Memaknai Hari Ayah

0
10 views
Kebersamaan.

Kabar Utama 13 Nov 2021, 03:30 WIB

Keteladanan Menyemai Kehidupan.

“Semoga Allah membimbing kita sebagai seorang ayah agar dapat membersamai anak-anak”

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Setiap 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Peringatan hari ayah ini memang tidak sepopuler peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember.

Padahal, setiap kita mempunyai kenangan tersendiri tentang sosok ayah. Segala kelebihan dan kekurangannya telah mewarnai dan membersamai hari-hari kita. Siapa pun tidak mungkin bisa menghapus nama ayah dari relung hatinya yang terdalam.

Berkaitan dengan hal itu, Alquran menyebutkan beberapa kisah tentang kebersamaan seorang ayah dengan anak-anaknya, seperti kisah Nabi Ibrahim AS, Nabi Nuh AS, dan Nabi Ya’qub AS.

Allah SWT berfirman, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam’.” (QS al-Baqarah [2]: 132).

Kisah Luqman ketika membersamai anak-anaknya, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS Luqman [31]: 13).

Kisah kebersamaan Nabi Zakaria AS dengan anak-anaknya. Allah SWT berfirman, “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa, dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS al-Baqarah [2]: 133).

Nabi SAW di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan diri untuk membersamai anak-anak bermain. Adalah Abu Umair anak dari Ummu Sulaim yang sering diajak bercanda oleh Nabi. Suatu hari terlihat wajah anak tersebut kelihatan murung.

Rupanya ia sedang bersedih karena burung pipit peliharaannya mati. Rasulullah kemudian menghampiri dan mencoba untuk menghiburnya dengan berkata, “Hai Abu Umair, apa yang dilakukan burung pipitmu?” (Muttafaq ‘alaih).

Kebersamaan di Tengah Belantara.

Pada kesempatan lain, Nabi tampak asyik saat bercanda dengan cucunya, sering kali Nabi digelantungi cucunya. Al-Barra berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW digelantungi Hasan, dan beliau berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah dia’.” (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).

Al-Barra juga mengatakan: “Rasulullah SAW memperhatikan Hasan dan Husain, lalu berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah keduanya’.” (HR Tirmidzi).

Semoga Allah membimbing kita sebagai seorang ayah agar dapat membersamai anak-anak, terutama dalam momen tertentu sehingga memberikan pengaruh terhadap kepribadian anak. Amin.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here