Kelurahan Sukajaya : Dirgahayu ke-77 Kemerdekaan RI

0
40 views
Soliditas Perangkat Kelurahan Sukajaya Wujudkan Kualitas Kinerja, juga Kondusifitas.
Sekretaris Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Neneng Susana, SE.

“Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”

Sekretaris Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Neneng Susana, SE Beserta Seluruh Jajaran Keluarga Besar Kelurahan Sukajaya.

Mengucapkan :

“Dirgahayu ke-77 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945/17 Agustus 1945”

Dengan upaya penguatan kualitas ‘perangkat berilmu’ maupun piranti untuk merengkuh ilmu, bisa menjadi formula jenius mencegah stunting bahkan permasalahan lain yang membelenggu umat manusia di dunia.

Dengan penguatan kualitas perangkat berilmu tersebut berupa pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Dapat dimilikinya pola pikir yang didasarkan pada dalil, referensi, rujukan atau petunjuk, dan logika melalui pengamatan dan penelaahan terhadap berbagai hal yang berwujud.

Sebagaimana Firman Allah SWT :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS An Nahl ayat 78)

Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Garut.

Lantaran melalui pendengaran informasi bisa sampai. Penglihatan, dengannya maka pengamatan dan pengalaman menjadi terbentuk. Kemudian ada bangunan ilmu kosmik. Hati nurani, mengandung makna akal atau pikiran. Dengannya manusia berpikir logis.

“Termasuk mencegah, dan menangani stunting diperlukan upaya menyeluruh. Sejak hulu hingga hilir,” imbuh Sekretaris Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Neneng Susana, SE.

Dikatakan dengan pola pikir serta perilaku yang mengemuka diatas menjadikan kedua calon pengantin memiliki pengetahuan kesehatan termasuk menikah harus cukup umur juga berkemampuan sosial ekonomi.

Potensi Beras Pandanwangi Panawuan Sukajaya, Cikal Bakal Beras Cianjur.

Selain itu, memahami pula proses reproduksi, manfaat pemberian ASI ekslusif selama enam bulan, mengonsumsi makanan sehat, asupan makanan bergizi bagi ibu hamil yang tak mesti berharga mahal.

Melainkan bisa dengan sayuran telur, kaldu ceker ayam dan lainnya sehingga bayi di dalam kandungan optimal mendapatkan nutrisi, memelihara ikan di kolam juga memanfaatkan setiap jengkal pekarangan menanam sayur-mayur dan memelihara ayam.

Senantiasa mengonsumsi makanan sehat di antaranya produk susu kedelai, bubur kacang, serta mengoptimalkan pemanfaatan Posyandu guna memantau tumbuh kembang bayi.

Guna menyukseskan pencanangan Indonesia Emas 2045. Sebab pada momentum 100 tahun Kemerdekaan Indonesia itu, negara ini terisi generasi emas yang sehat fisik dan mental, cerdas, damai, produktif, inovatif, berkarakter dan berperadaban.

Kelurahan Sukajaya, juga Memiliki Potensi Wisata Alami.

Sedangkan stunting, kondisi gagal tumbuh atau gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang asupan gizi.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K), stunting bisa memerlambat perkembangan otak anak, menjadikan anak mengalami keterbelakangan mental dan rendah menyerap pelajaran.

Bahkan anak stunting mudah sakit, kemampuan kognitifnya berkurang, postur tubuh tak maksimal saat dewasa, fungsi tubuh tak seimbang, dan berisiko terkena penyakit kronis saat tua.

WHO juga menyatakan, pemberian ASI sangat membantu pencegahan stunting pada anak. Pemenuhan gizi seimbang dalam setiap asupan anak. Pemantauan oleh posyandu di setiap lingkungan tempat tinggal. Hingga akses air bersih dan fasilitas sanitasi memadai.

Kendati tinggi dan berat badan jadi indikasi paling mudah dikenali dari anak stunting, namun tak semua anak pendek mengalami stunting. Anak stunting pasti pendek, tapi anak pendek belum tentu stunting.

Anak stunting umumnya tak dapat bertumbuh secara normal hingga dewasa. Sementara anak bertubuh pendek dapat tumbuh normal jika penyebabnya teratasi.

“PMT Garut Dialokasikan Rp5,9 M” 

Pemkab Garut pun bakal mengalokasikan anggaran ‘Belanja Tak Terduga’ (BTT) APBD 2022 mencapai Rp5,9 miliar guna memenuhi pemberian makanan tambahan (PMT) sekitar 8.000 balita stunting hasil penimbangan dan pengukuran pada Bulan Pencarian Stunting (BPS) Juni lalu.

“PMT diberikan melalui program Temukan, Obati, Sayangi, balita Stunting (T.O.S.S),” katanya.

*******

Pelbagai Sumber/Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here