Keutamaan Ramadlan di An Nuur SMPIT Bina Insan Cendikia

0
152 views
Ust. Asep.
Ust. Dani, SHI (kanan).

“Marhaban Yaa Ramadlan”

Garutnews ( Sabtu, 10/04 – 2021 ).

Ust. Asep Ridwan Saleh, SPd.I detail mempresentasikan kajian seputar ‘Tarhib’ Ramadlan 1442 H/2021 berjuluk ‘Pastikan Khatam Al Qur’an Ada Dalam Menu Amalan Ramadlan Anda’.

Diawali dengan rinci mengemukakan ragam persiapan juga keutamaan amalan Ramadlan pada Pengajian Keluarga Besar Pesantren Tahfidz An Nuur di Kampus SMPIT Bina Insan Cendikia Limbangan Bandrek Garut, Sabtu (10/04-2021).

Selamat Datang Ramadlan 1442 H.

Menurutnya menyambut gembira kedatangan Ramadlan, lantaran antara lain dibukanya pintu surga seluas-luasnya, pintu neraka ditutup rapat, syetan pun dibelenggu, diampuni dosa-dosa, pahalanya tak terukur Malaikat.

“Doa-doa kita mustajab, serta ada malam-malam istimewa pada Lailatul Qadr,” imbuhnya.

Kepala SMPIT Bina Insan Cendikia Limbangan Bandrek Garut, Ust. Dani, SHI antara lain katakan pula, rangkaian helatan tersebut sebagai momentum menyambut kedatangan Ramadlan 1442 H, sekaligus bersilaturahim dengan para orangtua santri.

Kampus SMPIT Bina Insan Cendikia Limbangan Bandrek Garut.

“Firman Allah SWT”

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS al-Baqarah: 183).

Ini artinya, ketika merasa terseru atau terpanggil untuk berpuasa Ramadhan, berarti kita memiliki tanda-tanda orang yang tengah beriman.

Iman bukan hanya tentang kepercayaan dan keteguhan batin. Namun, juga tentang rangkaian pengakuan dengan lisan, pembenaran dengan hati, dan pengamalan dengan perbuatan.

Dalam konteks pengertian ini, sesungguhnya seseorang dapat dikatakan mukmin apabila memenuhi rangkaian keimanan secara utuh. 

Tuntunan untuk mengetahui derajat iman kita terkandung dalam QS al-Anfaal ayat 2, yaitu hati senantiasa bergetar ketika mendengarkan nama Allah beserta segala sifat-sifat-Nya, keyakinan meningkat ketika membacakan sekaligus mendengarkan ayat-ayat Allah, dan bertawakal.

Derajat iman yang utuh menjadikan kehidupan mukmin lebih tenang. Dalam Surah al-Fajr ayat 27-28 dijelaskan bahwa ketenangan bagi orang beriman itu merupakan nilai penghargaan paling puncak dari Allah.

Mereka mendapatkan penghargaan tersebut karena setimpal dengan keutuhan iman yang dimilikinya. Pada derajat itu, mereka dipanggil Allah dengan gelar yang sangat luar biasa, yakni nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang).

Suatu gelar yang digunakan Allah untuk menyeru orang-orang yang memiliki keutuhan iman agar senantiasa menyandarkan segala urusan hidup kepada-Nya, dengan dasar hati yang puas dan selalu ingin mendapatkan ridha-Nya.

Tentu kita semua ingin menggapai panggilan dengan gelar itu. Karena itu, marilah kita songsong Ramadhan dengan merangkai iman dan niat mencari pahala.

Kita dituntut untuk meningkatkan iman tersebut agar kita benar-benar menjadi pemilik jiwa yang tenang. Jiwa yang selain memiliki relasi ketuhanan yang sangat baik secara vertikal ke langit, tetapi juga relasi kemanusiaan yang sangat baik secara horizontal di bumi.

Maka, pemilik jiwa yang tenang itu tidak hanya tenteram buat dirinya, tetapi senantiasa menebar ketenteraman sosial bagi sesama dan seru sekalian alam. Pemilik jiwa yang tenang memiliki tanda-tanda selalu berbaik sangka, peka, dan sahaja. 

Wallahu’alam bishawab.

******

Republika.co.id/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here