Ngotot Mereklamasi Meski Diduga Belum Kantongi Perizinan

0
173 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 26/04 – 2016 ).

M. Iwan S. Wiradisastra.
M. Iwan S. Wiradisastra.

PT Banyuresmi Artha, kian beraktivitas di kawasan obyek wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi Garut kendati sangat diduga kuat belum mengantongi perizinan.

Selain menata perkantoran sementara, dan memasang plang kegiatan Normalisasi dan Pengerukan Situ Bagendit mengatasnamakan kerjasama dengan Pemkab Garut, perusahaan tersebut juga menerjunkan sejumlah alat berat, termasuk sebuah kapal keruk atawa penyedot pasir beserta ragam kelengkapannya.

Padahal kegiatan bakal dilaksanakan perusahaan itu belum jelas. Lantaran kegiatan normalisasi dan pengerusakan Situ Bagendit disebut-sebut bersumber dana APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp15 milir ini pun masih proses pelelangan, dan belum bisa dipastikan pemenang lelangnya.

Mobilisasi REagam Alat Berat.
Mobilisasi REagam Alat Berat.

Sedangkan di lokasi juga terindikasi berlangsung kegiatan reklamasi diurugnya sebagian areal situ semula digarap beberapa petani sebagai lahan sawah dengan tanah dan pasir.

Beberapa “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab setempat menyatakan keheranan atas kenekatan PT Banyuresmi Artha melakukan aktivitas di Situ Bagendit. Meski belum pernah ada sosialisasi, konsultasi maupun ekspose dari pihak perusahaan terkait kegiatan tersebut.

Seperti dikemukakan Kepala Bidang Konservasi pada Dinas “Sumber Daya Air dan Pertambangan” (SDAP) Iwan S Wiradisastra.

Meski mengakui pihaknya pernah didatangi pengusaha dari PT Banyuresmi Artha. Perusahaan itu tahu-tahu melalui konsultannya meminta Dinas SDAP membuat kajian dan penghitungan teknis secara rinci menyangkut kegiatan di Situ Bagendit.  Padahal sebelumnya tak pernah ada ekspose dari perusahaan mengenai kegiatannya itu.

“Kita juga bingung ketika mereka meminta dibuatkan kajian karena tak jelas. Kajian tentang apa? Yang mana? Apa sektor pariwisatanya, atau pengerukan pasirnya ? Soal kandungan materialnya pun tak jelas, kandungan material yang mana? Lagi pula, siapa diuntungkan dari kegiatannya, apakah Pemerintah Daerah, atau perusahaan?,” ungkap Iwan, Selasa (26/04-2016).

Siap Dioperasionalkan.
Siap Dioperasionalkan.

Karena itu, Iwan merasa heran atas aktivitas PT Banyuresmi Artha di Situ Bagendit mengerahkan alat berat, dan kapal penyedot, ditambah pemasangan plang kegiatan normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit diklaim sebagai kerjasama dengan Pemkab Garut.

“Padahal jangankan kerjasamanya belum jelas, penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding)-nya saja belum ada,” ujar Iwan pula.

Kepala “Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu” (BPMPT) Kabupaten Garut Zatzat Munazat menegaskan, pihaknya hingga kini belum pernah mengeluarkan perizinan apapun terkait kegiatan di Situ Bagendit bagi PT Banyuresmi Artha.

BPMPT bahkan tak pernah menerima rekomendasi dari SKPD manapun termasuk pemerintah kecamatan untuk memroses perizinan kegiatan PT Banyuresmi Artha di Situ Bagendit.

“Bagaimana mungkin kami mengeluarkan izin ? Rekomendasi dari dinas terkait juga belum pernah ada ,” kata Zatzat.

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriadi mengemukakan keheranannya atas banyaknya kegiatan pembangunan di Kabupaten Garut cenderung menabrak aturan. Diperparah sikap Pemkab terkesan tak mempunyai nyali melakukan penindakan sebagai bentuk penegakan hukum terhadap para pelanggar.

Alih-alih dibuat jera, para pengusaha bersangkutan malahan terkesan dilegalisasi sedemikian rupa hingga memungkinnya beroperasi.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here