Home KATEGORI BERITA ARTIKEL Kerja yang Bernilai

Kerja yang Bernilai

0
11 views
Resto Kemandirian Ekonomi Ponpes Yadul 'Ulya Garut.

04 Jan 2022, 03:30 WIB

Resto Kemandirian Ekonomi Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

“Orang beriman tak perlu menunggu momen pergantian tahun untuk berubah”

OLEH FAJAR KURNIANTO

Hidup manusia selain untuk beribadah kepada Allah adalah untuk bekerja, beraktivitas, atau beramal yang bernilai, memakmurkan bumi, dan mengisi kehidupan dengan sesuatu yang positif.

Allah telah menyediakan segala yang manusia butuhkan di bumi. Dan, manusialah yang harus memanfaatkannya untuk kelangsungan hidup dan menjadikannya wasilah untuk beribadah kepada Allah melalui kerja, aktivitas, atau amal tadi.

Kerja, aktivitas, atau amal bukan hanya ditujukan untuk kepentingan diri manusia sendiri, tetapi juga untuk kebaikan orang lain. Jadi, lebih banyak orang yang akan ikut mendapatkan manfaat lahir dan batin dari kerja, aktivitas, atau amal kita.

Bukan sebaliknya, membuat orang lain menderita karena kerja, aktivitas, atau amal kita justru merugikan dan menyakitkan orang lain. Sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya.” (HR ath-Thabrani dalam kitab Mu’jam al-Ausath).

Ketika kerja, aktivitas, atau amal kita positif, imbas positifnya akan kembali kepada kita. Seperti dikatakan dalam Alquran, “Siapa saja yang membawa amal kebaikan, maka baginya (balasan) sepuluh kali lipat amalnya itu.” (QS al-An’am [6]: 160).

Hadis Nabi SAW menguatkan, “Jika seseorang bertekad untuk melakukan satu kebaikan, maka dicatatlah untuknya satu kebaikan. Bila dia melakukan kebaikan itu, dicatatlah baginya sepuluh kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan kerja, aktivitas, atau amal positif kita, sekecil atau sesedikit apa pun karena imbal baliknya dari Allah akan lebih besar.

Imbal balik itu bisa saja diberikan ketika di dunia dalam bentuk karunia dari jalan yang tak disangka-sangka, bisa jadi juga Allah simpan di akhirat yang kelak akan menjadi pemberat amal baik di mizan Allah. Dengan kata lain, sekecil atau sesedikit apa pun, bila itu positif, lakukan segera, karena di mata Allah nilainya besar.

Setiap tahun baru, semua orang berupaya menuliskan harapan dan cita-cita yang kelak akan diwujudkan. Bagi orang beriman, setiap hari merupakan harapan dan cita-cita bahwa segala kerja, aktivitas, atau amal adalah positif dan menghasilkan sesuatu yang positif.

Orang beriman tak perlu menunggu momen pergantian tahun untuk berubah. Setiap hari sejatinya adalah anugerah Allah yang harus diisi dengan hal-hal positif yang mendorongnya untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

Kita, misalnya, tak harus menunggu kaya lebih dulu untuk bersedekah. Kita bisa bersedekah dengan apa yang kita punya atau mampu. Tak mesti dengan harta, sedekah juga bisa dengan tenaga kita, bahkan dengan ucapan positif kita.

Falsafah dasar orang beriman dalam hal kerja, aktivitas, atau amal adalah tak berhenti melakukannya setelah selesai, tetapi lanjut ke yang lainnya, bila itu bernilai positif.

Allah berfirman, “Maka, apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS al-Insyirah [94]: 7-8).

Wallahu a’lam.

*****

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here