Kengerian Katey Hedger Terbukti di Kota Garut

0
93 views
Perdagangan Ilegal Satwa Terancam Punah di Pusat Kota Garut.
Kengerian Katey Hedger Terbukti di Pusat Kota Garut.

“Perdagangan Ilegal Satwa Terancam Punah di Pusat Kota Garut”

Garutnews ( Senin, 09/05 – 2022 ).

Zoologist asal Inggris, Katey Hedger, M.Sc dari Komunitas ‘Little Fireface Project’ (LFP) selama ini concern mencegah potensi si pemalu dari ancaman kepunahan. Ternyata kekhawatiran bahkan ‘kengeriannya’ itu, terbukti di pusat Kota Garut.

Menyusul pada sepanjang, Ahad (08/05-2022), seseorang yang tak dikenal berkeliling mengitari seputar pusat Kota Garut sambil menjajakan maupun menawarkan seekor kukang, serta beberapa ekor burung.

Seekor kukang (Nycticebus coucang) yang tak dijelaskan jenis kelaminnya tersebut, ditawarkan dengan harga Rp200 ribu.  Namun saat didesak pertanyaan Garutnews lelaki separuh baya ini hanya katakan barang dagangannya itu berasal dari Jawa Tengah.

Membuang Wajah.

Dia menutupi wajahnya dengan topi yang semula dipakainya, kemudian segera bergegas berlalu.

“Kukang Jawa, satwa berjuluk Si Malu-malu masih berpotensi kian menyusut populasinya sebagai dampak merebaknya perdagangan liar, dijadikan hewan peliharaan, dan terganggunya habitat mereka,” tandas Katey Hedger sebelumnya.

Satwa yang juga dikenal dengan nama loris atau sebutan lokal Bahasa Sundanya Mukageni ini, juga berpotensi terusik adanya alih fungsi lahan, padahal habitatnya pada pepohonan terutama bambu, ungkap Zoologist asal Inggris tersebut.

Segera Bergegas, dan Berlalu.

Sehingga LFP, lembaga non pemerintah (NGO/Non Government Organization) senantiasa gencar mengonservasi, termasuk berupaya mengedukasi masyarakat sekitar habitatnya, imbuh Hedger didampingi pemerhati lulusan UGM Yogyakarta, Tungga Dewi, S.Hut kepada Garutnews, Sabtu (05/06-2021) silam.

Keduanya menjelaskan, diperlukan pula upaya membenahi tempat tinggal tidur loris dengan tetap tersedianya pohon bambu serta vegetasi Kaliandra.

Meski tak mudah mendidik masyarakat berperanserta, sebab terbiasa abai terhadap kerusakan lingkungan. Bahkan sepertinya dirasa lumrah jika ada yang merusak atau merambah hutan.

Kukangku Sayang, Kukangku Menghilang.

Termasuk menebang pohon bambu untuk keperluan bangunan, atau tanaman Kaliandra untuk dijadikan kayu bakar. Maka bisa dipastikan loris bakal merambah kompleks hunian masyarakat lantaran kerusakan habitat aslinya.

Kondisi itu pun semakin diperparah masyarakatpun tak faham pada manfaat keberadaan primata tersebut, akibat selama ini sangat minim informasi. Malahan termasuk kalangan pemerintah pun yang diberi pelatihan oleh lembaga ini, bukan justru sebaliknya.

Namun kendati tak disupport pemerintah pusat maupun daerah. Tetapi aktivitas pelestarian Kukang terus dilakukan. Sejak 2011 ketika seorang pelancong datang ke daerah ini menemukan banyak kasus penangkapan dan penjualan Kukang secara ilegal.

Kemudian banyak kalangan bangsa asing berkepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan bermarkas di Kampung Pamegatan Desa Cipaganti Kecamatan Cisurupan, sekitar 19 kilometer arah selatan dari pusat Kota Garut.

Investigator, Abah John.

Sekarang tak terhitung jumlah populasi Kukang di sekitar kawasan Gunungapi Papandayan, terutama di dalam hutan belum tersentuh. Sedangkan manfaat hewan kecil bermata besar ini sangat penting dalam ekosistem hutan, jika ada Kukang maka akan lestari pula tanaman sumber makananya.

Dikemukakan, Kukang di dunia ada sembilan spesies yang diketahui. Sedangkan yang ada di Garut Kukang Jawa. Hanya di negara-negara Asia ada Kukangnya seperti Filipina, India, dan Indonesia.

Karenanya gerakan mengonservasi harusnya bisa dilakukan secara terus-menerus meski suatu saat nanti LFP pindah ke provinsi lain, menyusul adanya rencana menggarap di sebuah kawasan Jawa Timur.

Mungkin dua atau lima tahun ke depan lembaga ini tak ada lagi di Cipaganti tanpa kekhawatiran masyarakat kembali ke perilaku sebelumnya.

Kukang bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya menggunakan tangan. Jika kukang turun ke atas tanah, mereka langsung berlari cepat seperti tikus. Hewan memiliki masa hidup 20-25 tahun tersebut dinilai tak bertahan lama jika tinggal di dataran.

Ilustrasi.

“Untung memiliki kamuflase sempurna menyerupai pohon bambu, dan dedaunannya”

Kukang Jawa termasuk hewan di ambang krisis sejak November 2013.

Hal tersebut didukung data International Union for Conservation of Nature, menyantumkan Kukang Jawa di daftar red list-nya.

Selain pemakan belalang, tikus, dan burung, kukang senang memakan getah pohon Jengjen, dan meminum sari madu dari bunga Kaliandra.

Bisa dikatakan kukang berjasa pada pembasmian hama pertanian, dan penyerbukan di lingkungan sekitarnya. Maka ada pembelajaran tentang kukang pada para petani, dan anak-anak di daerah konservasi.

Agar masyarakat memahami  betapa pentingnya keberadaan kukang bagi kehidupan mereka.

Apalagi, spesies ini juga merupakan yang dilindungi melalui Undangundang No. 5/1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Abah John.………

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here