Kualitas Sumber Air Panas Garut Terbaik Sedunia

0
6 views
Gunungapi Guntur Sumber Utama Air Panas Alami Garut.
Gunungapi Guntur dan Lintasan Sungai Cimanuk Garut.

“Potensinya Sangat Berlimpah Ruah”

Garutnews ( Rabu, 28/09 – 2022 ).

Kabupaten Garut, Jawa Barat, selain memiliki potensi geothermal (panasbumi), juga terdapat sumber air panas alami yang berlimpah-ruah, berkualitas terbaik di Indonesia bahkan mungkin dunia.

Potensi sumber air panas alami Garut tersebut, antara lain sama sekali tak berbau atau tak bearoma belerang.

Padahal berlokasi cukup dekat dari kawasan pusat perkotaan, malahan sangat berdekatan dengan kaki Gunungapi Guntur sebagai sumber utamanya.

Sumber air panas alami itu juga terdapat pula pada lokasi lainnya, di antaranya di Kampung Copong Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota. Yang sebelumnya sempat menjadi tumpuan penduduk sekitarnya memenuhi kebutuhan air bersih.

Puncak Gunungapi Guntur Garut.

Selain dinilai bisa memenuhi kebutuhan air minum, dan memasak. Penduduk setempat pun memanfaatkannya dengan cara ditampung pada sebuah bak untuk keperluan mandi, dan mencuci.

Kendati sarana pemandian umum berair panas alami itu sederhana. Berupa bangunan tembok setinggi sekitar 1,5 meter berlebar dua meter sepanjang empat meter berlokasi di tengah areal persawahan, dengan hanya beratapkan seng gelombang ditopang potongan bambu.

Ruang pemandian dipisahkan, untuk perempuan disediakan dua pancuran, dan bagi lelaki disediakan tiga pancuran.

Letaknya sekitar seratus meter dari rumah mantan Bupati Aceng HM Fiikri, dan sekitar lima puluh meter dari lokasi Bendung Copong maupun Irigasi Leuwigoong itu, ditemukannya pun secara tak sengaja.

Kerap Terjadi Kebakaran Hutan di Kaki Gunungapi Guntur.

Berawal ketika satu tahun sebelumnya, perusahaan swasta membangun mess kontrakan di pinggir jalan menuju kawasan Bendung Copong. Berlokasi tak begitu jauh dari aliran sungai Cimanuk.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih penghuninya, maka digali sebuah sumur dalam. Air pun memancar berlimpah ruah.

Justru yang mengejutkan, suhunya ternyata panas mencapai sekitar 37 derajat Celcius, hampir menyamai panasnya suhu air panas alami di kawasan wisata Cipanas Tarogong Kaler di kaki Gunungapi Guntur.

Padahal jarak wisma cukup jauh dari kawasa Cipanas, berkisar 5-6 kilometer. Belum lagi terpisahkan aliran sungai Cimanuk yang lebar dan dalam.

Destinasi Wisata Kaki Gunungapi Guntur Termasuk Salahsatu Jalur Pendakian Bagi Pemula.

“Awalnya air itu hanya untuk penghuni wisma. Tetapi ternyata debitnya besar dan tak bisa dibendung. Bak penampungan airnya di lantai satu maupun lantai dua selalu berlimpah, banjir terus. Mengurangi kelebihan air agar tak selalu banjir itu, akhirnya pemilik membagikan airnya ke warga melalui pipa dan ditampung di pemandian umum,” kata warga setempat Jaja(60).

Sejak itulah, keberadaan sumber air panas Copong beredar dari mulut ke mulut. Tak hanya warga setempat menikmatinya. Malahan banyak warga daerah lain sengaja datang penasaran memanfaatkan air panas ini.

Umumnya mereka mandi air panas dengan tujuan berobat atau melakukan terapi penyembuhan penyakit, terutama reumatik.

Aktivitas warga pengunjung di pemandian umum air panas Copong pun seakan tak pernah berhenti, baik siang maupun malam.

“Selalu ramai. Mulai dini hari hingga sekitar jam sebelas malam. Siapapun hendak mandi atau memanfaatkan air panas ini tak dipungut bayaran. Hanya baru-baru ini memang disediakan kencleng oleh pengurus RT sebagai infak untuk mushola. Itu pun seikhlasnya,” ungkap Jaja.

Bagi Jaja, fenomena air panas alami menyembur dari sumur dalam di wisma itu tak terlalu mengejutkan. Lantaran jauh sebelum itu, di kampung tetangganya pernah terjadi peristiwa sama. Bedanya, suhunya tak sepanas seperti terjadi sekarang, bahkan tak bertahan lama.

“Di pinggir Cimanuk bahkan sempat ada pula yang menggali sumur bor tetapi keluar malahan api. Lantaran takut akhirnya ditutup lagi. Saya juga enggak tahu, apa di sana ada gas, atau apa?” katanya.

Salah seorang pengunjung, Asep(35), asal Bentar, mengaku kerap mandi di air panas di Copong.

Terlebih lokasinya mudah dijangkau, dan tak dipungut bayaran. Meski tak begitu leluasa sebab tempat pemandiannya terbuka.

“Selain jernih, air panas di sini tak berbau. Suhunya juga kerap terasa lebih panas daripada air panas di obyek wisata Cipanas. Jadi badan terasa lebih enak serta rileks seusai mandi di sini. Apalagi bisa menikmati indahnya pemandangan Bendung Copong,” kata Asep pula.

Dikatakan, keberadaan sumber air panas di kawasan Copong tersebut bukan hal aneh baginya. Sebab di daerah tinggalnya di kawasan Bentar Hilir pernah muncul air panas saat seorang warga menggali sumur bor.

“Saya lupa lagi tahunnya. Tapi waktu itu, hanya beberapa waktu suhunya panas, setelah itu biasa lagi. Sedangkan di Copong ini panasnya masih bertahan sampai sekarang,” katanya.

Di wilayah Kecamatan Sukawening pun terdapat sumber air panas, yang kini oleh pemilik tanahnya dijadikan sarana wisata.

Sedangkan sumber air panas di Copong, sekarang menjadi wahana wisata yang dikelola secara resmi juga oleh pemilik tanahnya. Salahsatu perusahaan ternama di Kota Garut.

******

Abisyami, JDH/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here