Pameran Ilustrasi Tanaman dalam Alquran Kini Hadir di London

0
5 views
Pesantren Tahfidz, Yadul ‘Ulya Kampung Panawuan Garut.
Kurma.

“Proyek ini menghadirkan 30 lukisan indah flora botani dan bunga Alquran”

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Sue Wickinson merupakan seorang ilustrator botani yang sejak kecil menjadikan tanaman sebagai sumber inspirasinya. Ia mampu merekam dengan akurat variasi warna, tekstur, serta nuansa kecil dari perubahan bentuk.

Selama perjalanan penjelajahannya ke Timur Tengah, dia terkagum-kagum dengan deskripsi bunga dan tumbuhan yang terdapat dalam Alquran. Ia pun mulai bekerja sama dengan seorang ilmuwan dan penulis buku Plants of the Quran: History & Culture, Shahina Ghazanfar.

Infografis Ayat Alquran Membahas Buah Delima – (Republika).

Dilansir di About Islam, Selasa (1/8/2023), dari proyek bersama ini hadir kumpulan 30 lukisan indah yang menggambarkan flora botani dan bunga Alquran. Karya seni tersebut kini dipamerkan di Kew Royal Botanic Garden, London hingga pertengahan September.

Untuk diketahui, dari sekian perumpamaan dan ajaran yang ada dalam Alquran, keindahan alam kerap disebutkan di seluruh kitab suci umat Islam, khususnya tanaman hijau, tumbuh-tumbuhan dan bunga.

Pameran “Plants of the Quran” karya Wickinson menampilkan berbagai macam flora, mulai dari bawang putih, delima, hingga anggur dan henna. Di dalamnya juga ditampilkan informasi tentang signifikansinya dalam teks agama.

Saat meneliti bukunya, Shahina juga menjelajahi teks Mesopotamia kuno dan bahasa semit bahasa Aram dan Ibrani. Hal ini ia lakukan untuk melacak tanaman yang tidak memiliki nama Arab modern.

“Beberapa hal lebih sulit untuk dilacak kembali. Setiap tanaman memiliki keterikatan sejarah dan budaya yang tidak boleh kita lupakan atau hilangkan,” ujar dia dikutip di Metro, Selasa (1/8/2023).

Sementara itu, Sue mengatakan ketertarikannya pada bunga Alquran mulai muncul saat dia mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, yang didekorasi dengan indah.

“Yang membuat saya penasaran, selain bangunannya yang luar biasa, adalah motif botani yang tidak biasa di seluruh lantai dan kolom dan di langit-langit. berbeda dari bentuk geometris,” kata Sue.

Sue pun berkeliling dunia untuk mempelajari lebih lanjut tentang tumbuhan, mengunjungi pegunungan Uni Emirat Arab, Oman, Fiji, dan Australia. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk melihat langsung tampilan tanaman itu dan membuatnya sebagai model.

Saat membuat lukisannya, ia menyebut diperlukan waktu ratusan jam untuk menyelesaikannya. Dalam tiap karyanya, ia menyebut memiliki tanggung jawab untuk menggambarkan tanaman tersebut secara akurat dan estetis.

“Sangat penting untuk bekerja dari model yang hidup. Beberapa tanaman saya tanam sendiri di rumah saya di Selandia Baru, atau pergi ke pegunungan untuk menemukannya,” ucap dia.

*******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here