Menelisik Anak Desa Bersahaja Tetapi Bisa Bahagia

0
8 views
Perangkat Tradisional Bernuansakan Wisata Hiburan.
Wujudkan Soliditas Kebersamaan.

“Kearifan Lokal Bernilai Adiluhung”

Garutnews ( Selasa, 27/09 – 2022 ).

Jika detail menelisik denyut nadi dinamika ‘gaul’ anak desa dengan perangkat permainannya yang sederhana, maka kendati mereka hidup bersahaja. Namun bisa bahagia bersama sesamanya.

Lantaran dalam kesehariannya, dijalani tanpa ketergantungan pada belenggu piranti modern meninabobokan, yang kerap menjadikan lupa waktu bahkan bisa berakibat lupa diri. Penyebabnya antara lain terbius permainan ‘game’ telepon genggam.

Berikut potret anak Desa Pangeureunan di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat, Mereka hidup apa adanya, senantiasa berkondisi bersahaja di tengah keterpencilan lokasi pemukiman penduduknya.

Inilah Mainan Anak Desa Terpencil.
Inilah Mainan Anak Desa Terpencil.

Tetapi dunia masa anak-anak, tetap bisa dijalani dengan ceria.

Tetap Ceria Jalani Masa Kanak-Kanak.
Ceria Jalani Masa Kanak-Kanak.

Pada kesunyian perkampungan di Desa Pangeureunan tersebut,  bagi mereka dapat ternikmati dengan jenis mainan sederhana pula.

Berupa disiapkannya oleh orangtua mereka, jenis mainan sepeda motor serta mobil-mobilan terbuat dari kayu dan bambu.

Sedangkan lokasi Desa Pangeureunan Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut, berbatasan dengan Kabupaten Sumedang.

Nikmati Dinamika Kehidupan di Desa.
Nikmati Dinamika Kehidupan di Desa.

Dilintasi ruas badan jalan desa sarat tikungan tajam dan tanjakan curam.

Tetapi dengan jenis mainan ini, anak-anak desa terampil mengemudikannya.

Malahan berkemampuan secara mendadak sontak menghentikan kendaraan yang mereka naiki, demikian pula terampil berbelok pada tikungan tajam sekalipun.

Bergantian Naiki Sepeda Motor Mainan.
Bergantian Naiki Sepeda Motor Mainan.

Meski tak dilengkapi rem cakram, melainkan langsung kaki menginjak putaran roda ban.

Sangat beda jauh dengan mainan putra para pejabat, atau anak pengusaha sukses di perkotaan, maupun anak-anak para penguasa di Negeri Bernama Indonesia.

Sehingga jenis mainan anak-anak itu pun, selama ini dikenal dengan sebutan “kaulinan barudak di pilemburan”, berupa ragam jenis mainan sangat sederhana pula.

“Tetapi bernuansakan kearifan lokal masyarakat setempat, yang bernilai adiluhung”

Apabila dibandingkan dengan jenis mainan rekan sebayanya di kawasan perkotaan, yang kini kian terbuai keasyikan berselancar di dunia maya, bahkan semakin terjerat ketergantungan mereka terhadap gadget.

Ragam jenis mainan atau kaulinan barudak anak-anak di ‘pilemburan’, sebagian besar disiapkan oleh orangtua mereka.

Sapintrong Menunggu Bunyi Bel Sekolah di SDN Sukajaya Panawuan.
Sapintrong Menunggu Bunyi Bel Sekolah di SDN Sukajaya Panawuan
Gelar Budaya di Wilayah Pascabencana.
Gelar Budaya di Wilayah Pascabencana.
Balap Mobil Pada Gelar Budaya di Wilayah Pasca Bencana.
Balap Mobil Pada Gelar Budaya di Wilayah Pasca Bencana.

******Esay/Fotografer : Abah John.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here