Mahasiwa STIE Yasa Anggana Menyulap Jagung Menjadi Emas

Mahasiwa STIE Yasa Anggana Menyulap Jagung Menjadi Emas

470
0
SHARE
Penguatan Kewirausahaan Industri Rumah Tangga.
Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia. (Ridwan Kamil).

“Wujudkan Masyarakat Berinovasi”

Garutnews ( Rabu, 30/08 – 2023 ).

Inilah upaya nyata membantu juga mendorong masyarakat petani Desa Margacinta Kecamatan Leuwigoong selama ini banyak mengandalkan pendapatannya dari hasil penjualan jagung ke pengepul.

Maka mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ‘Menyulap Jagung Menjadi Emas’.

Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia. (Ridwan Kamil).

Lantaran Bimtek tersebut, warga didorong bahkan dimotivasi bisa berinovasi dan kreatif mengelola serta mengolah jagung agar bernilai ekonomi tinggi. Sehingga pedapatan mereka dapat dipastikan meningkat.

Salahsatu inovasi diperkenalkan berupa produk pengolahan kerupuk jagung. Setiap rumah tangga pun ternyata bisa melakukannya sebab tidak membutuhkan teknologi atau mesin khusus.

Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia. (Ridwan Kamil).

Hanya dengan piranti maupun peralatan rumah tangga tersedia pada setiap rumah penduduk. Di antaranya blender/chopper, panci, dan peralatan dapur lainnya.

“Kebetulan di desa ini banyak petani jagung. Hasil panen biasanya langsung dijual ke pengepul berharga Rp4.000-Rp5 ribu/kilogram. Nah, kita dorong berinovasi mengolah jagung menjadi kerupuk agar nilai ekonominya bertambah. Pendapatan mereka juga bertambah, tidak hanya menjual hasil panen seperti selama ini,” ungkap Koordinator Desa Kelompok 10 juga Ketua BEM STIE Yasa Anggana, Mumtaz Syamil Apip, Selasa.

Mahasiswa Membidik Peluang Bermasa Depan.

Dengan peralatan sederhana, bahan baku diperlukan juga mudah diperoleh. Selain pipilan jagung kering sebagai bahan baku utama, tambahannya antara lain tepung tapioka, bawang putih, ketumbar, garam, dan penyedap rasa.

Syamil katakan, sebenarnya Bimtek itu pun dilaksanakan merespon permintaan masyarakat. Mereka berharap supaya hasil pertanian jagung tak hanya langsung dijual melainkan bisa diolah menjadi produk jadi yang lebih bernilai.

Menyusul dari total 5.892 penduduk atau 1.720 kepala keluarga, dominan bermatapencaharian petani. Namun 1.345 penduduk di antaranya petani pemilik tanah, sedangkan 587 warga buruh tani.

“Hanya 248 penduduk pengusaha dagang,” katanya.

Dari segi pendidikan, masyarakat Desa Margacinta didominasi tamatan Sekolah Dasar (SD) dan sederajat.

Jumlah warga miskin pun banyak, mencapai 326 keluarga penerima manfaat (KPM), dan rumah tidak layak huni mencapai 122 unit tersebar di 11 RW.

“Kita berharap dengan sedikit inovasi ini, mereka tak hanya bisa menjual jagung mentah, melainkan dapat menjual hasil olahannya bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Mumtaz akrab disapa Emil.

Kepala Desa Margacinta Acep Gandi menyambut baik Bimtek digelar kalangan mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut tersebut.

Pada kegiatan dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan Dede Supian, dan Kapolsek Leuwigoong AKP Tatang S itu, selain berterima kasih kepada para mahasiswa, dia juga menekankan masyarakat agar hasil Bimtek dipertahankan bahkan diteruskan.

Sehingga nantinya bisa berkolaborasi membangun dan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat, katanya.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY