“Mendesak Segera Memiliki Hot Spot”
Garut News ( Kamis, 25/09 – 2014 ).

Kondisi perairan Situ Bagendit di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, kini mengalami penyusutan sekitar 60 persen, sehingga areal yang masih terairi seluas 80 hektare padahal sebelumnya sekitar 124 hektare.
Bahkan kedalamannya pun, semula berkisar 2 – 3 meter, sekarang menjadi hanya sekitar 1,5 meter, lantaran terjadinya kemarau selama ini.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi Kesra pada kantor kecamatan setempat, Opang Lesmana didampingi Kepala Subag Tata Usaha UPTD Pariwisata Situ Bagendit, Yendi kepada Garut News, Kamis (25/09-2014).
Namun mereka katakan, meski permukaan perairannya mengalami penyusutan tetapi hingga sekarang tak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan, katanya.
Sehingga rata-rata populasi kunjungan setiap harinya masih pada kisaran 41 pengunjung, atawa 430 pengunjung setiap bulan.

Sedangkan kunjungan selama triwulan kedua 2014, maupun selama rentang waktu April, Mei hingga akhir Juni mencapai 4.591 pengunjung, katanya pula.
Kondisi jumlah kunjungan pada Ahad 7 September 2014 mencapai 241 pengunjung, disusul Ahad 14 September 2014 ada 230 pengunjung, serta pada Ahad 21 September 2014 terdapat 210 pengunjung.

Sehingga rata-rata kunjungan setiap Ahad berkisar 200 an pengunjung, umumnya kalangan wisatawan lokal.
Namun terdapat pula kunjungan wisatawan asal Arab Saudi, Australia, serta wisatawan asal Belanda, ungkap Yendi.
Selain itu didatangi wisatawan asal Jakarta, Bandung, Bekasi, Sukabumi, Tasikmalaya, serta dari Bogor, bahkan juga terdapat wisatawan asal Gorontalo.

Lama kunjungan rata-rata berkisar empat jam, namun jika ada helatan atawa panggung hiburan lama kunjungan bisa meningkat menjadi lima jam, malahan lebih lama.
Sebagian besar pengunjung lebih banyak menikmati rehat, atawa istirahat di pelataran berpohon rindang sambil jajan maupun mengonsumsi beragam jenis makanan dan minuman ringan.
Karena itu, kini sangat mendesak bisa memiliki areal “Hot Spot” serta mendesak pula ketersediaan keseragaman tenda para penjual makanan dan minumann ringan.
Agar penataan potensi wisata ini bisa lebih rapih dan refresentatif, demikian imbuh Yendi, menyerukan.
******
Esay/Foto : John Doddy Hidayat.