Laboratorium Pertanian Terintegrasi Agro Park Yadul ‘Ulya

0
37 views
Aparat Dinas PUPR UPT Tarogong Kidul Saksikan Proses Pengembangan Magot di Agro Park Ponpes Yadul 'Ulya Garut.
Sebelumnya Tuntas Membersihkan Jaringan Air Limbah.

“Upaya Maksimal Menjadikan Pusat Ekonomi Umat”

Garutnews ( Senin, 22/03 – 2021 ).

Beragam upaya membangun penguatan kemandirian pangan, antara lain bakal terdapatnya laboratorium pertanian terintegrasi Agro Park Ponpes Yadul ‘Ulya yang bisa mewujudkan pusat pengembangan ekonomi umat.

Sebagai upaya maksimal Ponpes Tahfidz tersebut menjadi pusat ekonomi umat melalui penerapan tata kelola pertanian ramah lingkungan berproduk zero emition, guna mengurai tingginya intensitas kemiskinan Kabupaten Garut di tengah kepungan pandemi corona.

Aparat Diskominfo Saksikan Proses Budidaya Magot.

Demikian dikemukakan Pimpinan Yayasan Tahfidz Garut, Ust. M. Angga Tirta menyusul Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut mendapatkan apresiasi positif dari banyak kalangan termasuk aparat Dinas PUPR juga Diskominfo.

Mereka belum lama ini, antara lain melihat dari dekat Agro Park Ponpes Yadul ‘Ulya, yang kini semakin gencar menyelenggarakan penataan lingkungan bernuansakan Islami.

Beranda Rehat Masjid Yadul ‘Ulya.

Mereka menyaksikan langsung pula beragam denyut nadi perkembangan pembangunan sarana-prasarana lembaga pendidikan Tahfidz Qur’an dalam mewujudkan generasi Qur’ani.

Ust. Anggga katakan, selain produk pertanian ber-zero emition. Juga memproses pengelolaan ragam sampah organik bahkan aliran darah pemotongan hewan pun bakal dijadikan bakteri penyubur tanah maupun tanaman, termasuk dijadikannya magot.

Sangat Diapresiasi Positif.

Sehingga sekaligus dapat mencegah penularan penyakit, lantaran berlingkungan bebas beragam jenis sampah apapun termasuk limbah rumah tangga, yang sama sekali tak dialirkan ke sungai.

Terwujudnya kemandirian pangan, tak hanya pula sebatas bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan intern Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya. Melainkan juga menjadi pusat edukasi pertanian, dan integrasi percontohan bagi masyarakat dan ponpes lainnya.

Terwujudnya kemandirian pangan bisa pula menjadikan  keberadaan  pesantren tetap eksis di tengah krisis ekonomi dampak kasus pandemi predator corona.

Mahasiswa Publick Relation Uniga Teliti Agro Park Yadul ‘Ulya.

******

Apresiasi Kobong Santri Pria (Ikhwan).

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here