Kesempatan untuk Bertobat

0
19 views
Mencari Ridha Allah SWT di Masjid Yadul 'Ulya Panawuan Garut.

Ahad 29 May 2022 16:15 WIB

Red: Irwan Kelana

Mencari Ridha Allah SWT di Masjid Yadul ‘Ulya Panawuan Garut.

“Allah SWT tidak pernah bosan menerima tobat hamba-Nya”

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh  Hasan Yazid Al-Palimbangy 

Allah SWT Maha Rahman dan Rahim. Allah SWT  sungguh teramat sangat sayang sekali pada hamba-Nya. Kita yang tidak sayang pada diri kita sendiri.

Masalahnya apakah kita mau meraih kasih sayang Allah SWT itu apa tidak. Nyatanya sampai detik ini kita masih suka dan tidak jera  mengotori dan menghinakan diri kita dengan kemaksiatan demi kemaksiatan.

Sesungguhnya kasih sayang Allah lebih besar dari murka-Nya. Seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya:

عن أبي هريرة، رضي اللَّهُ عنه، قَالَ: قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ في كِتَابٍ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ العَرْشِ: إِنَّ رَحْمتي تَغْلِبُ غَضَبِي”

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR Bukhari no 7404 dan Muslim no 2751).

Mencari Ridha Allah SWT di Masjid Yadul ‘Ulya Panawuan Garut.

Alquran lebih banyak berbicara tentang kasih sayang Allah SWT daripada murka-Nya. Salah satu bukti cinta dan sayang Allah kepada amba-Nya selalu dibukanya kesempatan untuk bertobat. Seperti ditegaskan dalam Alquran:

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At-Taubah {9} : 104).

Allah SWT tidak pernah bosan menerima tobat hamba-Nya sampai hamba itu sendiri yang bosan bertobat karena seringnya bermaksiat kepada Allah SWT. Walaupun dalam sehari kita bermaksiat 100 kali dan bertobat 100 kali, Allah SWT tetap menerima tobat hamba-Nya.

Mencari Ridha Allah SWT di Alam Terbuka.

Masalahnya adalah bagaimana andai saat maksiat nyawa kita dicabut oleh Allah SWT atau sebelum sempat tobat nyawa kita dicabut oleh Allah SWT? Bagaimana dengan usia kita yang sudah uzur sementara kita masih bergelimang dosa dan amal kita belum seberapa ?

Berapapun usia kita, 40, 50, 60, jangan pernah berputus asa,  Allah SWT selalu memberi kesempatan kepada kita untuk berubah. Salah satu solusinya adalah sperti yang nasihatkan oleh seorang ulama sufi Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata :

قال الفضل بن عياض :ان تُحسن فيما بقى ، يغفر الله لك ماقد مضى وما بقى فإنك إن أسأت فيما بقى أُخذت بما مضى وما بقى

“Isilah sisa-sisa usiamu dengan amal kebaikan, pasti Allah akan mengampuni semua dosa yang kamu lakukan baik dosa-dosa di masa lalu maupun selama sisa-sisa usiamu.  Sebaliknya, bila kamu mengisi sisa-sisa usiamu dengan perbuatan maksiat/ dosa, maka kamu akan mendapatkan hukuman/dosa akibat dari dosa-dosa yang kamu lakukan baik itu pada waktu yang lalu maupun selama sisa-sisa usiamu dan nasibmu akan celaka di akhirat kelak.”

Bertadabur Alam Mencari Ridha Allah SWT.

Ya Allah, bahagiakanlah kami dengan ampunan-Mu dan berilah kami kesempatan bertobat sebelum wafat.

 ******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here