Kenaikan Tingkat Kemiskinan Garut Menjadi 10,65 Persen

Kenaikan Tingkat Kemiskinan Garut Menjadi 10,65 Persen

327
0
SHARE
Geliat Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.
Geliat Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Kedalaman, dan Keparahan Kemiskinan”

Garutnews ( Sabtu, 18/12 – 2021 ).

Pada 2021 ini, penduduk Kabupaten Garut dengan pengeluaran per kapita/bulan di bawah garis kemiskinan mengalami kenaikan sekitar 18,58 ribu orang dari 262,78 ribu pada 2020 menjadi 281,36 ribu pada 2021.

“Sehingga persentase penduduk miskinnya pun meningkat 0,67 persen dari 9,98 persen pada 2020 menjadi 10,65 persen pada 2021,” demikian menu Berita Resmi Statistik yang disajikan BPS kabupaten setempat.

Sedangkan ‘Garis Kemiskinan’ (GK) kabupaten ini juga mengalami peningkatan 3,10 persen dari Rp310.437 per kapita/bulan menjadi Rp320.050 per kapita/bulan.

Geliat Kemandirian Ekonomi Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Kemudian indeks ‘Kedalaman Kemiskinan’ (P1) naik dari 0,97 menjadi 1,40 atau naik mencapai 0,43 poin. Serta indeks ‘Keparahan Kemiskinan’ (P2) naik pula dari 0,15 menjadi 0,29 maupun naik mencapai 0,14 poin.

Peningkatan jumlah penduduk miskin yang terbesar terjadi pada 2020 mencapai 27,59 ribu orang dibandingkan 2019. Pada 2021 jumlah penduduk miskin meningkat 18,58 ribu dibandingkan 2020.

Lantaran masih dipicu oleh banyaknya pengangguran akibat PHK, dan berhentinya sebagian usaha serta susahnya mencari pekerjaan sebab adanya pandemi covid-19.

“Kedalaman, dan Keparahan Kemiskinan”

Persoalan kemiskinan tak hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Melainkan ada dimensi lain yang perlu diperhatikan, berupa tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Indeks kedalaman kemiskinan itu, ukuran rata-rata kesejangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

Maka selain menurunkan jumlah penduduk miskin, juga diharapkan kebijakan kemiskinan mampu menurunkan kedalaman, dan keparahan kemiskinan.

Pada 2020 indeks (P1) dan indeks (P2) mengalami kenaikan. Perubahan nilai kedua indeks ini menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan GK.

Dan kesenjangan pengeluaran antar penduduk miskin juga semakin lebar. Angka P1 naik dari 0,97 menjadi 1,40 serta angka P2 naik dari 0,15 menjadi 0,29.

*****

Esay/Ilustrasi Fotografer : JDH.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY