Kuliah Umum Garut Dikepung Lautan Sampah

0
14 views
Tumpukan Sampah di Tengah Jalan.

Garutnews ( Rabu, 16/03 – 2022 ).

Kerusakan Lingkungan.

“IMM Tuntut Ketegasan Pemkab”

Bertepatan Milad (kelahirannya) ke-58 tahun pada Senin (14/03-2022), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Garut menggelar aksi kulilah umum lapangan di depan kantor Bupati Jalan Pembangunan Tarogong Kidul.

Mereka asal beragam perguruan tinggi tersebut, menyatakan sangat prihatinan terhadap kondisi kerusakan lingkungan di wilayah kabupatennya hingga kini tak tertangani baik. Khususnya terkait penanganan persampahan, dan kegiatan tambang.

“Sehingga tak hanya mengakibatkan pencemaran lingkungan melainkan juga bencana banjir,” katanya.

Kerusakan Lingkungan.

Demikian pula tak terkendalinya aktivitas tambang ilegal kerap menimbulkan kerusakan lingkungan berakibat bencana alam banjir dan longsor. Seperti banjir melanda sejumlah rumah penduduk Kampung Cibuyutan Desa Sukalaksana Banyuresmi, Ahad (13/03-2022).

Selain berorasi, juga membawa atribut serta spanduk bertuliskan kritik berkaitan penanganan sampah, dan tambang.

IMM berpendapat, menjadi rahasia umum kondisi penanganan sampah hingga kini masih menjadi persoalan krusial tak kunjung tuntas. Dengan mudah, masyarakat bisa melihat langsung tumpukan juga tebaran sampah di pelbagai sudut lokasi.

Baik di kawasan perkotaan maupun pelosok kecamatan. Apalagi ketersediaan kontainer/bak sampah masih memprihatinkan. Padahal anggaran dialokasikan APPD untuk penanganan sampah setiap tahunnya sangat besar.

“Kita berharap serius penanganan sampah ini, setidaknya setiap kecamatan ada kontainer pada lokasi strategis. Sehingga masyarakat tak membuang sampah di sembarang tempat. Kegiatan daur ulang sampah pun harus jelas, bagaimana dan mau dijadikan apa?,” ungkap Ketua UM PC IMM Rafi Firdaus didampingi Korlap Reza Ardiansyah.

Sedangkan aktivitas tambang, Reza katakan, banyak kegiatan tambang legalitasnya tak diketahui masyarakat. Masyarakat hanya menerima dampak kerusakan lingkungan tanpa kompensasi, dan jaminan jelas atas kehidupannya terganggu.

“Pemkab Garut harusnya bersikap tegas. Jangan sampai aktivitas tambang hanya mengeksploitasi bahan tambangnya, sedangkan masyarakatnya sama sekali tak menerima manfaat, malahan terkena dampak merugikan. Belum lagi bagaimana pemulihan dan pemeliharaan lokasi-lokasi bekas penambangan agar bermanfaat bagi masyarakat sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tandas Reza juga Ketua Bidang Hikmah dan Politik PC IMM Garut.

“Kewenangan Provinsi”

Bupati Rudy Gunawan mengapresiasi kritik, dan tuntutan disampaikan IMM berkaitan penanganan sampah dan aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Garut.

Dia bahkan menyatakan pihaknya sangat menunggu tindaklanjut apa yang disuarakan IMM tersebut. Semisal dalam bentuk audensi atau dengar pendapat.

Sedangkan aktivitas tambang khususnya galian C, Rudy dikatakan, soal tersebut bukan merupakan kewenangan Pemkab melainkan menjadi urusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Pemerintah daerah sangat membutuhkan aspirasi-aspirasi masyarakat, terkhusus perihal pembangunan dan galian di Garut. Ayo kita diskusikan agar masalah ini bisa diselesaikan bersama-sama. Kami sangat menunggu tindaklanjutnya,” ujar Rudy saat menemui IMM di tengah Kuliah Umum Lapangan.

“Kita pada Kuliah Umum Lapangan itu tak berencana menemui siapapun. Hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat. Agar persoalan ini menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah. Maka aksi semacam ini akan terus berlanjut. Namun begitu, ajakan Bupati untuk audensi, kita pertimbangkan,” imbuh Rafi Firdaus.

******

Abisyamil/Fotografer Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here