Masyarakat Ramah Wujudkan Destinasi Wisata Garut Berkelanjutan

Masyarakat Ramah Wujudkan Destinasi Wisata Garut Berkelanjutan

149
0
SHARE
Camping Ground & Resto D'Leuwi Panawuan Garut.
Camping Ground & Resto D’Leuwi Panawuan Garut.

“Diperlukan Dukungan Pemkab”

Garutnews ( Ahad, 09/07 – 2023 ).

Direktur Pengembangan Destinasi I Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan infrastruktur Kemenparekraf, S. Utari Widyastuti katakan, model keramahtamahan masyarakat menjadi modal agar pariwisata itu diminati.

“Sehingga tercipta destinasi wisata berkelanjutan, yang mendorong wisatawan kembali lagi,” katanya di Garut, Jum’at (07/07-2023).

Memotret Harapan.

Menurut dia, pengembangan desa wisata ini tidak terlepas dari institusi pemerintah daerah terkait, yang selain berdampak pada tumbuh dan berkembangnya pariwisata daerah, juga berdampak ekonomis bagi masyarakat, katanya pula.

Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah juga katakan salahsatu sektor bisa dimaksimalkan mendukung Pariwisata Indonesia melalui pengembangan Desa Wisata. Hingga 2022 ada 3.419 desa wisata.

Bertadabur Alam.

Mendukung terciptanya desa wisata, diperlukan langkah strategis pengelolaannya mulai penguatan stakeholder, kelembagaan, komunikasi dan pemasaran, dampak (ekologis, sosbud, ekonomis), bisnis/wirausaha masyarakat, SDM, hingga penguatan jejaring, dan konektivitas serta penguatan pelayanan.

Menurutnya, membangun dan mengembangkan desa wisata setidaknya harus memiliki lima syarat, yakni akses, atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung, dan inovasi produk.

Rehat Sehat Bersama Keluarga.

Dalam pada itu, 132 desa wisata rintisan tersebar pada 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Masih perlu terus didorong menjadi desa wisata berkembang.

Sedangkan desa wisata rintisan merupakan desa wisata masih berupa potensi sebagai desa wisata. Sarana prasarananya masih terbilang terbatas, sehingga belum berdampak besar terhadap kunjungan wisatawan.

Mensyukuri Nikmat Allah SWT.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata belum sepenuhnya tumbuh. Sehingga sangat diperlukan pendampingan dari pihak terkait dalam penggembanganya ke depan.

Salahsatu digagas Pemkab Garut melalui konsep Inti Plasma Pariwisata. Konsep ini merujuk pada konsep growthpole theory, dalam mengembangkan sektor pariwisata perlu ditentukan titik tumbuhnya, sehingga destinasi yang tumbuh/maju bisa menarik destinasi lainnya/destinasi sekitarnya sebagai plasma.

Ada Podcast ‘Ngopi Bareng Abah John’ Bangun Peradaban.

Kepala Disparbud Garut, Agus Ismail mengemukakan konsep Inti Plasma Pariwisata juga bisa diaplikasikan untuk destinasi yang lain. Semisal hotel yang maju dapat turut serta membina desa wisata, termasuk homestay di sekitarnya sebagai plasamanya.

“Namun memerlukan komitmen bersama untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dengan konsep ini antar destinasi termasuk desa wisata tidak saling membunuh,” katanya di sela Forum Penguatan Jejaring Tata Kelola Destinasi Wisata di Desa wisata Garut.

Berselviria.

Diharapkan konsep ini bisa didorong Kemenparekraf, agar desa belum berkembang menjadi desa binaan dari hotel sekitarnya, sehingga tercipta simbiosis mutualisme dengan keterkaitan/keterikatan hotel, dan desa binaannya.

Hotel bisa memilih desa yang menjadi mitranya, ketika ada tamu hotel juga bisa masuk ke desa wisata binaannya.

Bidikan Maut.

Pariwisata merupakan core bisnis Kabupaten Garut, selain sektor pertanian, namun pihaknya memiliki keterbatasan baik dari aspek pengelolaannya maupun penguatan kewilayahan,.

Padahal banyak potensi pariwisata bisa dikembangkan, seperti banyaknya potensi wisata di luar ruang  saat ini berada di kawasan BKSDA, Perhutani, dan Perkebunan.

Menghalau Galau.

Maka melalui tata kelola destinasi wisata di desa wisata Garut ini, dapat lebih memajukan lagi potensi desa wisata di daerahnya, kata dia.

*******

Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY