apabila cinta serta menyenangi Al Qur’an karena sangat besar manfaat, dan fahalanya. Maka kita pun bakal senantiasa ikhlas hidup berdampingan dengan Al Qur’an.

Wisudawan Berpidato Bahasa Arab.

Senang membacanya, memelajari, mengkaji serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapanpun kita berada.

Meski pada awalnya sarat dengan ujian antara lain berupa kejenuhan berakibat membacanya pun menjadi malas malahan melelahkan.

Perwakilan Para Wisudawan.

Padahal kandungan Al Qur’an selain di antaranya tidak hanya sebagai petunjuk, melainkan pula sumber ilmu pengetahuan.

Sehingga para santri lulusan Ponpes Yadul ‘Ulya sangat diharapkan menjadi ‘Nur’ atau cahaya maupun penerang alam semesta beserta seluruh isinya.

Pembacaan Puisi.

Sekaligus menjadi sosok keteladanan bagi sesama guna bersama menelaah, dan mengkaji isi kandungan Al Qur’an.

Antara lain pula sebagai sumber pengetahuan mengenai astronomi, kedokteran, pertanian, sejarah, serta sains & teknologi.

Atraksi Bernuansa Islami.

Sehingga selama ini banyak mewujudkan Ilmuwan Muslim berkaliber dunia seperti halnya pakar kedokteran Ibnu Sina, pengeliling dunia Ibnu Batutah ada sebelum Columbus dan Marcopolo.

Sangat Bernuansakan Islami.

Pencipta pertama pesawat terbang pun adalah ilmuwan muslim termasuk terdapatnya ilmuwan matematika, kita juga mengenal tentang Aljabar serta logaritma.

Diingatkan pula, harta kekayaan memang diperlukan. Tetapi lebih penting serta paling utama bisa hidup dekat berdampingan dengan Al Qur’an, imbuh Ust. Salman antara lain menambahkan.

*******

Esay/Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY