Manager Taman Satwa Cikembulan : Minal ‘aidin wal Faizin

Manager Taman Satwa Cikembulan : Minal ‘aidin wal Faizin

225
0
SHARE
Literasi Taman Satwa Cikembulan.

“Mohon Maaf Lahir & Bathin”

Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE Bersama Keluarga Juga Setiap Seluruh Pengelola Keluarga Besar Lembaga Konservasi tersebut.

Mengucapkan :

Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Wa ja’alanallaahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin, kullu ‘ammin wa antum bi khair. Mohon Maaf Lahir Bathin.

Bersahabat Dengan Satwa.

Selamat Berlebaran Idul Fitri 1445 H/2024. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ramadhan kita, wahai Allah SWT Yang Maha Mulia.

Setelah menjauhkan tangan dari makanan tubuh, menikmati tersedianya hidangan rohani.  Roh pun bebas dari tempat pengasingannya, membekuk tangan dari tabiat jelek. Hati yang sesat juga ditaklukkan.

Rudy Arifin, S.

“Berbasis Ekologi & Edukasi”

Beragam flora & fauna koleksi Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut, memiliki nilai edukatif. Terlebih lagi lembaga konservasi tersebut juga dikelola berbasiskan ekologi.

Bahkan antara lain diimplementasikan dengan tampilan keterampilan edukasi burung, selain bisa menghibur pengunjung.

Hiburan Segar Bernilai Edukasi.

Sekaligus pula mengedukasi masyarakat mengenai manfaat menyayangi satwa, ternyata satwa pun memiliki kedekatan naluriah terhadap yang menyayanginya.

Malahan sekaligus dapat berinteraksi dengan bahasa tubuhnya yang luar biasa ‘mengagumkan’. 

Mambruk.

Taman Satwa Cikembulan memiliki pula anggrek jenis ekor tupai (Retusa), yang selama ini terbilang sangat langka bisa ditemui.

Terdapat pula pohon jeruk berbuah cukup unik, kendati rasanya sangat asam. Namun jenis koleksi ini memungkinkan dijadikan proses pembalajaran ilmu botani.

Asal Manokwari Papua.

Sedangkan koleksi luar biasa lainnya, di antaranya ‘Dara Mahkota’ atau ‘Burung Mambruk’ (Goura cristata).

Berklasifikasi ilmiah, Kelas Aves, Ordonya Columbiformes dari Famili Columbidae dengan Genus Goura, dan Spesies nya Goura cristata.

Anggrek Langka.

Kawasan penyebarannya di Manokwari Papua Barat, berhabitat hutan hujan dataran rendah.

“Merupakan jenis burung yang terbesar sekaligus tercantik dalam keluarga merpati (Columbidae),” ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin, SE kepada Garutnews, antara lain menambahkan.

Jeruk Sangat Asam.

Dalam pada itu, jenis burung ini pun menjadi lambang daerah Kabupaten  Manokwari.

********

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY