Menguat, Dugaan Alih Fungsi Ruang Penyebab Bencana

0
15 views
Dampak Bencana.
Dampak Bencana.

Garutnews ( Kamis, 02/12 – 2021 ).

Ketua Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriyadi menduga ada pelanggaran alih fungsi ruang di Kecamatan Karangtengah yang berdampak terjadinya banjir bandang.

Dikemukakan, berdasar Peraturan Perda Nomor 6/2019 tentang Perubahan Atas Perda Garut Nomor 29/2011 Tentang RTRW Kabupaten Garut 2011-2031, Kecamatan Karantengah dan Sukawening merupakan kawasan memberi perlindungan terhadap kawasan bawah, berupa kawasan resapan air.

“Berdasar Perda ini, artinya Karangtengah dan Sukawening merupakan daerah konservasi yang harus dijaga. Mulai hutan hingga sungainya,”  ungkapnya, Kamis (02/12-2021).

Dampak Bencana.

Bahkan ironisnya, mengacu RTRW, Karangtengah dan Sukawening tak termasuk daerah rawan banjir.

“Namun faktanya, di daerah tersebut terjadi banjir, bukan banjir biasa. Melainkan banjir bandangi,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, patut diduga di Karangtengah maupun Sukawening terjadi perubahan fungsi ruang yang tak sesuai peruntukkannya. Bisa alih fungsi kawasan dan ruang.

“Kalaupun ada bangunan atau kegiatan di sana, maka harus mendapatkan perizinan. Perizinan pun wajib berkesesuaian peruntukkannya. Jangan sampai terjadi alih fungsi. Jika ternyata terjadi alih fungsi, maka pejabat pemberi izin harus bertanggung jawab,” imbuh Dudi.

Karena itu, pihaknya mendesak penegak hukum agar melakukan pengusutan atas penyebab bencana di kedua kecamatan wilayah timur Garut ini. Berkaitan kemungkinan adanya unsur tindak pidana pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 18/2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 23/2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan, Undang-Undang Nomor 26/2006 Tentang Tata Ruang, dan Peraturan Pemerintah Nomor 21/2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan Undang- Undang Lingkungan Hidup,  dan Perda Garut Nomor 6/2019 Tentang Perubahan atas Perda Garut Nomor 29/2011 Tentang RTRW Kabupaten Garut 2011-2031.

Terdapat tujuh desa di dua kecamatan terdampak terjadi Sabtu 28 November 2021. Yakni Desa Cinta, Cintamanik, dan Desa Caringin di Kecamatan Karangtengah; juga Desa Sukawening, Sukamukti, Mekarwangi, dan Desa Sukawangi di Kecamatan Sukawening.

Hingga berita ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut Luna Avriantini belum bisa dikonfirmasi mengenai status wilayah Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Sukawening berdasar ketentuan pemanfaatan ruang RTRW yang berlaku. *****

Abisyamil/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here