KLHK Segera Selidiki Penyebab Banjir Bandang Garut

0
34 views
Berkondisi Mengenaskan.
Berkondisi Mengenaskan.

“Diduga Kuat Akibat Alih Fungsi Lahan”

Garutnews ( Kamis, 09/12 – 2021 ).

Elemen pergerakan Aliansi Peduli Garut “D’Ragam” (Dekrit Rakyat Garut Menggugat) mendatangi kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Jakarta, Kamis (09/12-2021).

Mereka mendatangi KLHK lantaran menduga pelanggaran kegiatan alih fungsi lahan penyebab banjir bandang menerjang Kecamatan Karangtengah, dan Sukawening Garut.

Sehingga meminta KLHK melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusut tuntas kejadian bencana di kawasan timur kabupaten setempat pada 27 Nopember 2021 itu.

Berkondisi Mengenaskan.

Sejumlah perwakilan diterima Ditjen Gakkum KLHK. Bahkan pihak Gakkum KLHK menyatakan menerima pengaduan masayarakat tersebut, dan akan turun ke lokasi dengan melibatkan beberapa elemen, seperti unsur kejaksaan dan kepolisian. 

Sebelumnya, massa sempat menggelar orasi bergantian di halaman depan kantor KLHK. Mereka menyebut indikasi alih fungsi lahan tak hanya terjadi di Karantengah-Sukawening, Melainkan di banyak tempat lain kawasan konservasi. Semisal pada kawasan Gunungapi Guntur, Gunung Talaga Bodas, dan lainnya.

Berletak geografisnya dikelilingi pegunungan, maka Garut terancam beragam bencana ketika hutannya dibabat tak bertanggung jawab.

“Kalau tak disikapi tegas dan tuntas, maka ke depan masyarakat selalu dihantui bencana. Alih fungsi itu lebih mementingan kelompok tertentu dan elit pengusaha tertentu,” tandas peserta aksi.

Sebelum mendatangi KLHK, D’Ragam juga sempat mengadukan dugaan pelanggaran tindak pidana lingkungan hidup terkait banjir bandang Karangtengah dan Sukawening tersebut ke Polda Jabar pada 6 Desember 2021.

Juru bicara D’Ragam Zam Zam Zainul Haq katakan, peristiwa banjir Bandang Karangtengah dan Sukawening terjadi tak hanya karena faktor alam melainkan ada kelalaian pemangku kebijakan.

“Bertepatan peringatan hari antikorupsi sedunia, D’Ragam pun mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Pemkab Garut.” ungkapnya.

Dugaan alih fungsi lahan penyebab banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening ini sebelumnya pula sempat dibantah Bupati Garut Rudy Gunawan. Dia menegaskan bencana terjadi bukan akibat alih fungsi lahan melainkan karena curah hujan tinggi.

Dia juga mengklaim aktivitas pertanian masyarakat seluas 200 hektare termasuk kebun miliknya sekitar delapan hektare di Karantengah itu tidak menyebabkan longsor yang kemudian mendorong terjadinya banjir bandang. Apalagi aktivitas pertanian di sana berlangsung sejak lama. ***

*****

Abisyamil/Ilustrasi Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here