Memotret Geliat Penduduk Seputar Lembah Gunungapi Papandayan

0
36 views
Kaldera Gunungapi Papandayan.
Kaldera Gunungapi Papandayan.

“Miliki Sangat Terluas”

Garutnews ( Senin, 12/09 – 2022 ).

Kendati Gunungapi Papandayan di wilayah Kecamatan Cisurupan Garut, Jawa Barat, memiliki banyak titik lokasi bongkahan kawah. Namun denyut nadi kehidupan penduduk sekitarnya senantiasa dinamis menggeliat.

Mereka terpencar pada sejumlah lembah perkampungan seputar kaki Gunungapi tersebut, sebagai petani penggarap sayuran maupun menjadi buruh tani.

Kesigapannya mengelola lahan komoditi sayurannya tak diragukan lagi, meski udara dingin pegunungan disertai tebalnya kabut dini hari terasa menggigit tulang sumsum. Hingga sengatan terik matahari menerjang di atas ubun-ubun kepala saat tengah hari.

Selain itu, kerap sangat menyengatnya bau belerang dari setiap bongkahan kawah yang berhembus terbawa arah angin pegunungan, kian tak mengganggu ragam aktivitas pertanian penduduk sekitarnya.

Di antaranya dari hembusan Kawah Mas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk, juga terdapat kawah lain sekitar Tegal Alun-alun, serta Tegal Brungbung.

Berketinggian gunungapi 2.665 mdpl atau 1.950 m di atas dataran kota Garut, dengan Tipe Gunungapi Strato. Pos Pengamatan terletak pada ketinggian 1.050 mdpl di kampung Pusparendeng, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan.

Berdemografi Konsentrasi pemukiman penduduknya berada di sektor Timur Laut, Tenggara dan Timur Tenggara yakni di Kecamata Bayongbong, Cikajang dan Cisurupan.

Sedangkan pemukiman penduduk di sektor utara, barat laut, barat, daya dan selatan, jumlahnya relatif sedikit.

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi a. Batuan Beku Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisi andesit dan andesit-basaltik, bisa dimanfaatkan menjadi batu belah dan batu lempengan untuk keperluan bahan bangunan, dan batu hias serta pengerasan jalan, dan pembuatan jembatan.

b. Belerang (Sulfur), cadangan sulfur cukup berlimpah, terutama di Kawah Mas (puncak G.Papandayan), dipergunakan pembuatan pupuk.

c. Kaolin Cadangan kaolin relatif sedikit, terutama terdapat di sekitar G. Walirang, Kawah Mas, dan pada sebaran endapan guguran puing (debris avalanche deposit). Biasanya dipergunakan pembuatan porselin, dan obat-obatan.

Wisatawan Jakarta Hendak Berkemah.“Wisata Gunungapi”

Terdapat di sekitar puncak gunung, yakni di Kawah Mas. Untuk objek camping cukup representatif, sekitar Tegal Alun-alun dan Tegal Brungbung. Panorama alamnya memukau ada di sektor barat, barat laut, dan utara, terutama lantaran hamparan perkebunan tehnya.

Bagi penggemar hiking, bisa melakukannya melalui sektor timur laut, yaitu melalui kampung Panday, melewati Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan (berposisi di kampung Pusparendeng), Kampung Pangauban .

Dari sini menuju puncak g sektor timur gunung laut melewati punggungan berkemiringan lereng dengan lama perjalanan berkisar lima hingga enam jam.

“Sejarah Letusan”

Berdasar data aktivitas Kegiatan Gunungapi Papandayan tercatat dalam sejarah, meliputi sejak 1772 hingga 1927, kemudian letusan pada sekitar 2012.

Rinciannya, antara lain ; 1) 1772. 11-12 Agustus, terjadi letusan besar dari kawah pusat, awan panas dilontarkan menelan korban jiwa sekitar 2.951 penduduk. Bahkan menghancurkan 40 perkampungan pada 1882.

Pada 28 Mei, terdengar suara gemuruh terus menerus dari arah utara kampung Campaka Warna, diduga berasal dari G. Papandayan.

Kemudian 1923. 11 Maret, terjadi letusan lumpur beserta lontaran batu-batu yang dimuntahkan mencapai sejauh 150 m. Terdapat tujuh lubang letusan dalam Kawah Baru, dan letusan ini didahului gempa bumi terasa di Cisurupan.

Pada 1924. 25 Januari, Kawah Mas suhunya meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celsius, kemudian terjadi letusan lumpur di Kawah Mas, dan Kawah Baru.

Selanjutnya 16 Desember, terdengar suara gemuruh dan ledakan dari Kawah Baru, hutan sekitarnya menjadi gundul tertimpa bahan lontaran (batu, dan lumpur). Bahan lontaran tersebut dilontarkan ke arah timur, lumpurnya pun nyaris mencapai kampung Cisurupan.

Tahun 1925. 21 Pebruari, terjadi letusan lumpur pada Kawah Nangklak, disusul semburan lumpur disertai dengan emisi gas yang kuat.

Pada 1926. Terjadi letusan preatik (mengandung lumpur dan sulfur) di Kawah Mas. Disusul 1927. Di Kawah Mas terjadi letusan preatik terdiri dari lumpur bercampur belerang. Di kawah Baru, terjadi letusan lumpur belerang.

Pada 1928. 16-18 Februari, terjadi kenaikan temperatur di Kawah Mas. 1942. 15-16 Agustus, di Kawah Mas terbentuk kawah baru. 1993 15 Juli, di Kawah Baru terjadi peristiwa letusan lumpur.

Pasca 1993. Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepulan asap fumarola dan solfatara serta bualan lumpur. Serta air panas di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru (kawah termuda G.Papandayan). Berikutnya terjadi letusan pada sekitar 2012.

“Karakter Letusan”

Karakter letusannya, berupa erupsi eksplosif preatomagmatik berskala menengah (dimanifestasikan oleh sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik).

Secara berangsur, kekuatan erupsinya pun melemah, dan cenderung menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit/andesit basaltik).

“Periode Letusan”

Periode letusan antara lain berkisar antara satu dan 151 tahun, dengan rincian : setelah meletus pada 1772, letusan berikutnya 1923. Setelah letusan 1923, ritme letusan semakin sering, yakni pada 1924, 1925, 1926, serta 2012.

Setelah 1923, tak terjadi lagi letusan dari Kawah Mas (kawah pusat termuda G.Papandayan).

“Tipe Letusan”

Tipe letusan eksplosif (pada awal pembentukkan, dimanifestasikan sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik), serta letusan epusif (dimanifestasikan dengan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit andesit basaltik).

Dari beragam letusan tersebut, di antaranya menjadikan Gunungapi Papandayan memiliki ‘Kaldera’ terluas se Asia Tenggara.

 ********
Sumber :Compiler : M. Hendrasto (totok@vsi.esdm.go.id)
Editor : Mas Atje Purbawinata, Asnawir Nasution.

Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here