Blog Page 1000

0

Agus Pakpahan, ekonom kelembagaan

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Senin, 14/09 – 2015 ).

Pahlawan Berlatar Kaki Gunung yang Gersang.
Pahlawan Berlatar Kaki Gunung yang Gersang.

Apa makna kebakaran hutan dan lahan sebagaimana yang terjadi dewasa ini? Apakah ada faktor kesengajaan, termasuk pembiaran, sehingga kebakaran hutan di Indonesia terus terjadi?

Kalau jawabannya “ya” ada faktor kesengajaan termasuk pembiaran di dalamnya, maka tingginya peradaban kita yang sering kita agungkan itu sedang berada dalam kancah pengujian yang serius tentang kebenarannya.

0

“Sekitar Delapan Ratus Hektare Hutan Porak-Poranda, Garut Menjadi Dikepung Bencana”

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 13/09 – 2015 ).

bukujohnAktivitas pembalakan liar pada kawasan hutan Cipicung blok Cigalontang Desa Sukamulya, Pakenjeng, Garut, Jawa Barat, ternyata hingga kini masih berlangsung, malahan semakin sporadis.

0

Ilustrasi Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 13/09 – 2015 ).

Salah satu pelaku ekonomi riel.
Salah satu pelaku ekonomi riel.

Pemerintah pada pekan lalu mengumumkan paket kebijakan yang berfokus pada tiga strategi penyelamatan ekonomi. Maklumat yang penting, tapi tak cukup. Pasar memerlukan langkah nyata penerapan kebijakan tersebut.

0

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 13/09 – 2015 ).

inilahwajahAda sebuah kota fantasi yang terbelah. Tapi barangkali tak istimewa. Tiap kota besar selalu terbelah.

Di satu lapis, ruang hidup dibentuk penduduk yang kaya raya; di lapis lain, orang-orang yang miskin dan terpojok. Di satu sisi, ada bagian yang selalu ingin diperlihatkan, sebagai scene; di sisi lain, bagian yang hendak disembunyikan, obscene.

0

Garut News ( Ahad, 13/09 – 2015 ).

Warga dan tentara berupaya memadamkan kebakaran lahan ladang di Rimbo Panjang, Provinsi Riau, 6 September 2015. Kebakaran hutan disebabkan oleh pembersihan lahan secara ilegal di Sumatera dan kalimantan. (AP PHOTO).
Warga dan tentara berupaya memadamkan kebakaran lahan ladang di Rimbo Panjang, Provinsi Riau, 6 September 2015. Kebakaran hutan disebabkan oleh pembersihan lahan secara ilegal di Sumatera dan kalimantan. (AP PHOTO).

Di tengah kebakaran hutan dan lahan, pemerintah perlu mulai mengaudit perusahaan-perusahaan pemilik konsesi.

Audit berfungsi menghitung aset dan memastikan perusahaan tetap dapat membayar kompensasi ketika terbukti terlibat dalam kasus kebakaran hutan, baik pembiaran maupun tindakan sengaja membakar.

0

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 13/09 – 2015 ).

garut6Presiden Joko Widodo tak keliru ketika mengatakan ia tak mau lagi berbicara soal penyebab dan solusi kebakaran hutan. Kata Jokowi, semua sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Pernyataan ini seharusnya dipegang oleh semua pihak, terutama penegak hukum. Polisi mesti segera mengusut, lalu memenjarakan dalang pembakaran hutan.

Langkah lebih tegas amat perlu karena setiap tahun masalah yang sama selalu berulang. Setiap musim kemarau, sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan selalu panen asap.

Pejabat pemerintah kemudian sibuk menghitung ratusan titik api di kedua wilayah itu. Dampaknya pun sama: terganggunya aktivitas penduduk, termasuk anak-anak yang hendak ke sekolah, hingga ditundanya jadwal penerbangan.

belukar1Buat memerangi asap, kali ini pun pemerintah Jokowi telah bertindak, misalnya, memadamkan langsung di titik api, menciptakan hujan buatan, dan mengatasi gangguan kesehatan penduduk akibat asap.

Hanya, belum tampak langkah serius untuk mencegah pembakaran hutan terulang pada tahun depan. Yang ada baru maklumat dari sejumlah kepolisian daerah yang berisi larangan membakar hutan.

Pemerintah Jokowi semestinya melanjutkan langkah yang sudah dilakukan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun lalu, pemerintah SBY mengaudit perusahaan yang membuka hutan.

bi2Hasilnya, sebanyak 14 perusahaan saat itu melanggar hukum dan enam kabupaten/kota terbukti lalai sehingga memungkinkan terjadi kebakaran hutan.

Presiden Jokowi bisa bertindak serupa lantaran, seperti yang ia katakan, penyebab dan solusi masalah ini sudah jelas. Banyak perusahaan cenderung membuka lahan dengan cara gampang, yakni dengan membakar hutan.

Mungkin karena ada kongkalikong, pemerintah daerah dan kepolisian setempat sering kali pura-pura tidak tahu.

Kepolisian RI selalu bisa menunjukkan data mengenai penindakan terhadap para pembakar hutan.

Tahun ini polisi sudah menangani 29 kasus pembakaran hutan di wilayah Sumatera. Kepolisian Daerah Riau, misalnya, hingga bulan lalu telah menetapkan 28 tersangka kasus pembakaran hutan. Tahun lalu pun tindakan serupa telah dilakukan.

Masalahnya, kenapa pelaku pembakaran seolah tak pernah jera? Jawabannya tentu terletak pada kualitas penindakan. Tersangka yang ditangkap umumnya pelaku di lapangan.

Hukumannya pun tak terlalu berat. Adapun pemilik perusahaan dibiarkan melenggang. Inilah yang membuat mereka tak pernah jera.

Tindakan tegas yang diharapkan tentu saja menyeret perusahaan-perusahaan yang bertindak sembarangan saat membuka lahan. Izin mereka juga harus dicabut agar kapok.

Bahkan namanya mesti masuk daftar hitam, sehingga tak bisa lagi mengajukan permohonan izin bisnis serupa dalam waktu cukup lama.

Hanya dengan langkah tegas, ada harapan besar bahwa tahun depan kita tidak lagi sibuk menghitung titik api. Kita juga tidak perlu membuang anggaran untuk mengatasi asap dari kebakaran hutan.

******

Opini Tempo.co

 

0

“MUI Serukan Penanganan Limbah 14.250 Hewan Qurban”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 12/09 – 2015 ).

Ditawarkan Dengan Harga Rp22 Juta.
Ditawarkan Dengan Harga Sekitar Rp22 Juta.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (12/09-2015), menampilkan bursa perdagangan sapi di antaranya asal Jawa Timur, yang sejak lima hari lalu dipasarkan di seputar Kota Garut, Jawa Barat.

Dengan kisaran harga mulai Rp17 juta per ekor hingga Rp26 juta per ekor.