Makna Suksesi Kepemimpinan Dalam Islam

Makna Suksesi Kepemimpinan Dalam Islam

171
0
SHARE
Sudrajat, SPd.I Berhasil Terpilih Menjadi Kepala Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu.
Mensyukuri Kemenangan Bersama Warga Desa Ngamplang.

Garutnews ( Senin, 15/05 – 2023 ).

“Ada beberapa langkah untuk memersiapkan kepemimpinan dalam Islam”

Oleh AUNUR ROFIQ

Judul di atas tidak lepas dari gaya kepemimpinan. Kepemimpinan yang mengutamakan untuk mencetak pemimpin berikutnya adalah pemimpin yang sadar bahwa masa depan lahir karena masa kini.

Bagi umat Islam, kepemimpinan ini merupakan salah satu masalah penting, dan menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan. Jangan sampai kita kehilangan langkah-langkah pasti dalam kehidupan untuk menuju masa depan.

Mengungguli Raihan Suara dari Empat Calon Kades Lainnya.

Oleh sebab itu, kita yakin bisa membentuk suatu masyarakat yang lebih kuat dari kumpulan individu di dalamnya. Yang paling utama dimulai dengan pembentukan kepribadian (berakhlak mulia) pada tingkat individu.

Kita yakin bisa membentuk suatu masyarakat yang lebih kuat dari kumpulan individu di dalamnya. Yang paling utama dimulai dengan pembentukan kepribadian (berakhlak mulia) pada tingkat individu”

Nikmati Kebahagiaan Bersama.

Sesungguhnya kepribadian ini penting dan tanpa itu, maka hari esok tidak akan lebih baik dari hari ini. Ingatlah bahwa menunggu datangnya seorang pemimpin tanpa adanya usaha apa pun merupakan tindakan sia-sia.

Sebagian orang yang senang menanti penuh harap akan datangnya seseorang dari lembah kesengsaraan. Padahal, pada saat yang sama sebagian orang itu berpotensi mencetak seorang pemimpin.

Penandatanganan Saksi.

Sebenarnya, kekuatan, kemampuan, dan kesejahteraan generasi mendatang adalah hasil dari semua tindakan mereka yang hidup saat ini. Sungguh menjadikan kebohongan yang besar dan omong kosong jika kita menanti masa depan yang sempurna dari generasi masa kini yang selalu bermalas-malasan.

Orang beriman akan menyadari bahwa masa depan selalu tumbuh dari benih yang dikandung dari rahim masa kini dan disusui sampai tumbuh dewasa.

Meraih Keberhasilan Bersama.

Masa depan kita merupakan salinan dari masa kini yang dikembangkan, diperluas, dan dibentuk dari orang-perorangan untuk menjadi bagian dari masyarakat luas.

Kehidupan kebangsaan dengan segala dinamikanya, sebenarnya serupa laksana air yang mengalir dari pegunungan masa lalu menuju lembah masa kini untuk kemudian mengalir ke ngarai masa depan.

Seksama Mengamati Rekapitulasi Penghitungan Suara.

Tentu ia akan membawa berbagai hal baru yang muncul di sepanjang jalur yang dilewatinya.

Dalam hal ini umat Islam harus muncul calon-calon pemimpin di masa depan. Mereka inilah orang-orang yang mempunyai semangat yang kuat, penuh vitalitas dan kokoh, produktif dan mampu memakmurkan bumi sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT”

Dalam hal ini umat Islam harus muncul calon-calon pemimpin di masa depan. Mereka inilah orang-orang yang mempunyai semangat yang kuat, penuh vitalitas dan kokoh, produktif dan mampu memakmurkan bumi sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT.

Bersyukur Kepada Allah SWT.

Ada beberapa langkah untuk mempersiapkan pemimpin.

Pertama, asas akidah dan akhlak. Seorang pemimpin, mutlak hendaknya beriman dan mempunyai akhlak mulia seperti dalam firman-Nya surah an-Nisa ayat 59.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Komitmen Bersama.

Kedua, membangun akal dan kesadaran. Mempunyai kemampuan kerangka berpikir inovasi dan kreatif. Selalu membuka diri dalam pengertian terus menambah ilmu pengetahuan dan teknologi yang setiap kurun waktu tertentu selalu berkembang. Pada intinya, seorang pemimpin hendaknya mampu mengatasi setiap perubahan zaman.

Ketiga, mempunyai tujuan yang jelas. Pemimpin Islam hendaknya selalu berpegang pada firman-Nya surah adz-Dzariyat ayat 56, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Senin (15/05-2023).

Krisis yang menimpa manusia modern adalah penentuan tujuan akhir dari aktivitas kehidupan manusia. Mereka lupa terhadap tujuan akhir penciptaan manusia oleh Sang Pencipta, karena terlena dengan panjang angan-angan dan kecintaan terhadap dunia.

Keempat, mempunyai kemampuan membaca masa depan. Bagi pemimpin yang beriman akan berusaha dengan ilmunya untuk memperkirakan dan membuat perencanaan dan setelah itu bertawakal pada-Nya. Karena hari esok bukanlah bisa diketahui oleh manusia sesuai dengan surah Luqman ayat 34.

Kelima, mempunyai sikap optimistis dan sabar. Dikisahkan bahwa Kisra bertemu dengan seorang petani tua yang menanam pohon, dan dia perkirakan akan berbuah dalam jangka waktu lama.

Berlangsung Kondusif.

Kisra bertanya, “Mengapa kamu harus berpayah-payah menanam pohon itu, kamu tidak mungkin bisa menikmati buahnya?”

Kemudian petani tua itu menjawab, “Orang-orang sebelum kami menanam dan kami telah memakan hasil yang mereka tanam, kini kami menanam untuk orang-orang setelah kami, agar mereka makan dari hasil tangan kami.”

Ingatlah bahwa makna jawaban petani tua ini sudah mencakup mempersiapkan masa setelah dia, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Aman dan Lancar.

Oleh karena itu sudah menjadi keniscayaan agar generasi saat ini mempersiapkan generasi setelahnya untuk mengisi, memberi kontribusi pada peradaban kehidupan.
Semoga Allah SWT menuntun jalan-Nya.

“Berjalan Lancar”

Pada rangkaian peninjauan pelaksanan Pemilihan  Kepala Desa (Pilkades) Serentak, Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta rombongan, menyatakan pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang II Tahap II Tahun 2023 di kabupatennya berjalan lancar.

Juga termasuk di Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu, sekitar sembilan kilometer arah timur dari pusat Kota Garut, dihuni 5.725 penduduk pada wilayah seluas 1.641 hektare yang memiliki 24 Rt, dan sembilan RW.

Demokratis.

Penggagas ‘Gerakan Rakyat Ngamplang’ (Garang), Ade Arifin Suteja (42), katakan forum komunikasi ini sebagai wahana demokrasi membangun penguatan informasi, edukasi serta transfaransi agar masyarakat pun menjadi subyek pembangunan desa.

Dengan senantiasa menggali, dan mengembangkan beragam potensi desa sekaligus menjalin kolaborasi yang baik, dan sehat dengan pemangku kewajiban lainnya termasuk mengembangkan peran Karang Taruna, imbuhnya kepada Garut News.

DPT.

Berdasar informasi termasuk dari SKPD pada 28 kecamatan, menunjukkan kegairahan masyarakat mencoblos pemimpin di desanya masing-masing. Kondisi pelaksanaan Pilkades Serentak ini berlangsung aman. Berlangsung serentak di 760 TPS pada 82 Desa dengan 28 kecamatan.

*******

*************

Republika.co.id, JDH/ Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY