Memotret Dampak dan Fakta Kerusakan Lingkungan Garut

0
94 views
Sangat Parahnya Kondisi Kerusakan Alam Lingkungan Karangtengah.
Sangat Parahnya Kondisi Kerusakan Alam Lingkungan Karangtengah.

“Bupati Bantah Wagub dan BPBD Jabar Tengarai Alih Fungsi Lahan”

Garutnews ( Senin, 29/11 – 2021 ).

Tim liputan Garutnews sepanjang, Senin (29/11-2021), memotret dampak dan fakta kerusakan lingkungan, kendati Bupati Rudy Gunawan membantah  banjir bandang di wilayah Kecamatan Sukawening serta Karangtengah pada, Sabtu (27/11-2021, bukan lantaran alih fungsi lahan.

Dia katakan, banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi. Meski bencana banjir di Sukawening dan Karangtengah sebesar itu, pertama terjadi di daerah tersebut.

Sangat Parahnya Kondisi Kerusakan Alam Lingkungan Karangtengah.

Bupati bahkan juga mengklaim di kawasan hulu atau wilayah hutan pegunungan Kecamatan Karangtengah, tak pernah terjadi alih fungsi lahan. Banjir kemudian ikut menyapu Sukawening.

Sedangkan aktivitas masyarakat yang bertanam sayuran di sana, disebutkannya sudah berlangsung sejak lama.  “Jadi yang ada itu adalah hujannya cukup deras,” katanya kepada wartawan.

Berkondisi Sangat Mengenaskan.

Sebelumnya, sejumlah pihak menduga kuat tragedi yang menerjang Karangtengah beserta Sukawening tersebut, terjadi akibat adanya alih fungsi lahan pada kawasan hutan di sana. 

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dan Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dani Ramdani pun menengarai banjir bandang ini antara lain terjadi akibat adanya kerusakan lingkungan di arah hulu yang merupakan kawasan serapan air. Bukan sekadar karena tingginya curah hujan.

Fakta Apalagi yang Bisa Didustakan…????.

“Kami berpikir bagaimana di hulu. Apakah di situ harus ada pohon tegakan lagi? Karena sebelumnya di sini tidak pernah ada banjir seperti ini. Baru kali ini,” ungkap Uu.

Bahkan pula dia menyatakan ada masyarakat bilang, sudah 46 tahun, baru ada banjir. “Memang diakui curah hujan sekarang tinggi. Tetapi kalau memang resapan air di hulu tidak terganggu, tidak akan terjadi bencana semacam ini,” ujar Uu.

Berdampak Luas.

Ungkapan senada dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdani. Dia menyatakan intensitas hujan cukup tinggi yang berlangsung dua jam lebih itu hanya merupakan penyebab langsung terjadinya banjir bandang. Sedangkan penyebab tak langsungnya karena ada kerusakan di kawasan hulu.

“Kerusakan alamnya sedang kita kaji. Terjadi seperti ini lantaran sedimentasi. Sedimentasi berasal dari erosi. Erosi tentunya dari kerusakan di hulu,” imbuhnya.

Sarat Dibanjiri Lumpur.

Dia katakan, upaya penanggulangan paskabencana di Karangtengah dan Sukawening pun terus dilakukan. Seperti pembersihan saluran-saluran sehingga tak terjadi hambatan air, membersihkan rumah warga, dan sarana umum terdampak bencana.

Beragam informasi yang dihimpun termasuk dikemukakan Jajang(32), warga Kampung Cimasuk Wetan Desa Cintamanik Karangtengah kepada Garutnews, Senin (29/11-2021), menyebutkan banjir bandang akibat longsoran di kawasan Desa Cinta, dan Cintamanik, yang dipicu intensitas curah hujan tinggi mengguyur kedua wilayah kecamatan tersebut.

Alam Kerap “Ngageuing” (Memberi Peringatan).

Sehingga nyaris menyapu permukiman penduduk di bawah jika tak terhalang lintasan aliran sungai. Material longsoran pun tergerus aliran sungai berdebit terus meningkat penyebab banjir  bandang.

Yang menjebol tanggul Sungai Citameng di Kampung Babakan Hurip Karangtengah, pembawa lumpur serta bongkahan pepohonan besar juga bambu serta ragam sampah meluncur deras melintasi sejumlah perkampungan Karangtengah, dan Sukawening.

Alam Kerap “Ngageuing” (Memberi Peringatan).

*****

Abisyamil/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here